Tiga syarat NasDem dan tujuh alasan Ridwan Kamil

Ridwan Kamil menyampaikan pidatonya pada acara Deklarasi Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar 2018-2023 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Monumen Bandung Lautan Api, Jawa Barat, Minggu (19/3).
Ridwan Kamil menyampaikan pidatonya pada acara Deklarasi Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jabar 2018-2023 yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Monumen Bandung Lautan Api, Jawa Barat, Minggu (19/3).
© Agus Bebeng /Antara Foto

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat baru digelar pada Juni 2018, tetapi genderangnya sudah bertabuh sejak sekarang. Partai Nasional Demokrat (NasDem) telah mendeklarasikan Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur Jawa Barat pada Minggu 19 Maret 2017. Kamil menjadi calon gubernur pertama yang mendeklarasikan dirinya maju dalam ajang Pilkada Jabar 2018 ini.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dan Ridwan Kamil menyepakati tiga syarat dalam pencalonan Wali Kota Bandung itu sebagai Gubernur Jawa Barat yang akan digelar dalam Pilkada Serentak 2018. Pertama, Ridwan Kamil harus bisa menjadikan Jabar sebagai benteng Pancasila yang melindungi seluruh warga masyarakat Jawa Barat.

Syarat kedua, Ridwan Kamil harus menjadi milik seluruh masyarakat Jabar dan seluruh partai politik yang ada. Dengan demikian, Surya meminta kepada Ridwan Kamil untuk tidak bergabung dengan partai apa pun. "NasDem meminta kepada Ridwan Kamil tidak memasuki satu pun institusi parpol yang ada, termasuk partai NasDem," kata Paloh dikutip Antaranews.

Syarat ketiga, Ridwan Kamil harus mampu mengonsolidasikan roda pemerintahan di bawah dirinya. Dengan harapan dapat membawa peran serta masyarakat dalam memahami arti pembangunan nasional sekaligus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang tengah berupaya mempercepat proses pembangunan sekaligus persiapan Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Surya mengatakan NasDem memutuskan deklarasi lebih awal sehingga dapat memetakan permasalahan dan program yang terbaik untuk masyarakat Jabar. "Pencalonan tidak hanya berhenti pada deklarasi, tapi membawa Ridwan Kamil memenangkan kompetisi," kata Paloh.

Ridwan Kamil, yang sering disapa Emil, mengapresiasi langkah Partai NasDem memberikan dukungan kepadanya. Ia menyatakan siap menjalankan syarat yang telah ditentukan oleh Partai NasDem terkait pendeklarasian dirinya sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

Deklarasi Kamil menuju kursi Jabar 1 itu mengundang pro dan kontra. Pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017, Kamil sempat digadang-gadang sebagai kandidat. Kamil menyatakan tak ikut serta dalam Pilkada Jakarta karena ingin melaksanakan tugasnya sampai akhir masa jabatannya di Bandung pada 2018.

Sebelum menyampaikan tak ikut pemilihan di Jakarta, Ridwan menampung pendapat dari masyarakat dan media sosial. Emil mengatakan telah menggelar survei internal. Di Facebook, Emil meminta pendapat netizen dengan pertanyaan: "Perlukah saya pergi ke Jakarta untuk ikut pilkada Gubernur DKI 2017? Mohon alasannya. Hatur nuhun."

Laman Facebook ini telah dikomentari lebih dari 50 ribu orang dari berbagai latar belakang. Sebagian besar meminta Emil bertahan di Bandung melanjutkan sisa jabatannya.

Sekarang, Kamil merasa perlu memberikan penjelasan ihwal deklarasinya dalam ajang Pilkada Jabar 2018. Ada tujuh alasan yang diungkapkan Kamil di laman pribadi facebook-nya. Ia menyatakan siap menghadapi masyarakat yang mungkin akan merisak karena keputusannya. "Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita," tuturnya.

Orang berpikir ini semata syahwat politik? "Kalo ikut shahwat mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin," tulis Kamil. "Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai wali kota selama 5 tahun. Selesai on time."

Tidak terpilih lagi? "Tidak masalah, da saya mah bukan pengangguran. Tidak punya niat cari nafkah dari politik. Kembali jadi dosen dan arsitek adalah kebahagiaan yang kembali pulang."

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.