GEGER HOAKS

Tri Susanti ditahan untuk sementara waktu

Tersangka kasus dugaan rasialisme, ujaran kebencian, dan hoaks, Tri Susanti, memberi keterangan kepada para jurnslis di Markas Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/9/2019).
Tersangka kasus dugaan rasialisme, ujaran kebencian, dan hoaks, Tri Susanti, memberi keterangan kepada para jurnslis di Markas Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/9/2019). | Tangkapan layar /Berita Satu TV

Tersangka kasus dugaan rasialisme, ujaran kebencian, dan hoaks di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Tri Susanti alias Susi, resmi ditahan Polda Jatim. Penahanan Susi dilakukan polisi setelah melakukan pemeriksaan selama 12 jam sejak siang hari di Markas Polda Jatim di Surabaya pada Senin (2/9/2019).

Kuasa hukum Susi, Sahid, menjelaskan kliennya mendapat 37 pertanyaan. Semuanya soal pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya hingga urusan isu perusakan bendera merah putih.

"Pertanyaanya seputar tanggal 14 (14 Agustus 2019), hingga kejadian di Asrama Papua. Dan juga terkait bendera merah putih yang patah," jelas Sahid dalam Suara.com, Selasa (3/9) dini hari.

Menurut Sahid, kliennya hanya disangkakan melanggar pasal 28 ayat 2 Undang-undang tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) soal penyebaran berita bohong atau hoaks.

Adapun dalam kabar terdahulu, Susi dijerat dengan pasal berlapis pasal 45 A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan atau Pasal 4 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan atau ayat 2 dan atau Pasal 15 KUHP.

Sahid pun merasa kecewa melihat kliennya ditahan meski untuk sementara 1 x 24 jam. Sebelumnya Sahid meminta Susi tidak ditahan.

Pemeriksaan Susi pada Senin kemarin adalah jadwal baru. Ia sedianya diperiksa pihak berwajib pada akhir bulan lalu (30/8), tapi urung terlaksana lantaran sakit.

Di sisi lain, Susi menegaskan tidak melontarkan ujaran rasialisme saat menjadi koordinator lapangan (korlap) aksi demo di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. "Tidak (rasis)," katanya singkat dikutip detikcom.

Adapun kuasa hukum lainnya yang mewakili Susi, Ari Hans Simaela, mengatakan kliennya belum ditahan. Ari menyebut Susi masih berada di Polda Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, karena pemeriksaan belum sepenuhnya selesai.

"Belum, belum ada (penahanan). Masih dilanjutkan besok, sementara masih di polda," kata Ari saat ditemui Merdeka.com usai mendampingi Susi, Selasa (3/9) dini hari WIB.

Selain Susi, kasus ini juga memiliki satu tersangka lain dengan inisial SA. Polisi juga memeriksa SA pada Senin dan dilaporkan Kumparan selesai pada pukul 22.06 WIB.

Dengan mengenakan kemeja lengan panjang abu-abu dan peci putih, SA berjalan sambil menutupi wajahnya dengan masker. Ia menghindari pertanyaan para jurnalis.

Menurut informasi dari polisi, SA berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto pekan lalu mengatakan SA ditetapkan sebagai tersangka ujaran rasialisme. Ia pun dijerat dengan Undang-undang nomor 40 tahun 2008 tentang diskriminasi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR