KESELAMATAN TRANSPORTASI

Tradisi balon udara mengganggu penerbangan

Festival Balon Udara di Wonosobo, Jawa Tengah, (19/6/2018).
Festival Balon Udara di Wonosobo, Jawa Tengah, (19/6/2018). | Isvara Pranidhana /Shutterstock

Tradisi dan aturan bisa berbenturan. Seperti tradisi masyarakat Indonesia menerbangkan balon udara saban habis Lebaran. Indah dipandang, namun bisa membahayakan pesawat terbang.

Tradisi ini diperkirakan sudah berlangsung lama, berawal dari kebiasaan warga Indo-Eropa yang menetap di Pekalongan pada pmasa penjajahan Belanda.

Hingga kini, tradisi tersebut masih berlanjut. Wonosobo, Jawa Tengah dan Yogyakarta hanya dua dari sekian daerah yang melakukan tradisi ini.

Biasanya warga bergotong-royong membangun balon dengan modal hasil urunan warga. Setelah jadi, balon udara warna-warni diterbangkan pada pagi hari antara pukul 06.00 sampai 08.00 pagi.

Ukuran balon udara beragam. Diameternya bisa mencapai 7 meter dengan tinggi belasan meter. Balon udara bisa melayang 20 hingga 30 ribu kaki.

Balon-balon ini tampak indah, namun bisa berbahaya. Pasalnya, saat dilepaskan ke udara balon tanpa awak ini bisa mengganggu pesawat yang melintas.

"Ketinggian itu merupakan jalur yang sama dengan yang digunakan oleh pesawat terbang. Kalau sampai tersedot ke mesin pesawat, bisa terbakar dan meledak," kata General Manager Air Navigation (Airnav) Indonesia Yogyakarta, Nono Sunaryadi.

Pengamat penerbangan Alvin Lie pun mengatakan betapa berbahayanya balon udara tanpa awak. “Bahan balon ini berpotensi mengganggu pergerakan sayap pesawat, padahal sayap itu, kan, sumber aerodinamika yang menerbangkan pesawat itu sendiri,” terangnya dinukil Tirto.

Festival Balon Udara di Wonosobo, Jawa Tengah, (19/6/2018).
Festival Balon Udara di Wonosobo, Jawa Tengah, (19/6/2018). | Sudarsani Ida Ayu Putu /Shutterstock

Aktivitas menerbangkan balon udara sudah sejak lama dilarang pemerintah. Sebagai upaya sosialisasi keselamatan, berbagai hal sudah dilakukan.

Termasuk Java Balloon Festival 2018 di Wonosobo, Jawa Tengah, Juni 2018. Dalam festival ini balon udara diterbangkan, tapi tidak dilepas.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso yang mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, perhelatan ini adalah sebuah solusi. Memelihara tradisi tanpa mengorbankan keamanan penerbangan.

Tahun ini, acara yang sama juga akan dihelat di Wonosobo dan Pekalongan pada 9 dan 12 Juni 2019. Pihak Airnav Indonesia akan menjadi juri Festival Balon Udara, memilih balon udara terbaik yang sesuai prosedur keamanan AirNav.

Syarat balon udara dalam festival, memiliki tinggi 7 meter diameter 4 meter, dan ditambatkan dengan tali pada ketinggian maksimal 150 meter.

Sanksi pun telah diatur bagi pelanggar. "Saya sampaikan bahwasanya balon udara ini sangat bahaya. Hal tersebut secara tegas telah termuat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, bahwasanya penggunaan atau menerbangkan balon udara tersebut dapat dipidanakan 2 tahun atau paling banyak denda 500 juta,” kata Menhub Budi Karya, (17/6/2018).

Kemenhub juga mengatur penggunaan balon udara dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat (Permenhub 40/2018).

Pada 2018, Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto sempat menyatakan temuan balon udara liar yang membahayakan penerbangan terus berkurang sejak dikeluarkannya Permenhub tersebut.

Nyatanya, kini masih saja ada laporan pelanggaran. Pilot dari berbagai maskapai melaporkan ke Air Nav Indonesia melaporkan gangguan akibat balon udara liar.

Menurut Deputy GM Perencanaan dan Evakuasi Operasi Makassar Air Traffic Service Control (MATSC), Davitson Aritonang, 26 pilot mengeluhkan 28 kasus balon udara. Laporan berarti temuan balon udara terbang hingga di atas 25 ribu kaki.

"Ketinggian terbang balon udara itu mencapai 38.000 kaki, sedangkan di ketinggian itu penerbangan sangat padat,” kata Davitson, (6/6)

Tahun 2018, pihaknya menerima 20 laporan. Sementara total laporan yang diterima AirNav Indonesia, sebanyak 71 laporan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR