TATA KOTA

Upaya Anies benahi daerah kumuh di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/1/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam jumpa pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (26/1/2019). | Dadang Kusuma WS /Antara Foto

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan baru saja menyusun rencana tata ruang Ibu Kota. Langkah ini diambilnya untuk menghilangkan kawasan kumuh di Jakarta.

"Perencanaan RTRW yang baru nanti harapannya akan bisa membuat rencana tata kota yang memungkinkan dilakukan urban renewal bukan saja oleh pemerintah tetapi juga di kerjakan oleh private sector," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, seperti dikutip Tempo.co, Rabu (30/1/2019).

Saat ini, ujar Anies, Pemprov DKI tengah mengadakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang). Pihaknya menampung usulan pengurus RT dan RW terkait penataan wilayah Jakarta.

Salah satu yang disoroti adalah koefisien luas bangunan (KLB) yang berbeda-beda. Perbedaan KLB menyebabkan investor tidak berani membangun gedung di tempat-tempat yang tidak strategis.

"Caranya begini, misalnya, sebuah wilayah bukan kita yang melakukan (penataan) saja. Sebuah wilayah begitu KLB-nya diubah, apa yang terjadi, di situ terjadi transaksi ekonomi. Kenapa? Karena sekarang (swasta) bisa membangun dengan KLB yang lebih tinggi," jelas Anies kepada detikcom, Rabu (30/1).

Anies juga menjabarkan wilayah-wilayah yang termasuk daerah kumuh di Jakarta. Wilayah itu disebutnya dengan istilah Kupat Miskin.

"Anda lihat sungai, ambil kanan kiri, hampir pasti di situ akan ketemu kupat miskin, kumuh, padat, miskin," cetusnya dalam Kompas.com, Rabu (30/1).

Jika berhasil menarik minat pihak swasta, rencana tata ruang ini juga diharapkan dapat memeratakan kegiatan ekonomi di Jakarta. Terutama pada wilayah-wilayah yang selama ini tak dimasuki kegiatan ekonomi.

Dia juga memastikan semua pembangunan, baik dari daerah atau pusat, nantinya harus mengikuti rancangan RTRW yang dibuat Pemprov DKI. Hal tersebut pun telah disampaikannya dalam berbagai kesempatan. Dimulai dari pertemuannya dengan Wakil Presiden Jusuf "JK" Kalla yang baru saja dilakukan hingga sidang kabinet.

Sebelumnya, kritik soal kumuhnya Jakarta sempat dikatakan oleh JK usai meninjau kawasan Jakarta dengan menggunakan helikopter, Senin (28/1). JK melintasi wilayah Slipi, Simpang Semanggi, Tol Jagorawi, Cawang Taman Mini dan Cilitan.

Kemudian ia lanjut ke Cikunir, Gerbang Tol Tambun, Cakung arah Utara Tol Tanjung Priok dan ditutup ke Pantai Indah Kapuk, sebelum kembali ke Monas.

"Jalan Thamrin ini tidak beda dengan Singapura, begitu ke belakang Jalan Thamrin, atau ke Tanjung Priok itu sama dengan daerah-daerah, kota-kota lain (yang kumuh) kayak Kalkuta (Kolkata-India), Bangladesh, kayak Manila (Filipina), kumuh lah," ujar JK dilansirOkezone, Senin (28/1).

Saat itu, Anies tak membantah. Dia justru menyebut pendapat JK bukanlah kritik, melainkan fakta. JK pun meminta Anies untuk segera menyusun rencana tata ruang dan tata wilayah di wilayahnya secara baik dan memperhatikan kawasan yang kumuh.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR