74 TAHUN INDONESIA MERDEKA

Tiongkok hari ini, Jepang masa lalu

Kongsi dagang Indonesia.
Kongsi dagang Indonesia. | Lokadata /Lokadata

Kompetisi | Tiongkok dan Jepang seperti adu balap dalam kerja sama dagang dengan Indonesia. Baik investasi maupun ekspor dan impor. Selebihnya, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea Selatan turut membayangi dalam berbagai kerja sama ekonomi. Lima negara itu selalu ada dalam berbagai sektor ekonomi Indonesia.

Dari sisi impor, lima negara itu mendominasi penyuplai kebutuhan Indonesia secara nilai pendapatan. Kurun 29 tahun terakhir, komoditas impor dari lima negara itu untuk jenis bahan bakar mineral, mesin dan peralatan mekanis. Kurun lima belas tahun terakhir kebutuhan impor untuk peralatan listrik dan elektronik merangkak naik.

Bila dirunut ke belakang, Jepang memiliki latar belakang panjang dalam hal impor barang ke Indonesia. Terutama pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Barang impor Jepang dengan nilai terbesar untuk kebutuhan mesin dan jenis peralatan mekanis lainnya. Puncaknya pada 1989 dengan total nilai impor mencapai USD18 miliar atau setara 17,3 persen dari total nilai impor Indonesia.

Dominasi impor Jepang surut pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Secara perlahan nilai impor Singapura naik, terutama untuk jenis bahan bakar mineral pada era Presiden Megawati Soekarno Putri hingga era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Awal pemerintahan SBY, nilai impor kelima negara itu nyaris seperti dikocok ulang, tidak ada yang dominan. Namun, dalam periode kedua pemerintahan SBY nilai impor Tiongkok dan Singapura merangkak naik, puncaknya pada 2014. Keduanya berbagi angka untuk nilai impor barang yang masuk ke Indonesia.

Hingga era Presiden Jokowi, dua negara itu masih menjadi importir besar kebutuhan Indonesia, kemudian dibayangi Jepang. Namun hingga tahun lalu, Tiongkok mengulang kejayaan pamor impor Jepang 29 tahun silam. Total nilai impor Tiongkok mencapai USD45,5 miliar atau setara 24 persen dari total nilai impor. Kemudian Singapura mencapai USD21 miliar atau setara 11 persen nilai impor Indonesia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR