Tren dari Copenhagen Fashion Week

Ilustrasi
Ilustrasi
© HighKey /Shutterstock

Dibandingkan kota-kota mode seperti Paris, Milan atau New York, Copenhagen Fashion Week tak mendapat lampu sorot seterang tiga kota tersebut.

Padahal, banyak yang bisa diintip dari pekan mode di negara Denmark ini. Misalnya beragam tren seperti diprediksi oleh Vogue.

Salah satu tren yang akan kian diminati ialah blazer. Pemakaian blazer yang biasanya hanya dimanfaatkan untuk acara formal akan marak dikenakan untuk sehari-hari.

Ketimbang memadukannya dengan celana atau rok setelan, Anda bisa mengenakan jins atau celana pendek. Padukan dengan scarf untuk tampilan yang lebih modis tetapi tetap simpel.

Selain blazer, Copenhagen Fashion Week juga diramaikan oleh para perancang yang meluncurkan koleksi piama. Namun jangan salah, piama bukan untuk keperluan tidur.

Maklum, tren piama untuk pakaian sehari-hari sebenarnya mulai marak di panggung mode sejak dua tahun silam.

Cecilie Bahnsen, salah satu perancang yang banyak diperbincangkan tahun ini, menawarkan gaun serupa pakaian tidur yang kental nuansa baroque dalam balutan warna putih. Gaunnya terbuat dari bahan sutera hingga memberi kesan elegan bagi pemakainya.

Ada juga Mark Kenly Domino Tan yang menampilkan deretan piama dan baju tidur bermodel longgar. Koleksinya didominasi oleh warna tenang seperti cokelat atau biru tua.

Sedangkan All at Sea jadi pilihan yang tepat bagi para lelaki bila ingin tampil bergaya dengan kemeja ala piama kekinian.

Tak hanya itu, menurut InStyle, para pegiat mode di Copenhagen terlihat seperti orang-orang yang selalu ingin tampil berbeda. Mereka berkreasi seunik mungkin.

Misalnya cara baru mengenakan kemeja. Kancing kemeja dibiarkan terbuka hingga setengah, lalu dibuat seolah off shoulder. Ada juga yang membuatnya seolah asimetris.

Tren pakaian renang yang belakangan marak pun turut menginvasi Denmark. Pakaian renang bermodel terusan dikenakan sebagai atasan, lalu celana piama berwarna senada sebagai padanannya.

Ada juga yang memanfaatkan kimono yang biasa dikenakan sebagai baju tidur sebagai luaran. Di dalamnya, kenakan kemeja dan celana dengan warna berbeda.

Tren yang bermunculan tak hanya berasal dari dunia mode, dunia kecantikan pun tak mau kalah. Perempuan Copenhagen, seperti halnya perempuan Eropa lain juga memegang prinsip "less is more". Gaya dandanan minimalis nyaris selalu jadi pilihan.

Namun bukan berarti mereka tak berias sama sekali. Tampil paripurna dengan gaya no makeup makeup bisa Anda aplikasikan.

Sebelum berias, pakailah micellar water untuk membersihkan kulit dari sisa debu dan noda. Setelah itu kenakanlah alas bedak tipis-tipis, sedikit bedak dan pelembap bibir. Boleh juga menambahkan pulasan tipis lipstik sewarna bibir.

Jika ingin memakai riasan alis, cobalah untuk menggambarnya sealami mungkin. Setelah itu sikat alis agar lebih rapi.

Butuh inspirasi? Beberapa model asal Copenhagen yang diramal akan jadi bintang besar.

Salah seorangnya, Nina Marker, yang memiliki cukup banyak penggemar di Denmark. Mungkin karena sepintas wajahnya memiliki kemiripan fitur, termasuk alis, dengan supermodel Cara Delevingne.

Kariernya cukup cemerlang. Ia pernah beraksi untuk pagelaran busana Saint Laurent, Stella McCartney, dan Chanel.

Ada pula Marie Louise Wedel. Model yang memiliki nama besar di Denmark ini dikenal karena posturnya yang dianggap sempurna untuk memeragakan pakaian renang. Wedel pun nyaris selalu tampil dengan riasan minim serta wajah yang tampak selalu segar.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.