PARIWISATA

Upaya Banten pulihkan pariwisata lewat Festival Tanjung Lesung

Peserta memacu sepeda ketika mengikuti Rhino Cross Triathlon 2018 di Kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (30/9/2018).
Peserta memacu sepeda ketika mengikuti Rhino Cross Triathlon 2018 di Kawasan KEK Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (30/9/2018). | Wahyu Putro A /Antara Foto

Setelah sempat diporak-porandakan gempa dan tsunami Selat Sunda pada Desember 2018, Provinsi Banten tengah berupaya untuk bangkit. Pergelaran Festival Tanjung Lesung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, pada 27-29 September 2019, menjadi salah satu penandanya.

"Pasca peristiwa bencana 2018, Banten kini bangkit dan pulih, siap menerima kunjungan para wisatawan," kata Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calendar of Events, Esthy Reko Astuty, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

"Pemerintah Indonesia begitu mendukung penyelenggaraan event kebanggaan masyarakat Banten ini dengan memasukannya dalam kalender 100 event pariwisata nasional."

Festival Pesona Tanjung Lesung telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya. Acara ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, dan pengelola KEK Tanjung Lesung, PT Banten West Java Tourism Development.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati, menyatakan festival tersebut diselenggarakan untuk menunjukkan bahwa Provinsi Banten dan Pandeglang sudah pulih dari bencana yang menewaskan lebih dari 400 orang itu.

Eneng berharap acara tersebut bisa menarik kembali wisatawan untuk datang ke wilayah Banten, terutama KEK Tanjung Lesung.

"Dulu target kunjungan (Festival Tanjung Lesung) 30.000 wisatawan. Karena bencana, target kami 10 ribu. Minimal 5.000 orang datangi Festival Tanjung Lesung nanti," jelasnya, dikutip Liputan6.com.

Soal keamanan pelancong, ia menyatakan Pemprov Banten, dibantu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah mengambil langkah-langkah antisipatif. "BMKG memberikan dukungan. Mereka akan memasang tiga perangkat yang memantau langsung status permukaan air laut, iklim, dan kegempaan," kata Eneng.

Perangkat tersebut akan dipasang di venue utama di kawasan Lalassa Beach Club, Tanjung Lesung, sehingga masyarakat juga bisa turut menyaksikannya.

Tiga acara utama

(dari kiri) Dirut PT Banten West Java selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Poernomo Siswoprasetijo, Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata bidang Manajemen Calendar of Events Esthy Reko Astuty, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, dan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang E. Wiraatmaja memberi keterangan pada konferensi pers jelang perhelatan akbar Festival Tanjung Lesung 2019 di Jakarta, Kamis (19/9/2019).
(dari kiri) Dirut PT Banten West Java selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung Poernomo Siswoprasetijo, Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata bidang Manajemen Calendar of Events Esthy Reko Astuty, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, dan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang E. Wiraatmaja memberi keterangan pada konferensi pers jelang perhelatan akbar Festival Tanjung Lesung 2019 di Jakarta, Kamis (19/9/2019). | Indrianto Eko Suwarso /Antara Foto

Sama seperti tahun lalu, ada tiga acara utama yang menjadi bagian dari Festival Tanjung Lesung 2019, yakni Pasar Kolecer, Rhino Cross Triathlon (Rhino X-Tri), dan Mountain Bike Cross Country Marathon (MTBXCM).

Pasar Kolecer, dituturkan Bupati Pandeglang Ina Narulita, akan menjadi daya tarik utama festival tersebut. Pada pasar itu akan ditampilkan berbagai karya industri kreatif warga Pandeglang, pergelaran seni, dan pentas musik.

Kompetisi Rhino X-Tri akan memasuki edisi ketiganya sejak debut pada 2017. Kali ini ada dua kategori yang dipertandingkan, yaitu Rhino (kombinasi renang 1.000 meter, bersepeda 20 km, dan lari 10km) dan Bull (renang 500 meter, bersepeda 10km, dan lari 5 km).

Ada tiga kelompok umur pada Rhino X-Tri, yaitu Open (20-39 tahun), Master (40 tahun ke atas), dan Youth (13-19 tahun).

Sementara pada MTBXCM akan dipertandingkan kategori Women's Open, Men's Open, Men's Junior dan Men's Master.

"Saat ini hampir 200 peserta Rhino X-Tri dan MTBXCM dari lima negara telah mendaftar untuk berkompetisi memperebutkan total hadiah lebih dari Rp200 juta," kata Direktur Utama PT Banten West Java, Poernomo Siswoprasetijo.

Festival Tanjung Lesung juga sekaligus memperingati hari badak sedunia yang jatuh pada tanggal 22 September. Oleh karena itu penyelenggara juga menyiapkan beberapa acara terkait hewan bercula satu yang langka tersebut.

"Ada Rhino Trip, kunjungan ke Ujung Kulon. Ada kapal bagi peserta yang akan melakukan kunjungan ke Taman Nasional Ujung Kulon," papar Eneng kepada Tempo.co. Selain itu ada Rhino Edutainment untuk edukasi tentang lingkungan hidup.

Kemudian, Rhino Camp, yang diselenggarakan komunitas karavan penghobi petualangan, dan, terakhir, Rhino Bazar, yang diadakan di kawasan hotel.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR