PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Upaya Uni Eropa memoles perdagangan dengan Asean

Foto ilustrasi. Para tamu meramaikan perayaan 2nd Asean-UE Cooperation and Scholarships Day di Gedung Sekretariat Asean di Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Foto ilustrasi. Para tamu meramaikan perayaan 2nd Asean-UE Cooperation and Scholarships Day di Gedung Sekretariat Asean di Jakarta, Kamis (8/8/2019). | Hedi Novianto /Beritagar.id

Uni Eropa (UE) menghadapi situasi kurang menggembirakan dalam urusan perdagangan. Mitra utama mereka, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, sedang terlibat perang dagang. Sementara catatannya dengan Asean masih defisit dan angkanya terus naik.

Itu sebabnya mereka kini sedang berupaya memolesnya. UE pun fokus meningkatkan kerjasama perdagangan dengan Asean sebagai mitra ketiga setelah AS dan Tiongkok.

Di sisi lain, Asean juga punya kepentingan terhadap UE. Apalagi mereka adalah mitra dagang terbesar kedua Asean setelah Tiongkok dan nilainya selalu surplus dalam satu dekade terakhir (2008-2018).

Kuasa Usaha Ad Interim Misi UE untuk Asean, Lucas Cibor, menjelaskan Asean memang punya peranan penting dalam hubungan bilateral regional. Belum lagi UE dan Asean punya kesamaan pandangan bahwa perang dagang dan ancaman lain akan berhenti.

"Bersama Asean, kami juga mengirim pesan yang jelas bahwa kami tetap terbuka untuk berbisnis dalam sistem multilateral," kata Cibor menjawab pertanyaan Beritagar.id di sela-sela perayaan 2nd Asean-UE Cooperation and Scholarships Day di Sekretariat Asean di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Menurut Cibor, perang dagang yang terlibat antara AS dan Tiongkok memang patut disayangkan. Tindakan mereka dinilai bisa merusak kemakmuran bersama.

"Kami selalu mengimbau agar perdagangan internasional berjalan kondusif dan menghindari segala hal yang bisa merusak sistem perdagangan terbuka," katanya.

UE berupaya meningkatkan hubungan dagangnya dengan Asean melalui program ARISE Plus, yakni langkah dukungan untuk mempercepat proses integrasi ekonomi regional Asia Tenggara. Namun, program ini membutuhkan pula dukungan bilateral masing-masing negara anggota Asean.

Program tersebut mencakup penyempurnaan kerangka peraturan dan kebijakan terkait perdagangan, hak kekayaan intelektual, standarisasi, bea cukai, transportasi, dan penerbangan sipil.

UE juga memberi dukungan di lapis bawah melalui program penghidupan dan ketahanan pangan bagi para petani kecil di Asean melalui ASEAN Farmers' Organisations Support Programme (AFOSP).

Dalam siaran persnya, UE menyatakan program ini sudah menjangkau 14 juta petani dalam 26 organisasi tani di tingkat nasional dan 1200 organisasi tani di tingkat daerah.

"Ciri khas kemitraan ini adalah kerjasama yang lebih erat pada bidang yang sama-sama kami nilai penting dan tantangan-tantangan yang menyertainya seperti tujuan pembangunan berkelanjutan, mengatasi perubahan iklim, atau meningkatkan perdagangan dan konektivitas," tegas Cibor.

Dari upaya meningkatkan kualitas perdagangan dengan Asean, Cibor tak lupa menyatakan bahwa hal itu berpulang lagi ke masing-masing negara di dua kawasan regional ini. Mereka juga perlu bersinergi meningkatkan perdagangan bilateral.

Berdasarkan kemitraan regional, selama ini UE terutama mengimpor peralatan transportasi, produk pertanian, tekstil, dan pakaian jadi ke Eropa dari Asean. Nilai impornya mencapai 43.311 juta euro dan nilai ekspor hanya 140.292 juta euro per 2018.

Namun untuk urusan investasi, UE adalah investor terbesar di Asean. Jumlah investasi langsung (foreign direct investment) per 2017 mencapai 330 miliar euro,

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR