Urun dana pesawat rancangan BJ Habibie capai Rp2,7 miliar

BJ Habibie (kedua dari kiri) menjelaskan soal pesawat R80 kepada Presiden Joko Widodo saat menghadiri pembukaan National Innovation Forum (NIF) 2015, di Puspitek, Serpong, Banten, Senin (13/4).
BJ Habibie (kedua dari kiri) menjelaskan soal pesawat R80 kepada Presiden Joko Widodo saat menghadiri pembukaan National Innovation Forum (NIF) 2015, di Puspitek, Serpong, Banten, Senin (13/4). | /Sekretariat Kabinet

Pada zaman now, meminjam istilah yang tengah populer saat ini, crowdfunding alias urun dana masyarakat bisa menjadi cara yang efektif untuk mewujudkan sebuah ide, termasuk pembuatan pesawat terbang.

Hal itulah yang dilakukan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI) untuk mewujudkan pengembangan dan produksi pesawat terbang yang mereka beri nama Regio Prop 80 (R80). Pesawat baling-baling tersebut dirancang oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, sekaligus ahli aviasi, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Penggalangan dana untuk pembuatan purwarupa R80 dilakukan melalui situs Kitabisa.com sejak akhir September 2017 dan akan ditutup pada 1 Desember 2017.

Upaya tersebut rupanya mendapat sambutan positif dari masyarakat dan hingga Rabu (18/10) pagi dana yang terkumpul sudah lebih dari Rp2,7 miliar.

Walau masih jauh dari dana yang dibutuhkan untuk membangun sebuah prototipe R80--diperkirakan memakan biaya Rp200 miliar--uang yang telah terkumpul dari 7.262 donatur tersebut, dikabarkan Liputan6, sudah memecahkan rekor crowdfunding non-sosial di Indonesia.

Urun dana masyarakat ini, menurut CEO Kitabisa.com, Alfatih Timur, kepada Tempo.co, bukanlah sumber utama, namun sebagai bentuk dukungan dari masyarakat. "Kami antusias karena ini bisa membuktikan kita bisa bergotong royong," katanya.

Keseluruhan biaya pengembangan usaha RAI diperkirakan mencapai US $1,6 miliar, atau sekitar Rp21,6 triliun. Angka yang sepertinya mustahil dicapai hanya melalui urun dana.

Harapan RAI dan Kitabisa.com, setiap dukungan dari masyarakat Indonesia akan meningkatkan kemungkinan R80 untuk mendapat investasi dan dukungan pemerintah.

Harap diingat, meski ini adalah urun dana non-sosial, bukan berarti para penyumbang nantinya akan mendapatkan bagian saham atau keuntungan dari pengembangan dan penjualan R80.

Dukungan dana itu dianggap sebagai donasi--bukan investasi--dengan beberapa ragam timbal balik, yaitu:

  • Urun dana minimal Rp100.000 akan membuat foto Anda dipampang di badan pesawat R80,
  • Minimal Rp200.000 foto dipampang di badan pesawat dan kaus eksklusif,
  • Minimal Rp300.000 foto dipampang di badan pesawat dan hoodie,
  • Minimal Rp700.000 foto dipampang di badan pesawat dan jaket bomber.

Beberapa pesohor juga diajak untuk mengampanyekan urun dana ini, di antaranya Andien Aisyah, Ippho Santosa, Nadine Chandrawinata, Melanie Subono, Andovi Da Lopez, Fathia Izzati dan Kemal Pahlevi.

Produk perdana, 80 penumpang

R80 akan menjadi produk pertama RAI, yang didirikan BJ Habibie dan anaknya, Ilham Akbar Habibie, pada 2012.

Saat ini BJ Habibie menjabat sebagai chairman, sementara Ilham adalah vice chairman 2. Posisi presiden direktur dijabat oleh Agung Nugroho, mantan direktur teknologi/executive vice president PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Sesuai namanya, pesawat propeler ini dirancang untuk membawa 80 penumpang, bisa ditambah hingga maksimal 90 orang.

Pada akhir September 2017, Agung menyatakan proyek R80 sudah mencapai tahap desain awal dan tengah mempersiapkan pengembangan skala penuh.

"Kami membuat pesawat dalam skala sesungguhnya, untuk diuji secara langsung. Kami merencanakan membuat empat pesawat, dua untuk diterbangkan, dan dua pesawat untuk diuji di darat," jelasnya, dinukil Kompas.com.

Pengembangan purwarupa tersebut ditargetkan berlangsung selama enam tahun. Ditambah masa entry service (pengujian sebelum dijual) selama dua tahun, maka R80 kemungkinan mulai diproduksi pada tahun 2025.

Saat ini RAI tengah membangun pabrik mereka di kawasan Aerocity Bandara Kertajati atau Bandara Internasional Jawa Barat yang terletak di Kabupaten Majalengka.

"Saat ini sedang dilakukan pembebasan lahan untuk industrinya, kalau landasan mungkin sudah 70 persen. Letaknya langsung di situ, kalau buat pesawat kan harus tinggal landas," kata Ilham Habibie kepada detik.com.

Menunggu pabrik itu selesai, proses pengembangan prototipe akan dilakukan di PTDI, Bandung.

Spesifikasi R80

Pesawat ini dirancang Habibie untuk memenuhi kebutuhan penerbangan antarkota dan antarpulau di Indonesia. Ia menjamin R80 mampu bersaing dengan Boeing 777 namun dengan penggunaan bahan bakar yang lebih irit 30 persen dan biaya perawatan lebih murah.

Efisiensi bahan bakar didapat karena pesawat tersebut menggunakan turbo propeller (baling-baling), bukan turbo jet.

R80 memiliki dimensi panjang 32,3 meter, lebar sayap 30,5 meter, dan tinggi 8,5 meter.

Kecepatan maksimalnya mencapai 611 km/jam pada ketinggian jelajah 20.000 kaki (6,09 km) di atas permukaan laut. Jika membawa 80 penumpang dengan bahan bakar penuh (4.600 kg), jarak maksimal yang bisa ditempuh mencapai 1.480 km.

Pesawat ini dilengkapi dengan teknologi fly by wire, yaitu sebuah sistem kendali yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah.

Untuk mesin pesawat, ada dua kandidat, yaitu Pratt and Whitney PW-150 dan Rolls Royce AE2100. Negosiasi dengan kedua perusahaan itu telah dimulai Ilham Habibie saat Singapore Airshow pada Februari 2016, namun hingga akhir September 2017 RAI belum mengambil keputusan.

Walau purwarupanya belum jadi, R80 telah dipesan beberapa maskapai penerbangan nasional. NAM Air-anak perusahaan Sriwijaya Air yang memesan 50 pesawat, Kalstar Aviation memesan 15 unit, Trigana Air Services memesan sebanyak 10 unit, dan Aviastar 5 pesawat.

Crowdfunding Menurut BJ Habibie /Terbangkan Pesawat Indonesia
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR