Tiongkok sensor percakapan media sosial soal Panama Papers

Kantor Mossack Fonseca, di Hong Kong, Cina (4 April 2016). Firma hukum asal Panama itu punya layanan mendirikan perusahaan offshore (bayangan). Perusahaan itulah diduga menjadi modus bagi orang-orang kaya dunia untuk menghindari pajak atau melakukan pencucian uang. Data milik Mossack Fonseca kini bocor, dan diberi julukan Panama Papers.
Kantor Mossack Fonseca, di Hong Kong, Cina (4 April 2016). Firma hukum asal Panama itu punya layanan mendirikan perusahaan offshore (bayangan). Perusahaan itulah diduga menjadi modus bagi orang-orang kaya dunia untuk menghindari pajak atau melakukan pencucian uang. Data milik Mossack Fonseca kini bocor, dan diberi julukan Panama Papers. | Alex Hofford /EPA

Pihak berwenang di Tiongkok melakukan sensor terhadap obrolan media sosial soal Panama Papers. Kemungkinan besar, kebijakan itu diambil karena Panama Papers telah menyeret kerabat Presiden Xi Jinping, dan sejumlah tokoh dalam pemerintahan.

Seperti dilaporkan Newsweek, para pengguna media sosial Sina Weibo --layanan mikrobloging Tiongkok, semacam Twitter-- mengaku telah melihat ratusan posting soal Panama Papers dihapus dari layanan itu, sejak Senin pagi (4/4/2016). Hal serupa konon terjadi pula di aplikasi berbagi pesan WeChat.

Mashable melaporkan, pencarian atas kata kunci "Panama Papers" --dalam bahasa Inggris, maupun aksara Tiongkok-- tidak menampilkan hasil apapun di Weibo.

Weiboscope (h/t Foreign Policy) --inisiatif Universitas Hongkong, dengan fokus melacak konten-konten yang dihapus dari Weibo-- menunjukkan beberapa pengguna Weibo sempat membahas soal Panama Papers, sebelum disapu sensor.

"Tidak ada tembok yang bisa mengadang angin di era informasi," demikian bunyi salah satu posting soal Panama Papers di Weibo, yang sempat viral, dan kini tak bisa lagi ditemukan.

Sensor internet memang bukan barang baru di Tiongkok. Bahkan layanan media sosial populer macam Facebook, YouTube, dan Twitter tak bisa beroperasi di sana.

Pencarian "Panama Papers" di Weibo tidak menunjukkan hasil apapun (5 April 2016).
Pencarian "Panama Papers" di Weibo tidak menunjukkan hasil apapun (5 April 2016). | Istimewa /weiobo.com

Hubungan Panama Papers dan Tiongkok

Panama Papers memuat data klien Mossack Fonseca, firma hukum asal Panama, yang salah satu layanannya mendirikan perusahaan offshore (bayangan) di wilayah surga pajak. Perusahaan bayangan itu diduga menjadi modus bagi orang-orang kaya dunia untuk menghindari pajak dan melakukan pencucian uang.

Tumpukan data Panama Papers tengah diselidiki oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Investigasi ini sudah berlangsung lebih dari setahun, dan baru mulai dipublikasikan Minggu (3/4).

Panama Papers turut memuat nama Deng Jiagui, kakak ipar dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Menurut ICIJ (h/t BBC), Panama Papers menunjukkan bahwa Deng mengakuisisi dua perusahaan bayangan pada tahun 2009. Saat itu nama Xi Jinping mulai bersinar di kancah politik.

Belum jelas, apa yang menjadi fokus perusahaan itu. Yang telah pasti, perusahaan itu berhenti beroperasi pada 2012. Tahun yang sama dengan melejitnya nama Xi Jinping sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Tiongkok.

Nama lain dari Tiongkok yang juga masuk dalam Panama Papers adalah Li Xiaolin, putri mantan Perdana Menteri Li Peng. Ada pula Jasmine Li, cucu mantan pejabat tinggi Partai Komunis, Jia Qinglin. Kedua perempuan itu menolak permintaan ICIJ untuk berkomentar atas temuan itu.

Adapun nama Li Xiaolin, kian penting sebab dirinya menjabat sebagai wakil presiden perusahaan listrik negara milik Tiongkok. Pada April 2014, Li juga pernah sesumbar bahwa dirinya tak pernah memiliki perusahaan bayangan. Foreign Policy menyebut bahwa salah satu posting yang kena sensor dari Weibo turut mengutip pernyataan itu.

Sebagai catatan, Presiden Xi Jianping dikenal keras dalam menindak perilaku korupsi. Newsweek menyebut, sejak berkuasa pada akhir 2012, Xi telah menargetkan ratusan pejabat perusahaan milik negara, pemerintah, dan militer yang diduga melakukan korupsi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR