PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Tol layang Cikampek II bisa dilalui saat liburan Natal dan Tahun Baru

Foto udara yang diambil dengan menumpang Helikopter WhiteSky memperlihatkan suasana jalan tol Cikarang - Cikampek yang lengang pada H -2 Lebaran di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Senin (3/6/2019).
Foto udara yang diambil dengan menumpang Helikopter WhiteSky memperlihatkan suasana jalan tol Cikarang - Cikampek yang lengang pada H -2 Lebaran di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Senin (3/6/2019). | Muhammad Iqbal /Antara Foto

Jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) dipastikan bisa dilalui masyarakat pada akhir tahun ini atau saat libur Natal dan Tahun Baru. PT Jasa Marga (Persero) mengungkapkan hal itu menyusul pembangunan tahap II mencapai 95,11 persen.

Angka tersebut sudah sesuai dengan rencana target pekerjaan konstruksi Tol Jakarta-Cikampek II Elevated pada akhir September 2019. Satu di antara pekerjaan tersisa, 5 persen, adalah relokasi menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di km 17.

Urusan SUTET itu sudah mengemuka sejak Agustus lalu. SUTET itu berada di dekat Apartemen Grand Dhika atau dekat Gerbang Tol Bekasi Timur. Keberadaan SUTET membuat tersisa empat balok beton (box girder) yang belum dipasang.

“Untuk mengatasi sisa pekerjaan tersebut, Jasa Marga akan lebih ketat dalam memonitor dan mengendalikan proses penanganan SUTET di km 17, serta lebih luas lagi melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar didapat metode pelaksanaan pekerjaan yang lebih cepat dan aman," kata Adrian Priohutomo, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, dalam keterangan tertulis pada Senin (9/9/2019).

Secara teknis pekerjaan jalan tol, Jasa Marga tinggal menyelesaikan pengaspalan dan pemasangan expansion joint. Semuanya ditarget selesai pada akhir September ini. Namun untuk operasional, baru bisa dilakukan pada Desember 2019.

"Tol Jakarta-Cikampek II Elevated kami targetkan dapat digunakan secara fungsional pada akhir tahun untuk mendukung pelaksanaan arus mudik Libur Natal dan Tahun Baru 2019 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2020," papar Adrian.

Dibidik selesai pada September, tapi baru bisa dipakai pada Desember. Jasa Marga mengatakan tenggang waktu antara September dan Desember akan digunakan untuk uji laik operasi dan fungsi.

Jasa Marga pun tak mau terburu-buru sebelum memastikan seluruhnya aman untuk digunakan. "Kami kan mau aman semuannya. Kami perkirakan yang paling feasible (memungkinkan) pada akhir tahun sudah bisa beroperasi secara penuh," ujar Direktur Keuangan Jasa Marga Dony Arsal di Jakarta, Rabu (21/8).

Tol Japek II yang dimiliki anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), ini membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat. Panjang totalnya 36,4 km.

Jaln tol senilai kontrak Rp13,53 triliun ini akan melengkapi tol Jakarta-Cikampek yang saat ini ada dan kerap mengalami kemacetan parah. Proyek Japek II dikerjakan sejak 2017 oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk (ACST).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR