PERATURAN DAERAH

Toko di Banda Aceh diimbau tutup menjelang azan

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, berbicara soal imbauan penutupan toko menjelang azan kepada jurnalis di Banda Aceh, Aceh, Senin (19/8/2019).
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, berbicara soal imbauan penutupan toko menjelang azan kepada jurnalis di Banda Aceh, Aceh, Senin (19/8/2019). | Habil Razali /Beritagar.id

Masyarakat yang berdagang di Banda Aceh, Provinsi Aceh, diimbau agar menghentikan segala kegiatan jual-beli minimal 10 menit menjelang kumandang azan salat fardu ain lima waktu. Imbauan ini disampaikan melalui surat yang dikeluarkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, yang ditandatangani pada 31 Juli 2019.

Sejauh ini, imbauan tersebut masih tahap sosialisasi dan belum ada sanksi yang bisa dijatuhkan jika ada pelanggar imbauan. Adapun dasar pengeluaran imbauan itu adalah pelaksanaan syariat Islam di Provinsi Aceh.

Terdapat enam poin dalam surat imbauan bernomor 451/0923 tentang Menghentikan Aktivitas Muamalah Menjelang Azan Berkumandang. Pertama, masyarakat agar menghentikan kegiatan minimal sepuluh menit menjelang azan setiap waktu salat fardu ain dan segera melaksanakan salat secara berjemaah.

Selanjutnya, poin kedua, mengimbau semua kegiatan dihentikan 30 menit menjelang pelaksanaan salat Jumat. "Seluruh masyarakat, baik muslim maupun non-muslim tidak melayani pelanggan/nasabah/konsumen selama waktu pelaksanaan salat fardu berjemaah dan salat Jumat dengan cara menutup tempat usaha menggunakan tanda penutup seperti layar kain atau sejenisnya dan memberikan tanda khusus yang mudah dipahami," demikian bunyi poin ketiga.

Poin keempat; pengurus masjid, musala, badan usaha, kantor pemerintah atau swasta, dan lembaga pendidikan menjelang waktu salat agar menginformasikan kepada masyarakat untuk bersiap-siap melaksanakan salat berjemaah. Poin kelima, para camat diimbau agar memfasilitasi dan mengkoordinasikan mukim dan gampong untuk melaksanakan imbauan.

"Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh dan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) agar melakukan pembinaan, pengawasan, dan penertiban dalam rangka peningkatan pelaksanaan kegiatan dimaksud, pada poin 1, 2, 3, dan 4," demikian petikan poin keenam.

Aminullah Usman, menuturkan imbauan tersebut untuk sementara ini memang dikhususkan kepada pedagang di Kota Banda Aceh. Menurut dia, imbauan baru tahap disosialisasikan dan tidak dikenakan sanksi jika ada warga yang melanggar.

"Kita sudah keluarkan yaitu sepuluh menit sebelum azan agar segera ditutup. Ini masih sekadar imbauan. Ini tidak ada sanksi. Ini kita imbau dan sosialisasi dulu, nanti secara bertahap sampai kepada sanksi," kata Aminullah yang ditemui jurnalis di sela kegiatan di Kantor Camat Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (19/8/2019).

Dia berharap masyarakat, terutama pedagang, mengindahkan imbauan tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat di Banda Aceh masih banyak yang berjualan saat waktu salat fardu berjemaah dilaksanakan. “Kita harapkan ada kesabaran,” ujar Aminullah.

Ia mengumpamakan langkah para pedagang di Kota Makkah, Arab Saudi, yang meninggalkan dagangan mereka begitu waktu salat tiba dan segera melaksanakan salat jemaah. “Mereka semua tutup, tapi penjualan dagangan mereka tidak berkurang, justru bertambah. Mereka tidak ada hasil pertanian, cuma ada satu kurma, tapi mereka kaya raya. Ini karena kedekatan mereka dengan yang menciptakannya, yaitu Allah," tuturnya.

Sementara, Florensa Faurora, pemilik Break Time Coffe di Lueng Bata, Banda Aceh, menyambut baik imbauan itu kendati dirinya belum memperolah secara langsung surat imbauan. Menurutnya, selama ini kafenya selalu tutup 40 menit saat pelaksanaan salat magrib.

“Kita selama ini sih memang sudah bikin itu, kayak magrib memang bikin close order 10 menit sebelum azan magrib sampai 30 menit setelah azan. Jadi kita tutup 40 menit," kata dia, Senin (19/8) malam.

Tetapi sebutnya, andai diimbau tutup setiap salat lima waktu, nantinya dikhawatirkan akan merepotkan untuk buka-tutup. Namun, jika hanya untuk close order ketika waktu yang disebutkan dalam surat imbauan, pihaknya tidak masalah dan akan patuh.

“Selama ini kita tutupnya magrib, tidak ada masalah. Tapi kalau memang harus tutup lima waktu kita kenanya di asar, karena buka setelah zuhur. Kalau kita enggak ada masalah. Paling jangan tutup tokolah, close order lah gitu,” kata dia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR