Warga Bandung menyoroti kasus pemukulan di angkot 05

(Ilustrasi) Mobil angkutan kota (angkot) menunggu penumpang di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat.
(Ilustrasi) Mobil angkutan kota (angkot) menunggu penumpang di Terminal Cicaheum, Bandung, Jawa Barat. | Prima Mulia /TEMPO

Pengguna Twitter asal Bandung ramai menyampaikan keluhan mereka atas perilaku sejumlah sopir Angkutan Kota (angkot) trayek 05, jurusan Cicaheum - Cibaduyut.

Keriuhan itu dipicu oleh laporan akun Twitter @ader_rr, milik seorang karyawan swasta di Bandung, Ade Rohmat (22).

Senin (5/10/2015), @ader_rr mengabarkan ke linimasa bahwa dirinya menjadi korban pemukulan oknum sopir angkot 05, dengan nomor polisi D 1980 CC. Kepada Beritagar.id, Ade menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin pagi (5/10), pukul 05.20 WIB.

Ia mengatakan, pemukulan itu terjadi saat dirinya menagih uang kembalian.

"Saya kasih lima ribu, dikembalikan cuman seribu. Saya coba minta lagi seribu rupiah, malah dipukul. Sopir itu juga sempat memaki saya," kata Ade. Menurutnya, selama ini dia hanya membayar Rp3.000 untuk jalur Cigereleng ke Leuwi Panjang.

Ade pun memotret angkot tersebut dan mengatakan akan melaporkan peristiwa ini ke polisi. Boleh jadi karena takut dilaporkan ke polisi, sopir itu langsung kabur.

Namun sebelum kabur, sopir itu juga sempat mengarahkan angkot ke arah Ade, seolah hendak menabraknya.

Kicauan Ade itu langsung menyita perhatian warga Bandung. Terutama setelah akun Radio PRFM Bandung (@prfmnews) turut menyebarluaskannya. Mereka bahkan membuka kanal aduan seputar angkot 05 lewat Twitter, dan WhatsApp.

Ada banyak keluh-kesah yang masuk, antara lain soal kebiasaan mengetem di perempatan, kelakukan sopir yang ugal-ugalan, dan soal tarif nan mahal.

Tweeps pun mendesak Dinas Perhubungan Kota Bandung dan kepolisian guna menertibkan angkot 05. Keluhan dan desakan tweeps ini bisa dilihat lewat tagar #UsutTuntasAngkot05.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yayan Heryana mengatakan bahwa peristiwa yang dialami Ade baru terjadi lagi, setelah sekian lama.

Ia juga menjelaskan bahwa semua sopir di Kota Bandung wajib mengikuti pelatihan, sebelum bisa mengoperasikan angkot.

"Semua sopir selalui mengikuti pembinaan dan mereka diwajibkan untuk mengikuti pelatihan dulu, mungkin sopir yang satu ini tidak mengikuti pelatihan yang diharuskan," ucap Yayan, seperti dilansir prfmnews.com, Senin (5/10).

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Haru Suwandaru juga turut angkat bicara seputar kasus pemukulan ini. Ia menyebut kasus ini dipicu perbedaan kesepakatan harga antara penumpang dan sopir.

Diakuinya, tarif angkot di Bandung memang bervariasi. "Berbeda seperti bis kota yang single tarif. Jadi sangat mungkin ada perbedaan persepsi antara penumpang dan sopir," ujar Haru, dikutip prfmnews.com, Senin (5/10).

Namun ia juga menyesalkan kenapa perbedaan itu berujung pemukulan. Ia menganjurkan Ade melapor ke polisi. "Ini negara hukum, di Bandung tidak boleh ada orang yang asal pukul. Kalau tidak siap, DPRD siap mengantar," kata Haru.

Berikut sejumlah komentar dan keluhan tweeps seputar kelakukan sopir angkot 05 di jalanan.

Catatan redaksi: artikel ini telah diralat, dengan memperbaiki keterangan trayek angkot 05.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR