RINGKASAN SEPEKAN

Tsunami Selat Sunda, liburan Natal, dan Freeport

Gabungan foto untuk ringkasan berita sepekan periode 22-29 Desember 2018.
Gabungan foto untuk ringkasan berita sepekan periode 22-29 Desember 2018. | Antara Foto /Antara Foto

Pekan terakhir tahun ini ditutup dengan kabar duka. Tsunami menerjang Banten dan Lampung. Tsunami yang disebabkan longsoran Gunung Anak Krakatau yang meletus itu telah menewaskan 430 orang dan ribuan orang mengungsi.

Beritagar.id yang datang ke lokasi kejadian di Pandeglang dan Lampung, memotret kepedihan dan semangat korban tsunami sampai kegigihan para relawan.

Duka akibat tsunami itu muncul ketika sebagian besar masyarakat di Indonesia tengah berlibur panjang menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Liburan panjang telah membuat lonjakan lalu lintas di segala moda.

Berita yang menyita perhatian lain adalah divestasi Freeport. Pemerintah secara resmi merampungkan peralihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia.

Rampungnya proses peralihan saham mayoritas PT Freeport Indonesia menyisakan banyak rumor tak sedap, mulai dari tudingan membeli lahan sendiri, gadai aset ke asing, hingga biaya divestasi.

Di ajang Pemilu 2019, sorotan muncul dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang mengalami pekan muram. Dua masalah datang hampir bersamaan dari luar dan internal partai itu sendiri.

Peristiwa yang menjadi sorotan lain adalah kasus penembakan Letnan Kolonel CPM Dono Kuspriyanto (54). Kecelakaan kecil seperti menyerempet kendaraan tak seharusnya berakhir dengan hilangnya nyawa. Tetapi itulah yang terjadi di Jakarta. Berikut ringkasan berita sepekan periode 22-29 Desember 2018:

Tsunami Selat Sunda, kisah kasur hingga anggaran bencana

Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 sehingga mengakibatkan tsunami.
Foto udara letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 sehingga mengakibatkan tsunami. | Nurul Hidayat /Antara Foto

Tsunami Selat Sunda yang menewaskan ratusan orang di Pandeglang dan Lampung Selatan pada Sabtu (22/12/2018) telah memunculakn beragam kisah.

Ada kasur yang menyelamatkan Saipudin, pemilik warung bakso di Kampung Sumur, Sumberjaya, Pandeglang, Banten.

Kisah kerja keras relawan yang mendampingi anak-anak di Labuan, Pandeglang pun cukup membuat besar hati: banyak orang baik di Indonesia.

Di Lampung, pengakuan petugas keamanan di Pantai Kalianda mengisahkan ombak menghantam dan meluluhlantahkan pantai.

Kisah pengungsi tsunami serta dampak kerusakan di Pandeglang dan Lampung dapat disimak melalui galeri foto Beritagar.id. Ada foto yang berkisah tentang warga Sumur, penampakkan Gunung Anak Krakatau serta dampaknya, sampai damai Natal dan doa untuk korban bencana.

Selain beragam kisah humanis, duka di Banten dan Lampung itu kembali mengingatkan pada lemahnya mitigasi bencana di Indonesia. Kecilnya anggaran untuk lembaga yang berkaitan dengan mitigasi bencana, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun kembali menjadi sorotan.

Anggaran mitigasi bencana sempat mencuat ketika rentetan bencana seperti gempa di Lombok serta gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Bencana selalu datang kapang saja di seluruh penjuru Indonesia, tetapi tetapi anggaran untuk lembaga yang berurusan dengan bencana mengalami penurunan.

Kesibukan arus mudik Natal 2018

Bus tujuan Solo diberangkatan dalam rangka Mudik Bareng Guyub Rukun Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bersama Kementerian Perhubungan dan Jasa Raharja, di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (22/12/2018).
Bus tujuan Solo diberangkatan dalam rangka Mudik Bareng Guyub Rukun Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bersama Kementerian Perhubungan dan Jasa Raharja, di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (22/12/2018). | Aprillio Akbar /Antara Foto

Pekan ketiga Desember 2018 menjadi titik puncak arus mudik Natal 2018. Secara keseluruhan, pelaksanaan arus mudik baik di darat, laut, maupun udara, berlangsung kondusif.

Kepadatan terpantau melalui jalur darat. Trans Jawa menjadi primadona pemudik dari Jakarta menuju Jawa dan sekitarnya.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang Utama--Tol Jakarta-Cikampek--mencapai 172.000 unit selama periode 21-22 Desember 2018.

Jumlah ini meningkat 46 persen dari volume lalu lintas normal yang mencapai 117.669 kendaraan.

Distribusi lalu lintas dari Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke Jalur Utara (Via GT Palimanan dan GT Cikampek) sebesar 54,9 persen. Sementara, kendaraan yang menuju Jalur Selatan (via GT Sadang dan GT Cileungi) sebesar 45,1 persen.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang terpantau tujuan domestik merajai aktivitas penerbangan selama tiga hari, Jumat, Sabtu, dan Minggu (21-23 Desember 2018).

Pada Jumat misalnya, terjadi 1.083 penerbangan pesawat jalur domestik berbanding dengan 276 penerbangan jalur internasional. Angka ini melonjak 2,49 persen dibandingkan mudik Natal 2017.

Jumlah penumpang yang tercatat melakukan perjalanan pada hari itu diketahui mencapai 214.249 penumpang, atau naik sekitar 4,8 persen dari periode Natal tahun 2017 yang mencapai 204.428 penumpang.

Lonjakan penumpang tak jauh berbeda pada Sabtu (22/12/2018). Tercatat ada sekitar 215.000 penumpang memadati Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan komposisi terbanyak berada di Terminal I dan 3.

Divestasi Freeport

Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot (kedua kanan) berbincang bersama Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial (kedua kiri), CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson (kanan) dan Dirut PT Inalum Budi G Sadikin (kiri) seusai penyerahan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) kepada PT Freeport Indonesia di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/12/2018).
Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot (kedua kanan) berbincang bersama Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial (kedua kiri), CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson (kanan) dan Dirut PT Inalum Budi G Sadikin (kiri) seusai penyerahan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) kepada PT Freeport Indonesia di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/12/2018). | Hafidz Mubarak A /Antara Foto

Pemerintah secara resmi merampungkan peralihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia, Jumat (21/12/2018). Penggenapan terjadi setelah kurang lebih dua tahun negosiasi intensif melibatkan pemerintah, induk usaha industri pertambangan, dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero.

Peresmian divestasi tersebut ditandai dengan pembayaran dan penerbitan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) sebagai pengganti Kontrak Karya (KK) Freeport Indonesia yang telah berjalan sejak 1967 dan dimutakhirkan pada 1991 dengan masa berlaku hingga 2021.

Penerbitan IUPK ini memberi kepastian hukum dan usaha kepada Freeport Indonesia untuk melakukan operasi 2 x 10 tahun hingga 2041, serta mendapatkan jaminan fiskal dan regulasi. Namun, Freeport Indonesia juga diwajibkan membangun pabrik peleburan (smelter) dalam kurun lima tahun.

Terkait dengan pengalihan saham, Inalum telah membayar $3,85 miliar AS kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto. Inalum mendapatkan sebagian saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia sehingga kepemilikan Inalum meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen.

Rampungnya proses peralihan saham mayoritas PT Freeport Indonesia menyisakan banyak rumor tak sedap, mulai dari tudingan membeli lahan sendiri, gadai aset ke asing, hingga biaya divestasi.

Akuisisi saham PT Freeport Indonesia oleh Inalum tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada yang beranggapan bahwa pemerintah bisa mendapatkan mayoritas sahamnya secara gratis dengan menunggu Kontrak Karya (KK) Freeport berakhir pada 2021.

Asumsi mengenai saham yang gratis itu dinilai sesat oleh pakar hukum tata negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Ia mengatakan, proses akusisi saham Freeport tidak seperti mengambil alih rumah yang telah habis masa kontraknya. KK Freeport hanya bisa diakhiri dengan negosiasi.

PAN Goyah sebelum Pilpres

Ketua MPR dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (tengah) berswafoto dengan warga saat menghadiri temu tokoh nasional dengan petani di Tegalroso, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (5/11/2018).
Ketua MPR dan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (tengah) berswafoto dengan warga saat menghadiri temu tokoh nasional dengan petani di Tegalroso, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (5/11/2018). | Anis Efizudin /Antara Foto

Pekan ini adalah pekan yang muram buat Partai Amanat Nasional (PAN). Dua masalah datang hampir bersamaan menerpa partai politik yang lekat dengan Amien Rais. Masalah datang dari luar dan internal partai itu sendiri.

Rabu (26/12/2018) lima pendiri PAN lewat surat terbuka meminta Amien Rais mundur dari aktivitas politik. Ada lima alasan, dua di antaranya karena Amien dinilai telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk meraih kekuasaan. Amien juga dinilai terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya.

Lima nama pendiri dan penggagas PAN, yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin.

Zumrotin menyatakan, dalam pengamatan mereka PAN sudah jauh melenceng dari visi misi berdirinya partai yang inklusif dan tidak memosisikan diri mewakili golongan tertentu.

Di dalam, sejumlah pengurus PAN malah mundur dari jabatan mereka. Setidaknya, sudah tiga orang yang menyatakan mundur. Mereka adalah Agung Mozin (Ketua Badan Cyber dan Multimedia), Nasrullah (Bendahara Umum), dan Putra Jaya Husin (Sekretaris Dewan Kehormatan).

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Aditya Perdana menyatakan, PAN sebagai partai politik mengalami permasalahan serupa seperti partai lain, di mana garis partai masih dikendalikan para tokoh pendirinya sehingga sulit untuk bergerak secara mandiri.

Menurutnya, persoalan desakan mundur Amien itu tak lepas dari isu Pilpres, di mana manuver Amien yang sangat getol mendukung Prabowo Subianto sehingga bagi beberapa kalangan dianggap kelewat batas dari komitmen berdirinya partai.

Kecelakaan kecil yang berujung tewasnya letkol TNI AD

Sejumlah anggota TNI memanggul jenazah korban penembakan anggota TNI Letkol CPM Dono Kuspriyanto saat akan dimakamkan di Pemakaman Pahlawan Dreded Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018).
Sejumlah anggota TNI memanggul jenazah korban penembakan anggota TNI Letkol CPM Dono Kuspriyanto saat akan dimakamkan di Pemakaman Pahlawan Dreded Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). | Yulius Satria Wijaya /Antara Foto

Kasus kecelakaan kecil seperti menyerempet kendaraan tak seharusnya berakhir dengan hilangnya nyawa. Tetapi itulah yang terjadi pada Letnan Kolonel CPM Dono Kuspriyanto (54).

Perwira menengah yang bertugas di Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) itu tewas diterjang peluru di Jl. Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018) malam.

Orang yang diduga menjadi pelaku penembakan telah ditangkap pada Selasa (26/12) pukul 04.00 WIB dan kemudian diketahui bahwa ia juga seorang aparat militer negara dari TNI Angkatan Udara.

Insiden itu terjadi pada Selasa malam (25/12), sekitar pukul 23.20 WIB. Warga dikagetkan oleh suara tembakan yang berasal dari depan RS Hermina, Jatinegara Barat. Seorang saksi menyatakan mendengar senjata meletus empat kali.

Mereka langsung melaporkannya ke polisi yang segera bergerak ke tempat kejadian perkara.

Polisi lalu memeriksa sebuah mobil Toyota Kijang yang berhenti dengan mesin menyala. Di dalamnya mereka menemukan sesosok tubuh yang bersimbah darah dan kemudian diketahui terluka akibat peluru yang menyerempet kepalanya dan menembus perutnya.

Korban telah tewas saat ditemukan dan kemudian diketahui merupakan anggota TNI Angkatan Darat yang sedang berpakaian preman (tidak menggunakan pakaian dinas). Tak jauh dari mobil tersebut, ditemukan pula sepeda motor Yamaha NMax yang tampaknya digunakan pelaku penembakan, lantas ditinggal.

Mengetahui korban adalah tentara aktif, polisi dan TNI AD segera membentuk tim gabungan untuk mencari pelaku penembakan.

Tak butuh waktu lama, tim gabungan tersebut berhasil menangkap pelaku pada Rabu (26/12) di daerah Pasar Jengki, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Mengutip CNN Indonesia, penangkapan dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB.

Terduga pelaku ternyata juga anggota militer dari TNI Angkatan udara berinisial JR. Usianya 39 tahun dengan pangkat sersan dua (serda) dan bertugas di Puspom TNI AU.

Meski banyak kejanggalan, kasus ini disebut hanya kriminal di jalan raya. Kepala Penerangan Kodam Jakarta Raya (Kapendam Jaya) Kolonel (inf) Kristomei Sianturi menegaskan bahwa kasus tersebut murni kriminal dan tidak terkait isu-isu lain.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR