TRANSAKSI NONTUNAI

Transaksi uang elektronik melonjak saat Idulfitri

Calon penumpang mengisi saldo uang elektronik sebelum menyeberang ke pulau Sumatera di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (30/5/2019). Otoritas pelabuhan Merak-Bakauheni menerapkan sistem pembayaran non tunai untuk meningkatkan efisiensi.
Calon penumpang mengisi saldo uang elektronik sebelum menyeberang ke pulau Sumatera di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (30/5/2019). Otoritas pelabuhan Merak-Bakauheni menerapkan sistem pembayaran non tunai untuk meningkatkan efisiensi. | Asep Fathulrahman /Antara Foto

Infrastruktur tol yang lebih baik disertai peningkatan kualitas layanan menjadi serba digital membantu pertumbuhan bisnis uang elektronik selama musim mudik Lebaran 2019. Tidak hanya di tol, perbankan juga menawarkan masyarakat kemudahan lewat transaksi nontunai baik di pusat perbelanjaan.

Pada masa angkutan Lebaran ini, kebutuhan uang elektronik dipenuhi oleh lima bank yaitu Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, dan BTN, dengan total stok mendekati 90 ribu unit uang elektronik sesuai koordinasi yang telah dilakukan dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero), Kartika Wirjoatmodjo mengatakan volume transaksi uang elektronik atau e-money selama periode mudik Lebaran 2019 tumbuh signifikan. Adapun pertumbuhan tersebut terutama terjadi dari transaksi di jalan tol.

"Kenaikan cukup siginifikan ya saya liat mungkin transaksi naik sekitar 30-40 persen," kata Kartika kepada Merdeka.com, Kamis (6/6/2019).

Sejauh ini, kartu uang elektronik e-money yang diterbitkan Bank Mandiri kurang lebih sebanyak 18 juta kartu. Nilai transaksinya pada Januari-April 2019 telah mencapai Rp4,8 triliun. Dari total nilai tersebut, sebesar 89 persen merupakan transaksi di gerbang tol.

Dalam keterangan resmi perseroan Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas, mengatakan pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur produk uang elektronik Mandiri e-money memudahkan masyarakat melakukan pembayaran tol saat mudik.

Untuk meningkatkan volume transkaksi, Bank Mandiri menyiapkan layanan bergerak di beberapa area peristirahatan tol pada jalur mudik. Pengisian ulang juga dipermudah yang dapat dilakukan di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan toko ritel.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat ini elektronifikasi transaksi telah dilakukan di 50 ruas tol sepanjang 1.780 km yang pengusahaannya dilakukan oleh 33 Badan Usaha jalan Tol (BUJT) menggunakan uang elektronik chip based yang dikeluarkan oleh empat bank penerbit.

Saat ini transaksi nontunai tol sudah 100 persen atau meningkat tajam dibandingkan pada Januari tahun 2017 yang masih 20 persen. Nilai transaksi per tahunnya diperkirakan mencapai Rp12 triliun.

Pengendara mobil memasuki gerbang tol Ngawi, Jawa Timur, Jumat (26/10/2018). Pembangunan ruas tol Ngawi-Sragen sepanjang 51 kilometer tersebut sudah selesai dan siap untuk dioperasikan.
Pengendara mobil memasuki gerbang tol Ngawi, Jawa Timur, Jumat (26/10/2018). Pembangunan ruas tol Ngawi-Sragen sepanjang 51 kilometer tersebut sudah selesai dan siap untuk dioperasikan. | Ari Bowo Sucipto /Antara Foto

Sementara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggunakan momentum Idulfitri untuk menaikkan penggunaan nontunai, yakni kartu debit dan kartu uang elektronik Brizzi. BRI bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) untuk memberikan promosi uang kembali atau cashback hingga 30 persen kepada pelanggan.

Promosi itu untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di 148 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada jalur tol Jawa dan Sumatera. Promo itu berlaku untuk pembelian secara nontunai pada masa mudik Lebaran 2019..

Pemimpin Wilayah BRI Jakarta I, Hari Siaga Amijarso, mengatakan, promo ini sengaja dilakukan untuk meningkatkan konsumen yang menggunakan non-tunai. BRI ingin meningkatkan masyarakat tanpa uang tunai (cashless society).

“Lebaran ini momen tepat untuk mengembangkan bisnis. Karena masyarakat hanya perlu membawa kartu saat libur panjang dalam perjalanan mudik,” katanya kepada Beritagar.id.

Jumlah transaksi dan nilai transaksi uang elektronik setiap tahun memang terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Bank Indonesia, hingga April 2019, nilai transaksi uang elektronik telah mencapai Rp31,4 triliun.

Kinerja itu melanjutkan tren positif sejak uang elektronik pertama kali diperkenalkan. Pada tahun lalu transaksi uang elektronik mencapai pertumbuhan tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Total 2016, selama setahun, volume transaksi 683 juta transaksi, dengan nilai Rp7 triliun. Pada 2017 volume 943 juta nilainya menjadi Rp12,3 triliun. Sedangkan di 2018 volume transaksi menjadi 2,9 miliar transaksi dengan nilai Rp47,1 triliun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR