Tiga WNI sandera Abu Sayyaf bebas, dua lainnya tunggu waktu

Foto ini memuat tiga sandera Abu Sayyaf asal Indonesia yang dibebaskan pada 19 September.
Foto ini memuat tiga sandera Abu Sayyaf asal Indonesia yang dibebaskan pada 19 September. | Simeon Celi /AP Photo

Abu Sayyaf, kelompok perompak bersenjata yang bermarkas di Filipina bagian selatan, membebaskan tiga sandera asal Indonesia, Sabtu (1/10) menjelang tengah malam. Tidak diketahui apakah pembebasan para awak kapal tunda di Pulau Simisa, Sulu, pada 22 Juni itu melibatkan uang tebusan.

Laman CNN Filipina mewartakan bahwa pelepasan Ferry Arifin, 26 tahun, Edi Soryonu, 27 tahun, dan Mohammad Mabrur Dahri, 27 tahun, diumumkan oleh Angkatan Bersenjata Filipina (AFP). Mereka langsung menjalani uji kesehatan di Rumah Sakit Camp Teodulfo Bautista Station.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan ketiga mantan tawanan Abu Sayyaf bakal dibawa ke Zamboanga, Mindanao, "untuk diterima secara resmi" oleh pemerintah Indonesia.

"Keluarga ketiga sandera tersebut telah dihubungi oleh Kementerian Luar Negeri untuk menyampaikan masalah pembebasan tersebut," ujar Retno dikutip detikcom, Minggu (2/10).

Media Filipina, Inquirer, menulis bahwa Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF)--kelompok gerilya beraliran Islam di Filipina selatan--menjadi pihak yang menyerahkan para mantan tawanan kelompok pembajak ke Gubernur Sulu, Abdusakur Tan dan Brigadir Jenderal Arnel dela Vega dari Satuan Tugas Gabungan Sulu.

Sulu--beribukotakan Jolo--terletak di kepulauan Sulu dan menjadi bagian dari Wilayah Otonom Muslim Mindanao (ARMM).

Pihak militer Filipina mengklaim bahwa pembebasan para pelaut itu adalah efek operasi militer tiada henti terhadap gerombolan Abu Sayyaf.

"Operasi militer akan terus berlangsung hingga semua sandera (Abu Sayyaf) bebas," ujar Dela Vega.

Dari media Filipina lain, philstar.com, didapatkan kabar bahwa pelepasan sejumlah sandera asal Indonesia adalah ujung dari pemberian uang tebusan.

Pun begitu, pemerintah Filipina, melalui juru bicara presiden, Jesus Dureza, sama sekali tidak menyentuh persoalan pemberian tebusan. Ia menyatakan terima kasih atas upaya militer dan MNLF dalam proses pembebasan sandera.

Dalam hematnya, "terobosan yang terjadi belakangan adalah titik temu dari inisiatif Presiden (Rodrigo) Duterte" yang melibatkan MNLF, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan militer Filipina.

Pada pelepasan sandera sebelum ini, ihwal pemberian uang tebusan senantiasa menyembul. Namun, pihak berwenang Indonesia selalu menampik isu tersebut.

Pada kasus terakhir, angka tebusan untuk tiga warga Indonesia (WNI) yang diculik dari kapal nelayan Malaysia di perairan Lahad Datu, Sabah, Juli, diberitakan mencapai 30 juta peso, atau sekitar Rp8,2 miliar.

Berita itu disanggah oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu. "Indonesia dan Filipina tidak keluarkan satu sen pun untuk tebusan," katanya saat itu.

Ryamizard menambahkan, Indonesia dan Filipina telah bersepakat tidak mengabulkan permintaan tebusan, karena "jika menuruti berarti kita di bawah tekanan. Masa negara kalah sama kelompok kecil. Kita dan Filipina sebagai negara berdaulat tidak mengeluarkan uang".

Komentar sang jenderal senada dengan pernyataan pemerintah Filipina yang disampaikan oleh menteri urusan komunikasi negara, Martin Andanar.

"Saya ingin mengulang bahwa pemerintah tetap berpegang pada kebijakan (untuk tidak) membayar tebusan," ujar Andanar dilansir Reuters. "Jika ada pihak ketiga yang memberikan uang tebusan, jika ada keluarga (pihak terculik yang membayar), kami tidak mengetahuinya.''

Dengan bebasnya ketiga WNI, masih bersisa dua sandera Abu Sayyaf asal Indonesia.

Secara keseluruhan, telah 16 orang sandera--sembilan dari Indonesia, enam asal Filipina, seorang warga Norwegia--yang dibebaskan atau diselamatkan sejak pihak militer kian intensif menggedor Abu Sayyaf sejak Juli.

Selain dua warga Indonesia yang masih dalam tahanan Abu Sayyaf, negara lain yang warganya masih disandera adalah Malaysia (lima orang), Filipina (empat orang), dan Belanda (satu orang).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR