TARIF TOL

Trans-Jawa: 905 km, 13 jam, Rp775 ribu

| Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Hanya tiga tahun Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels berkuasa tapi menghasilkan 1.000 kilometer jalan raya Anyer (Jawa Barat) - Panarukan (Jawa Timur). Pekan ini Trans-Jawa, Merak sampai Granti, sepanjang 905 kilometer, resmi beroperasi secara berbayar.

Selama 1808-1811 Daendels berkuasa di Hindia Belanda karena mengemban amanat Prancis. Saat itu Kerajaan Belanda di bawah Napoleon Bonaparte, dan adiknya, Louis Bonaparte, menjadi raja Belanda: Koning Lodewijk. Atas nama Prancis Daendels menghasilkan Jalan Raya Pos. Dengan kerja paksa atau kerja rodi. Tercatat 12.000 nyawa tercabut setelah raga terperas.

Jika perjalanan lancar, Trans-Jawa bisa ditempuh kendaraan golongan satu (mobil penumpang, serta truk dan bus dua poros) selama 13 jam, sejak Merak di Banten hingga Granti di Pasuruan (Jawa Tumur). Total ongkos Rp775.500.

Sebagai jalan yang mengharuskan pengguna membayar, jalan tol Trans-Jawa diharapkan minim hambatan, menghemat waktu dan biaya. Sama seperti cita-cita Daendels: mengemat waktu. Pengiriman pos dari Batavia ke Semarang yang sebelumnya 14 hari bisa diringkas menjadi 5-6 hari (h/t Historia).

Trans-Jawa yang merupakan hasil penyambungan sejumlah jalan tol hanya menerima pembayaran non-tunai. Sama seperti jalan tol lainnya sejak 2018. Untunglah batas saldo maksimum uang plastik sudah naik, dari Rp1 juta menjadi Rp2 juta, sejak Mei tahun lalu.

Maka kepada Kontan.co.id, General Manager E-Banking BNI Anang Fauzie mengatakan bahwa pihaknya akan mempermudah top up saldo uang plastik.

Selama ini top up atau penambahan saldo uang plastik beberapa bank bisa dilakukan di ATM dan Indomaret serta Alfamart. Adapun Flazz, uang plastik BCA, bisa diisi dengan memanfaatkan NFC (near-field communication) pada ponsel yang memuat aplikasi M-BCA.

Tentang jalan yang diharapkan minim hambatan, mestinya juga minim kerusakan. Nyatanya terdapat keretakan di kilometer 321, ruas jalan tol Pemalang-Batang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kemarin berkilah kepada wartawan, "Tidak ada yang rusak. Tapi ada jalan yang retak itu cuma satu kok dibilang banyak."

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR