PILKADA KALTIM 2018

Warga Dayak kawal pilgub Kaltim

Prosesi adat Telun Lekuuq bagi Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto di Balikpapan, Selasa (6/3/2018).
Prosesi adat Telun Lekuuq bagi Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto di Balikpapan, Selasa (6/3/2018). | Sri Gunawan Wibisono /Beritagar.id

Komunitas Suku Dayak menggelar prosesi adat Telun Lekuuq sebagai penghormatan kepada Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim), Inspektur Jenderal Priyo Widyanto, yang baru satu bulan menjabat. Prosesi adat ini juga memiliki pesan agar jenderal bintang dua ini bisa menjadi penganyom yang adil pada pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub) Kaltim, 27 Juni 2018.

"Agar Kapolda Kaltim bisa menjadi cerminan seluruh suku bangsa di Kaltim," kata Tetua Suku Dayak Long Apari Mahakam Ulu, Yustinus Ibau Ulu, di Mapolda Kaltim, Balikpapan, Selasa (6/2/2018).

Rangkaian adat dimulai dengan tradisi pelemparan beras ketan yang dilaburi daun pandan ke sebagian tubuh Priyo. Pimpinan suku Tunjung Benuaq ini juga mengayunkan pedang mandau ke sekeliling tubuh Priyo sebagai simbol mengusir kekuatan dan roh jahat yang akan mengganggu.

Rangkaian terakhir adat adalah pengukuhan Priyo sebagai keluarga kehormatan Suku Dayak dengan nama gelar Linge. Arti kata Linge dalam suku bahasa Dayak Tunjung Benuaq berarti seorang tokoh cerminan seluruh masyarakat bawahannya.

"Sebagai simbol penerimaan Kapolda Kaltim sebagai keluarga kehormatan Suku Dayak Kalimantan ditandai dengan pemasangan gelang tangan," papar Yustinus.

Panglima Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo Abriantinus menyebutkan, tugas polisi sangat berat dalam memikul tanggung jawab keamanan dan ketertiban di Kaltim. Polisi diserahi mandat mengamankan seluruh proses pilgub Kaltim.

Sebagai etnis asli Kalimantan, Abriantinus menyebutkan bahwa komunitas Suku Dayak punya kepentingan dalam menjamin kesuksesan pelaksanaan pilgub Kaltim. Menurutnya, situasi kondusif suatu wilayah berdampak langsung terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

"Kami harus membantu polisi dalam menjaga situasi kawasan selama masa Pilgub Kaltim. Jangan sampai suasana kondusif di Kaltim rusak karena isu SARA dan berita bohong," ujarnya.

Abriantinus pun mengajak seluruh kandidat calon kepala daerah agar bersama-sama menjaga keamanan pilgub Kaltim mendatang. Setidaknya, masing-masing kandidat menggelar kampanye bermartabat sehingga tidak mengorbankan kerukunan masyarakat.

"Semua pihak harus menjaga diri, tidak melakukan kampanye yang akan merugikan Kaltim," tuturnya.

Polisi sejak awal menegaskan komitmennya bertindak profesional dan tidak berpihak dalam mengawal pelaksanaan pilgub Kaltim. Sebulan sejak dilantik sebagai Kapolda Kaltim, Priyo menegaskan sikapnya dalam menjaga keseimbangan hukum tanpa memandang status dan golongan sosialnya.

"Semua sama di mata hukum, tidak ada yang berbeda. Komitmen kami sudah jelas sejak dulu hingga sekarang," tegasnya.

Pernyataan ini sebenarnya ditujukan kepada mantan kapolda Kaltim Irjen (Purn) Safaruddin yang menjadi salah satu kandidat bersama Rusmadi Wongso. Pasangan birokrat yang diusung PDIP dan Hanura ini adalah salah satu kandidat pemenang pilgub Kaltim.

Empat bulan jelang pencoblosan, polisi pun sudah mempersiapkan 2/3 kekuatan yang terdiri dari pasukan Brigadir Mobil, Sabhara, dan polresta setempat. Pasukan Kodam TNI Mulawarman juga bisa menjadi alternatif untuk mendukung kekuatan Polri.

Priyo mengapresiasi dukungan masyarakat dalam membantu tugas pengamanan pilgub Kaltim. Keterlibatan seluruh unsur masyarakat, menurutnya semakin memudahkan pengamanan nanti.

Rizal Effendi menunggu kepastian

Pada awalnya, pilgub Kaltim diikuti oleh empat pasang kandidat yang merupakan muka lama pejabat setempat. Mereka adalah Syaharie Jaang (wali kota Samarinda), Rusmadi Wongso (sekretaris provinsi Kaltim), Sofyan Hasdam (eks wali kota Bontang), Isran Noor (eks bupati Kutai Timur), dan Nursyirwan Ismail (wakil wali kota Samarinda).

Lalu Safaruddin merupakan perwira tinggi badan intelijen dan keamanan Polri. Sedangkan pasangan Awang Ferdian Hidayat-Hadi Mulyadi merupakan anggota DPR RI.

Perkembangan terbaru, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menggantikan posisi Nursyirwan Ismail yang mendadak meninggal dunia akibat sakit pada 27 Februari. Partai politik pengusung, Golkar dan Nasdem, menyodorkan Rizal untuk mendampingi Sofyan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim pun sudah menerima penyerahan berkas administrasi pendaftaran Rizal, tiga hari lalu. Rizal pun langsung menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan.

"Hari ini akan kami terima hasil pemeriksaan kesehatan Rizal Effendi," papar Komisioner KPU Kaltim, Rusdiansyah, Selasa (6/3).

Bila berkas syarat administrasi dan kesehatan sudah lengkap, KPU bakal mengumumkan pencalonan Rizal bersama Sofyan pada Rabu (7/3). "Kami segera laksanakan pleno KPU Kaltim," imbuhnya.

Keputusan KPU Kaltim menjadi perkara hidup mati bagi Sofyan. Pasalnya, maju tidaknya pencalonan Plt Golkar Kaltim ini sangat bergantung pada keputusan hasil pleno itu.

"Kalau ternyata dianggap tidak memenuhi syarat, artinya pencalonan Sofyan Hasdam langsung gugur. Tidak ada lagi perbaikan. Ini sesuai amanat Undang Undang," tegas Rusdiansyah.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR