PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Tol Bogor-Bandung via Cianjur akan dibangun pada 2020

Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) seksi I yang telah beroperasi di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019).
Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) seksi I yang telah beroperasi di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/1/2019). | Yulius Satria Wijaya /Antara Foto

Tol Bogor-Sukabumi menuju Bandung lewat Cianjur akan segera dibangun pada 2020. Hal ini diamini oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dikutip dari Merdeka.com (11/2/2019).

Hal serupa pun disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja. Bahkan, menurutnya kemungkinan pembangunan bisa dimulai lebih cepat jika pembebasan lahan bisa dimulai pertengahan tahun ini.

"Mungkin pertengahan tahun lah (2019) kita bisa mulai dilakukan persiapan, pembebasan (lahan) segala macam. Kalau kita pembebasannya bisa dapat misalkan 10 km, kita bisa bangun. Paling cepat Agustus," katanya di Kantor Kementrian PUPR, Jakarta, dikutip detikcom, Senin (11/2).

Sebelumnya, rencana ini telah disampaikan oleh Presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam kunjungannya ke Cianjur, Jawa Barat, Jumat pekan lalu. Meski demikian, pemerintah mengakui saat ini masih menentukan lokasi yang tepat untuk proyek tersebut.

"Penetapan lokasi saja belum. Penetapan lokasi dulu. Tapi yang penting itu sudah ada di dalam perencanaan," ujar Jokowi, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (8/2).

Dia juga menjelaskan, tol Bogor-Bandung via Cianjur ini merupakan lanjutan dari tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Karenanya, diharapkan Tol Bocimi segera rampung pada 2020 agar pembangunan tol tersebut dapat segera disambungkan.

Tol ini juga rencananya akan tersambung ke Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas).

Menanggapi hal ini, secara terpisah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bahwa Tol Cigatas saat ini pembangunannya tengah didahulukan.

"Jadi yang prioritas itu adalah Cigatas: Cileunyi-Garut-Tasik. Kemudian nanti ke Cilacap. Nah ini yang Bogor juga mengikut itu Bogor-Cianjur-Bandung, ini yang sedang kita bersamaan. Kita lagi penloknya untuk yang cigatas, kemudian baru dari Bogor-Cianjur-Bandung," imbuhnya seperti dikutip Liputan6.com, Senin (11/2/2019).

Tol Bocimi, yang pembangunannya diinisiasi pada 1997 tetapi kemudian mangkrak, memiliki panjang total 54 km. Pada 1 Desember 2018, Seksi I sepanjang 15,35 km antara Ciawi dan Cigombong selesai dibangun dan telah diresmikan oleh Jokowi. Masyarakat pun sudah bisa melaluinya.

Dua seksi berikutnya, masing-masing sepanjang 11,9 km (Cigombong-Cibadak) dan 13,7 km (Cibadak-Sukabumi), masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada 2020.

“Seksi II dengan luas lahan bebas 141,1 ha tahap pembesan baru 60 persen. Sedangkan Seksi III luas lahan 17,4 ha dan masih dalam tahap pembebasan," papar Joko Susilo, pimpinan proyek (pimpro) Tol Bocimi dari PT Trans Jabar Tol, dalam RadarBogor (15/1).

Pembangunan ruas-ruas tol tersebut diharapkan dapat menjadi jalan alternatif yang memudahkan mobilitas logistik dan masyarakat.

Tak hanya Bocimi, menjelang akhir periode pertama masa jabatannya, Jokowi juga mendesak penyelesaian pembangunan sejumlah ruas tol. Hal ini sempat disampaikannya dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

"Saya sampaikan jangan Mei atau Juni. Saya minta April. Kenapa April, tau kan? Saya minta Bakauheni ke Palembang April selesai, bukan untuk apa-apa. Ini pikirannya pasti beda. Supaya bisa kita pakai untuk Lebaran," kata Jokowi disambut tawa hadirin, seperti dikutip Kompas.com (27/11/2018).

"Tapi juga termasuk untuk pemilu itu juga. Udah kita blak-blakan saja," sambung Jokowi.

April yang dimaksud adalah pemungutan suara Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April. Jokowi kembali mencalonkan diri sebagai presiden, didampingi oleh Ma'ruf Amin. Mereka berhadapan dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Adapun tol yang kini menunggu penyelesaiannya ialah Tol Pasuruan-Banyuwangi dan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung-Palembang. Proyek ini ditargetkan untuk segera selesai pada Juni 2019.

Sementara itu Tol Bakauheuni-Terbanggi Besar menunggu untuk diresmikan tahun ini. Lalu, Tol Pasuruan-Probolinggo yang sudah dibuka secara fungsional tinggal menunggu waktu untuk segera diresmikan.

Tol dan wisata

Selain mempercepat pembangunannya, Jokowi juga meminta agar pemerintah di daerah yang dilalui jalan tol tersebut untuk menyambungkannya dengan tempat wisata. Permintaan tersebut diutarakannya saat berbicara dalam acara ulang tahun ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta (11/2).

Hal itu, menurut Jokowi dikutip detikcom, diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata Indonesia yang saat ini pertumbuhannya terbilang tinggi, mencapai 22 persen. Angka tersebut adalah pertumbuhan pada periode Januari-Desember 2017.

Menurut data Kementerian Pariwisata, proyeksi devisa dari para pelancong di Indonesia pada 2018 mencapai 17 miliar dolar AS, naik dari 15 miliar dolar pada tahun sebelumnya. Untuk 2019, Kemenpar memasang target devisa 20 miliar dolar dan infrastruktur jalan yang lebih baik diyakini bisa mendukung pencapaiannya.

Pemerintah pusat, menurut Jokowi, siap membantu jika pemerintah daerah mengalami kesulitan dalam menghubungkan tol dengan lokasi wisata di kawasan mereka.

"Ada tugas daerah membangun konektivitas dengan jalan tol satukan dengan kawasan wisata, ini akan menggerakan ekonomi jauh lebih cepat," tegas Jokowi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR