Wacana poligami DPRD Pamekasan

Foto sekadar ilustrasi
Foto sekadar ilustrasi | freestocks.org/CC0

Wacana poligami menggelandoti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Jawa Timur. Usulan bagi rancangan peraturan daerah itu berawal dari dengar pendapat antara DPRD dimaksud dan Aliansi Umat Islam (AUI) pekan lalu.

Dalih proposal: maksiat dan prostitusi marak.

Salah satu pihak yang menanggapi prasaran itu adalah Anni Rifqatul Laili, istri Bupati Pamekasan, Achmad Syafii Yasin. Dilansir AntaraJatim.com, Kamis (22/12), Anni menyilakan "jika (usulan) mau di-Perda-kan".

Pun demikian, ia menekankan bahwa upaya perlindungan terhadap kaum perempuan menjadi dasar pembuatan aturan. "Artinya, di laki-laki tidak semena-mena, dan si perempuannya juga tidak semena-mena...berjalan sesuai dengan kodrat sebagai istri kedua. Begitu pula istri tuanya, tidak demikian," katanya.

Namun, pada 27 Desember, Anni membantah pewartaan yang menampilkan pernyataan kesetujuannya terhadap wacana Raperda Poligami.

Dilansir TribunMadura.co, Anni menegaskan awal tersebarnya berita adalah jawabannya atas pertanyaan wartawan mengenai Raperda. Menurut laman tersebut, ia hanya menyilakan pembahasan meski sudah ada Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).

"Materi yang akan diperdakan itu sudah dibahas pada level yang lebih tinggi. Yakni, UU Perkawinan dan KHI. Dan perlu saya tegaskan, bahwa statemen yang menyatakan saya mendukung poligami, bukan statemen saya," katanya, Selasa (27/12).

Sehari Anni berkilah, suaminya, yakni bupati Pamekasan itu sendiri, berkomentar.

Namun, ia memilih tidak mengemukakan pandangan pribadinya mengenai perkara wacana Raperda. "Saya tidak ada komentar," ujarnya dilansir detikcom, Selasa (28/12), "kenapa jadi menarik, ya?"

Dari portal berita Jakarta itu diketahui pula bahwa Syafii tidak menganggap serius wacana Perda yang ditujukan untuk meredam prostitusi dan maksiat di Pamekasan.

"Saya terserah rakyat Pamekasan. Kalau mendukung ya saya ikut mendukung," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik, mengatakan usulan Raperda Poligami akan dimasukkan ke "dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2017" jika memang disetujui.

Padahal, jauh hari, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris, seperti ditulis beritajatim.com, Jumat (23/12), "menolak tegas" wacana Raperda. "Hingga saat ini, belum satu pun aturan perundang-undangan yang mengamanatkan agar DPRD membuat (Ra-)perda itu," ujarnya.

Apalagi, katanya, "jika ada laki-laki yang ingin beristri lebih dari satu, sudah ada aturan seperti dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan".

Suli juga menanggapi dalih yang dipakai untuk mengangkat isu poligami. "Kalau alasan (Ra-)perda poligami untuk meminimalisir perilaku maksiat, kami rasa jauh panggang daripada api. Perilaku maksiat itu terjadi karena lemahnya rasa iman dan takwa".

Laman AntaraJatim.com mengabarkan bahwa sejumlah anggota DPRD Pamekasan telah mengambil jalan poligami. Mereka menikah secara siri, dan karenanya tidak tercatat di Kantor Urusan Agama.

Pada Maret, lembaga legislatif daerah itu tepercik sentimen negatif karena urusan foto pribadi salah satu anggotanya di sebuah hotel yang menyebar lewat media sosial.

Seturut warta dari Kompas.com, foto merekam wajah anggota DPRD Pamekasan berinisial IS bersama perempuan berinisial AD.

AD, menurut Kompas.com, mengirim foto ke Abdurrahem, salah seorang kawan di Facebook. Nama yang disebut terakhir mengatakan AD mengaku kesal dengan IS karena dikecewakan dan ditelantarkan.

"Saya dinikahi secara siri, tetapi belakangan kemudian dicampakkan, bahkan putus komunikasi," ujar AD yang menyatakan bahwa ia telah diceraikan tanpa alasan.

IS sendiri mengakui bahwa dalam foto yang beredar di masyarakat memuat ia dan mantan istri mudanya. "Saya bukan tidak tahu jika foto itu disebar ke siapa saja. Masa etis itu dilakukan seorang istri," ujar IS, Jumat (18/3), dikutip Sindonews.com.

IS akhirnya menceraikan AD pada 9 Maret karena merasa selalu dimintai banyak uang. "Saya tidak mampu jika terus-terus dimintai uang," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR