E-COMMERCE

Tokopedia akan catatkan saham di dua negara

Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, pada Kamis (10/10/2019) di Djakarta Theater.
Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, pada Kamis (10/10/2019) di Djakarta Theater. | Tokopedia /Tokopedia

Unicorn e-commerce, Tokopedia, akan melantai di pasar modal lewat penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dalam waktu dekat. Perusahaan rintisan William Tanuwijaya itu rencananya akan mencatatkan saham di bursa Indonesia dan luar negeri, alias pencatatan ganda (dual listing).

Co-Founder dan CEO Tokopedia itu menyebut rencana dual listing ini bisa membawa Tokopedia lebih dikenal di mata internasional dan berekspansi. Tujuan itu juga menjadi alasan Tokopedia mengenalkan boyband popular asal Korea Selatan, BTS, sebagai duta jenama (brand ambassador) Tokopedia baru-baru ini.

"Kita ingin membawa Tokopedia juga dikenal di luar negeri, kita ingin investor global mengetahui Tokopedia, maka dari itu kita menggandeng BTS untuk jadi ambasador kita, agar dikenal banyak orang dunia," kata William, Selasa (29/10/2019).

Kendati demikian, William tidak menjelaskan secara detil negara mana yang menjadi tempat pencatatan saham. Yang jelas, ia mengatakan bila semuanya berjalan sesuai rencana, perusahaan bisa mencetak EBITDA -- laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi – yang positif, tahun depan.

William percaya diri dengan kondisi keuangan Tokopedia. Dukungan investor besar ditambah keyakinan segera mendapat EBITDA positif membuat Tokopedia siap untuk melantai di bursa saham dalam waktu dekat.

"Kami telah menunjukkan pertumbuhan positif dan siap untuk mencapai break even point (titik impas) pada 2020," ujar William.

Analis pasar modal di Kresna Sekuritas, Etta Rusdiana Putra mengatakan, aksi dual listing akan jauh lebih baik bagi perusahaan teknologi seperti Tokopedia dan Gojek. Jika perusahaan hanya mendaftar di Indonesia, jumlah investor publiknya akan terbatas. Sementara itu, jika terdaftar di bursa saham internasional, jumlah investornya akan lebih besar.

"Selain itu, investor internasional lebih berpengalaman dengan industri digital," kata Putra.

Pencatatan saham ganda bukan hal baru bagi perusahaan Indonesia. Banyak perusahaan swasta yang sudah menjual sahamnya di bursa luar negeri. Saat ini dual listing juga sudah dilakukan BUMN PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang kini sahamnya juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange.

Hal ini lumrah dilakukan pelaku usaha karena kapitalisasi pasar di Indonesia masih kecil dibandingkan dengan pasar di Amerika Serikat, sehingga institusi asing yang bisa masuk pasar Indonesia terbatas. Selain itu, transaksi per hari di pasar saham Indonesia hanya mencapai Rp8 triliun.

Selain bisa lebih dikenal di luar negeri, emiten Indonesia yang sahamnya terdaftar di bursa negara lain juga bisa membuka kesempatan pembiayaan yang lebih luas. Dengan begitu, emiten bisa memperoleh pendanaan yang lebih banyak dibanding ketika terdaftar di BEI saja.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR