PEMILU 2019

Uruslah kepindahan TPS sebelum tenggat

Prosedur, syarat, dan konsekuensi pindah TPS
Prosedur, syarat, dan konsekuensi pindah TPS | Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memajukan tenggat proses administrasi bagi pemilih Pemilu 2019 yang ingin pindah lokasi memilih. Semula, prosesnya dapat dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sebelum hari pemungutan suara.

Menurut PKPU No. 11/2018 yang diubah dengan PKPU No. 37/2018 khususnya Pasal 37, pemilih yang ingin mendapatkan surat pemberitahuan pindah memilih, paling lambat harus memproses administrasinya 30 hari sebelum hari pemungutan suara.

Dengan hari pencoblosan yang telah ditetapkan pada 17 April 2019, sedianya tenggat pengurusan kepindahan itu adalah 17 Maret 2019. Pengumuman baru ini membuat tenggat pengurusan menjadi lebih cepat: 17 Februari 2019.

KPU beralasan, tenggat dimajukan lantaran pihaknya perlu waktu yang cukup untuk memastikan pengadaan logistik pemilu, seperti surat suara, dapat memenuhi kebutuhan pemilih yang pindah lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara).

"Kita mendorong H-60 yaitu tanggal 17 Februari untuk mengurus dokumen pindah memilih," kata Komisioner KPU, Viryan Azis kepada Kompas.com, Senin (28/1/2019).

Mengenai syarat dan prosedur pindah, ringkasannya bisa dilihat dalam infografik. Selengkapnya, dipaparkan dalam Peraturan KPU No. 11/2018 yang diubah dengan Peraturan KPU No. 37/2018 tentang Penyusunan Daftar Pemilih di dalam Negeri dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

Patut diingat, kepindahan sesuai tingkatnya bisa mengurangi "jatah" pencoblosan yang seharusnya dilakukan lima kali; untuk caleg DPRD tingkat kabupaten/kota, DPRD tingkat provinsi; DPR RI; pemilihan DPD RI, dan pemilihan presiden/wakil presiden.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR