TUJUAN WISATA

Upaya memperkenalkan Geopark Ciletuh kepada dunia

Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat.
Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat. | chamars2000 /Shutterstock

Pembangunan pariwisata Jawa Barat saat ini masih tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lain, terutama Bali dan Banyuwangi, Jawa Timur. Padahal ada beragam potensi wisata yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat luar dan berpotensi besar jika digarap secara serius.

Demikian disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka kejuaraan selancar berskala internasional Amazing Geopark Adventure Tourism (AGAT) 2017 di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (14/10/2017), seperti dikutip PikiranRakyat.com.

"Butuh komitmen yang kuat dari pemerintah provinsi dan juga pemerintah daerah (kabupaten kota) untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata," ujar Arief.

Ia menambahkan, pemerintah Jawa Barat telah mengajukan enam daerah untuk dikembangkan sebagai destinasi berkelas dunia. Keenam destinasi pariwisata tersebut adalah, Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Jatiluhur (Purwakarta) perkebunan Walini (Bandung Barat), Jatigede (Sumedang), Kertajati (Majalengka) dan Pangandaran.

Dalam acara tersebut, menteri asal Banyuwangi itu, juga beberapa kali melontarkan pujiannya untuk keindahan alam Geopark Ciletuh.

"Geopark Ciletuh ini sangat bagus. Event Amazing Geopark Adventure Tourism juga sangat bagus. Dua-duanya harus dikelola secara profesional agar mencapai sasaran yang optimal," kata Menpar Arief Yahya, seperti dilansir Republika.co.id.

Tak salah memang, pasalnya Geopark Ciletuh telah memiliki modal yang kuat untuk tampil sebagai salah satu bintang di pariwisata Indonesia.

Pada awal Agustus 2017, Geopark ini juga sudah dinilai tim UNESCO--badan PBB untuk masalah pendidikan, sains, dan budaya. Bila dinyatakan lulus, Ciletuh akan dilambungkan menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) dan menjadi destinasi wisata dunia. Saat ini ada 127 UGG yang terletak di 35 negara.

Status sebagai UGG akan berarti penting karena, selain menjadi sebuah kebanggaan, badan PBB itu akan membantu pelestarian dan promosi daerah tersebut.

"Potensinya juga sangat besar. Keindahan alamnya lengkap, ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu harus cepat dikembangkan, agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya," ucap Arief.

Ditambah lagi, destinasi tersebut dikelilingi hamparan tanah aluvial dengan batuan unik, pemandangan yang indah serta pantai yang ombaknya jadi favorit para peselancar dunia.

Lalu ada beberapa keindahan alam lain yang tak kalah menariknya di kawasan tersebut.

Tengok saja Curug Gentong, air terjun yang memiliki beberapa lantai. Di setiap lantainya Anda bisa menjumpai kolam-kolam dengan air yang biru jernih. Ada Curug Cimarinjung yang memiliki dinding dengan lapisan batu serta hamparan vegetasi penutup tanah seperti karpet dengan ketinggian 70 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, ada pemukiman penduduk di Kasepuhan Ciptagelar yang tampak cantik dengan hamparan padi dan berlatar belakang pegunungan.

Lalu Pantai Cimaja yang juga terletak di kawasan Geopark Ciletuh dan menjadi lokasi kejuaraan selancar dalam ajang AGAT 2017.

Tema yang diusung adalah "Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure". Semua seakan diajak berselancar di tempat petualangan yang luar biasa.

"Yang penting semua harus dilaksanakan dengan standar global agar dapat menjadi daya tarik wisatawan. Tanggalnya juga harus pasti sehingga tidak mengecewakan wisatawan," kata Arief.

AGAT 2017 diikuti oleh 14 peselancar profesional dari Amerika Serikat, Australia, Italia, Inggris, Jepang, Kanada, Maladewa, Maroko, Filipina, Singapura, Selandia Baru, Thailand, dan Taiwan.

Selain itu ada juga 14 peselancar profesional lokal dari Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatera Selatan, Yogyakarta, dan Jawa Barat sebagai tuan rumah.

Memanfaatkan kehadiran para peselancar profesional tersebut, 21 desa di 8 kecamatan dalam kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu mengirimkan perwakilan untuk mendapatkan kelas pembelajaran serta kelas latihan selancar sebagai bekal mereka untuk mengembangkan olahraga selancar di daerahnya.

Menpar Arief juga menyebut, acara ini jadi bisa momentum bagi para pemegang kepentingan dunia pariwisata untuk membangun pariwisata Indonesia yang mengedepankan pertumbuhan perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta menghapus kemiskinan di sekitar destinasi pariwisata.

"Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah mempromosikan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu kepada dunia. Kita harus aktif dalam konferensi jaringan geopark dunia dan pelaksanaan event internasional seperti Cimaja Geosurf Challenge, Our Amazing Adventure ini," pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR