Video aksi anak 'bunuh si Ahok' bikin miris warganet

Sejumlah warga mengikuti pawai obor di Kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/5). Pawai obor yang diikuti ratusan umat muslim tersebut dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1438 Hijriah.
Sejumlah warga mengikuti pawai obor di Kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu (24/5). Pawai obor yang diikuti ratusan umat muslim tersebut dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1438 Hijriah. | Galih Pradipta /Antara Foto

Kumpulan anak-anak riuh berteriak, "Bunuh.. bunuh Si Ahok", dalam sebuah pawai obor. Aksi itu bisa dilihat lewat sebuah video, yang diduga direkam saat pawai obor dalam rangka menyambut Ramadan di Jakarta.

Mulanya, anak-anak itu menyenandungkan puja-puji sebagai bentuk syukur menyambut Ramadan. Terlihat pula beberapa orang dewasa ikut dalam pawai.

Tiba-tiba, dari arah belakang barisan pawai terdengar seruan "Bunuh... bunuh.. Si Ahok". Anak-anak meneriakkan seruan itu dalam nada lagu Menanam Jagung. Pun terdengar tetabuhan drum yang kian keras menyemangati.

Sebagai catatan, pawai obor jelang Ramadan memang digelar di sejumlah tempat di Jakarta dan beberapa kota lain, Rabu (24/05). Pada malam yang sama juga terjadi teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu.

Di media sosial, video pawai itu lekas menyebar. Lewat akun Twitter @GunRomli--dipercaya milik penulis dan aktivis, Guntur Romli--saja video tersebut sudah dilihat lebih dari 71 ribu kali, Jumat (26/5).

Kecaman pun berdatangan dari warganet. Umumnya, mereka mengungkapkan kerisauan.

"Kalau aparat tidak menindak penanggung jawab pawai yang mengajarkan anak-anak teriak-teriak bunuh-bunuh, maka Indonesia yang damai dan bebas dari teror cuma mimpi," tulis @Gunromli (129 ribu pengikut).

Penulis veteran, Goenawan Mohammad, juga turut melempar kicauan. "Akhlak macam apa yang diajarkan ke anak-anak yang bernyanyi ramai-ramai, "Bunuh Ahok!"? Di mana para guru? Para ustaz?" cuitnya lewat akun @gm_gm (983 ribu pengikut).

Akun @KomikFaktap, yang kerap berbagi komik strip bertema sosial, turut menyindir peristiwa ini.

@KomikFaktaP secara khusus menyoroti penggunaan nada lagu Menanam Jagung karya Saridjah Niung (Ibu Soed), yang dipakai dalam menyebar seruan kekerasan.

Make Ibu Sud proud again #komikfaktap

A post shared by Komik Faktap (@komikfaktap) on

Tanggung jawab orang dewasa

Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang berencana untuk melaporkan kasus ini ke polisi.

"Hal ini tak boleh dibiarkan terjadi, orang-orang dewasa yang sengaja menskenariokan (aksi) harus dimintai tanggung jawab," kata Sekretaris KPAI, Erlinda, dilansir CNN Indonesia (25/5). "Itu sama saja penanaman kebencian dan menanam benih teror."

Adapun Polda Metro Jaya mengatakan akan segera menyelidiki kasus ini di satu kawasan, Jakarta.

Kekhawatiran juga disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. Menurut Arist, seruan yang terdengar dalam video viral itu berada di luar kesadaran anak-anak.

Ia pun khawatir bila kejadian ini akan berlanjut sepanjang bulan Ramadan. "Ini kan bulan Ramadan dan ada kesempatan peluang, habis tarawih, sahur, dimungkinkan juga," kata Arist, dikutip BBC Indonesia.

Sebelumnya, Komnas PA juga pernah mengungkapkan kekhawatiran soal anak-anak yang mulai menjadi agama sebagai olok-olok.

Konon, di beberapa daerah, sejumlah anak-anak menyebut teman yang berbeda agama dengan sebutan kafir. Komnas PA mengaku sudah menerima aduan macam itu sejak tahun 2015.

"Kasusnya sama seperti bullying, tetapi kini verbalnya didasari identitas keagamaan. Itu mengkhawatirkan sekali," kata Arist.

Sebagai informasi, Ahok merupakan nama populer Basuki Tjahaja Purnama, gubernur DKI Jakarta (nonaktif) yang pada 9 Mei 2017 divonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama.

Sejak akhir tahun 2016, kasus Ahok telah menyeret perhatian publik. Desakan untuk menghukumnya digerakkan oleh kelompok-kelompok garis keras lewat aksi-aksi massa.

Dalam unjuk rasa, seruan bernuansa kekerasan, macam "bunuh Ahok" dan "gantung Ahok", acap kali terdengar. Pun, label "kafir" turut disematkan kepada Ahok. Boleh jadi, lontaran macam itulah yang ditiru anak-anak dalam pawai obor.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR