MUDIK 2019

Walau mahal, mobil sewaan tinggi peminat

Sejumlah kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Selasa (4/6/2019).
Sejumlah kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama, Cikampek, Jawa Barat, Selasa (4/6/2019). | Sigid Kurniawan /ANTARA FOTO

Harga sewa mobil mahal pada musim Lebaran, tak menjadikannya sepi peminat. Demi kepraktisan dan kenyamanan, banyak pemudik yang memilih mobil sewaan.

Sejak 2016-2018, data tahunan Masyarakat transportasi Indonesia mencatat tren peningkatan jumlah pemudik dengan mobil, walaupun moda transportasi darat ini tergolong tidak populer.

Pada 2019, tren itu berkembang. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan pemudik pakai mobil meningkat 2,39 persen, sekaligus menjadi transportasi favorit kedua setelah bus.

Bersamaan dengan itu, sebuah survei juga memperlihatkan tren serupa.

Dari 1.487 responden muslim di seluruh Indonesia, sebagian besar (58,86 persen) memilih mudik menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil. Salah satu alasannya adalah faktor hemat (18,8 persen).

Alasan hemat perlu digarisbawahi lantaran asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Jika menyelisik survei biaya mudik oleh Kemenhub tahun 2017, pengeluaran untuk mobil, baik pribadi ataupun rombongan tidak sedikit.

Besarannya mencapai Rp1,5 juta atau sekitar tiga kali lipat ongkos bus, dan hampir 10 kali lipat pengeluaran motor yang terbilang paling hemat.

Dalam survei juga terungkap, rata-rata biaya pengeluaran pemudik dengan mobil maupun kendaraan umum berada di kisaran Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta. Artinya, tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya, walau total pengeluaran pemudik dengan mobil bisa sedikit ditekan jika jumlah penumpang lebih banyak.

Sebagai catatan, biaya tadi adalah pengeluaran per penumpang untuk mobil pribadi. Di luar itu, meski tak ada data pasti terkait kepemilikan mobil di musim lebaran, nyatanya jumlah pemudik yang menggunakan mobil sewaan di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Di Palembang, Sumatra Selatan, setidaknya dua pemilik rental mengungkapkan permintaan mobil sewaan untuk mudik 2019 sampai melebihi jumlah kendaraan yang dimiliki.

Kata mereka, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, mobil jenis minibus seperti kijang Innova, xenia dan Avanza paling banyak disewa untuk perjalanan mudik dan balik Lebaran pada 29 Mei -12 Juni 2019.

Hal serupa juga terjadi di Kota Makassar, Palangkaraya, dan berbagai wilayah lain. Banyak jasa rental mengaku mengantisipasi lonjakan sewa mobil dengan menambah jumlah unit, pun menyediakan paket penyewaan lebih murah dengan durasi dan harga beragam, antara 3-10 hari mulai dari 2-8 jutaan tergantung jenis mobil.

Dengan demikian, pengeluaran menggunakan mobil yang sudah cenderung mahal bakal makin membengkak jika ditambah biaya sewa.

Riset tematik Mapping The World's Prices 2019 yang dihelat Deutsche Bank, bahkan mengungkap biaya sewa mobil harian di Indonesia termasuk yang termahal di dunia.

Menurut riset, tarif sewa mobil harian di Jakarta mencapai $161,7 atau setara Rp2,26 juta (kurs Rp14.000/$1). Indonesia berada di peringkat dua sewa mobil termahal setelah London, Inggris, yang mencapai $172,4 atau sekitar Rp2,41 juta per hari.

Mengalahkan Hong Kong di posisi tiga dengan biaya sewa mobil $160,6 atau Rp2,25 juta per hari.

Sebagai pembanding, menukil detikOto, pada 2018 harga sewa 24 jam BMW X1 di Spanyol menghabiskan 281 euro atau sekitar Rp4,7 juta kurs saat itu. Ismail Ashlan dari BMW Indonesia mengatakan harga tersebut tidak jauh berbeda dari sewa BMW di Indonesia.

Namun, jika dibandingkan dengan menggunakan taksi yang menghabiskan sekitar 100-150 euro hanya dalam beberapa jam untuk membayar jasa pengemudi, maka harga sewa mobil di Eropa tergolong murah.

Menariknya lagi, kata COO Trac Astra Rent a Car, Agus Riyadi, walau tak semasif penyewaan mobil kelas menengah ke bawah, sewaan untuk mobil mewah seperti Toyota Alphard, Camry, dan Fortuner selalu meningkat dan laris manis.di musim lebaran.

Hal itu pun diakui sejumlah jasa penyewaan mobil mewah di Jawa Barat, terutama Jakarta dan Bekasi. Soal harga, sebagian besar rental membanderol sekitar Rp2-3 jutaan per hari untuk jenis Toyota Alphard, dan sampai Rp12,5 juta sehari untuk Mercedes Benz S400.

Menurut Agus, menyewa mobil apalagi yang mewah dinilai menguntungkan status ekonomi. "Kapan lagi berkunjung ke keluarga di daerah, dan ingin menunjukkan kita sukses," ujarnya.

Meski begitu, status dan kemewahan bukan alasan terpenting. Sebagaimana diungkap survei, dua alasan teratas yaitu nyaman (27,17 persen) dan praktis (22,47 persen).

Dari segi kenyamanan, bertambahnya jumlah pemudik menggunakan mobil pribadi tak terlepas dari faktor kemudahan akses dan efisiensi waktu. Terutama usai dioperasikannya beberapa ruas jalan tol sebagai jalur utama, ditambah adanya antisipasi kemacetan arus balik dan mudik semisal pemberlakuan one way serta pengalihan arus.

Bicara kepraktisan, pungkas Agus, mobil sewaan meskipun mahal juga menguntungkan lantaran bisa menjaga kilometer pribadi tetap aman. Ada pula kepastian asuransi atau mobil pengganti bila terjadi kerusakan.

Terakhir, sekitar 6 persen pemudik juga memilih pakai mobil karena lebih santai dan menampung lebih banyak muatan (3,38 persen).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR