MENJELANG PILPRES 2019

Tugas tim kampanye capres adalah menyerang lawan

| Antyo / Salni Setyadi / Beritagar.id

EDUKATIF? | Ada dua tiga macam cara berjualan jamu. Pertama: cukup bilang, "Jamu kami andal". Kedua: "Jamu kami lebih mustajab ketimbang jamu yang itu." Ketiga: "Jangan beli jamu yang itu."

Dalam kampanye Pilpres 2019, masing-masing kubu – baik sekadar pendukung maupun anggota tim kampanye – gemar melontarkan ucapan negatif terhadap lawan.

Misalnya tanggapan Mohammad Guntur Romli, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia. Pekan lalu di Twitter ia menyerang ucapan Prabowo Subianto bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok itu penting.

Bagi Guntur hal itu "menarik" karena kubu Prabowo sering menautkan Joko "Jokowi" Widodo dengan asing, aseng, dan komunis. Kritik serupa juga terlontarkan oleh Dedi Mulyadi, ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat untuk Jokowi-Ma'ruf.

Di sisi berseberangan, kubu Prabowo juga melontarkan pengingat sekaligus kritik terhadap Jokowi. Setelah Fadli Zon dari Gerindra bilang bahwa sebagai capres petahana, Jokowi jangan berkampanye naik pesawat kepresidenan, lalu muncul lagi isu seputar pesawat.

Juru bicara Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono (Gerindra), menyatakan tak ingin bantuan yang diberikan Jokowi di luar tugasnya sebagai presiden – untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah – memanfaatkan fasilitas negara.

Kemarin (30/9/2018) Jokowi ke Palu, dari Surakarta, Jawa Tengah, dengan menumpang pesawat TNI Angkatan Udara. Di lokasi tujuan, Jokowi sebagai penglima tertinggi mengenakan seragam loreng militer.

Kalaupun dalam saling serang itu mengandung sisi kemajuan, mungkin dalam hal pelibatan Prabowo. Menurut guyon selama ini, bagi kaum pro-Jokowi pastilah Jokowi selalu baik dan benar. Tapi bagi golongan pro-Prabowo, Jokowi sudah pasti buruk dan salah.

Persamaan kedua kubu adalah jarang membahas Prabowo. Tapi apa pun rumus pesan masing-masing kubu, mestinya mereka mengutamakan pendidikan politik yang elegan: meyakinkan rakyat tentang hal terbaik yang dapat mereka lakukan. Bukan perang pernyataan yang seolah menghibur khalayak sebagai tontonan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR