RAMADAN 2019

Warganet konsumtif dan rajin ibadah di bulan Ramadan

Sejumlah warga berebut membeli bawang merah saat pasar sembako murah di halaman Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Kampus Pertanian Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019).
Sejumlah warga berebut membeli bawang merah saat pasar sembako murah di halaman Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Kampus Pertanian Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/4/2019). | Arif Firmansyah /ANTARA FOTO

Aktivitas warganet tiap Ramadan meningkat. Tak hanya ihwal ibadah puasa atau ritual agama lain, tapi juga perilaku konsumtif terkait penampilan, kuliner dan pelesiran. Begitu menurut riset Google.

“Ramadan adalah bulan spiritual. Pada bulan ini juga konsumen biasanya menghabiskan lebih banyak waktu di internet dibandingkan bulan-bulan biasa,” ucap Ariani Dwijayanti, Insights Specialist Google Indonesia dalam jumpa pers dikutip Jawa Pos (24/5).

Pernyataannya merujuk pada riset Google tahun 2018 tentang perilaku konsumen Indonesia selama Bulan Ramadan yang dirilis Mei 2019.

Meski dihelat tahun lalu, Regina Prisilia, Industry Manager Google Indonesia, mengatakan, tren ramadan dari tahun ke tahun sebetulnya cenderung sama. "Perbedaan hanya terletak pada detail tertentu. Misalnya, makanan (tahun lalu) salad buah dan es cappuccino cincau. Sekarang pasti detailnya beda dibanding tahun lalu," ujarnya kepada Kompas.com.

Lebih lanjut, dalam riset terungkap konsumen justru lebih banyak menghabiskan waktu mencari hiburan dan sesuatu yang baru dengan berinternet alih-alih menjelajah dunia nyata ketimbang tahun- tahun sebelumnya.

Google mencatat waktu menonton YouTube untuk 100 saluran teratas meningkat 40 persen selama Ramadan dibanding periode non-Ramadan.

Berdasarkan jenis video yang ditonton, google melihat adanya kebutuhan konsumen untuk tampil lebih baik luar dalam melalui video bertema keagamaan. Misalnya lagu-lagu keagamaan, pembacaan ayat suci Al Quran, dan ceramah agama Islam.

Channel kecantikan seperti tutorial hijab, riasan yang tahan lama, dan tip riasan untuk pemula juga menjadi perburuan banyak warganet selama Ramadan.

Minat berikutnya berhubungan dengan video makanan seperti tutorial memasak, tutorial membuat kue, dan vlog makanan.

Menyoal urusan ibadah dan keagamaan, Google juga melihat adanya tren kenaikan signifikan. Untuk pencarian mengenai zakat peningkatannya hingga 16 kali lipat, sedangkan pencarian mengenai doa dan ceramah meningkat sekitar 2 kali lipat.

Umat muslim menunaikan ibadah shalat tarawih pertama bulan Ramadan 1440 H di Masjid Pondok Pesantren Assalam, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (5/5/2019).
Umat muslim menunaikan ibadah shalat tarawih pertama bulan Ramadan 1440 H di Masjid Pondok Pesantren Assalam, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (5/5/2019). | Mohammad Ayudha /ANTARA FOTO

Sejalan dengan itu, perilaku konsumtif warganet juga meningkat.

"Pencarian kategori seperti makanan, pakaian, travel, dan kecantikan volumenya naik sampai 40 persen daripada rata-rata di bulan-bulan sebelumnya. Dengan detail pakaian 40 persen, perjalanan 40 persen, makanan 30 persen, dan kecantikan 20 persen," jelas Ariani.

Lanjut dia, mode dan kecantikan adalah dua hal yang termasuk dalam kategori utama. Khusus di bulan Ramadan, tren pencarian untuk dua kategori itu menunjukkan masyarakat Indonesia ingin tetap tampil maksimal sepanjang berpuasa. Terutama saat memanfaatkan momen Ramadan bersama teman dan keluarga.

Jika merujuk data google tahun 2017, orang Indonesia memang terlihat gemar berbuka di luar rumah bersama teman dan keluarga. Memasuki pekan kedua Ramadan, pencarian untuk bakery, restoran, dan tempat makan siap saji terus meningkat. Puncaknya adalah satu minggu hingga beberapa hari menjelang lebaran.

Jadi, Kata Ariani, tak mengherankan jika di momen Ramadan “Data penelusuran untuk gaya rambut naik 2-3 kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.”

Data Google Trends 2018 juga menunjukkan masyarakat Indonesia menginginkan produk-produk kecantikan yang halal, termasuk kuteks halal, kosmetik halal, dan lip tint halal.

Sementara, pencarian beberapa jenis pakaian dan aksesori dengan peningkatan tertinggi tahun 2018, di antaranya adalah jaket Dilan, baju Nissa Sabyan, kurta Pakistan, gamis mutiara, dan anting hijab. Pencarian kelimanya, berdasarkan penelusuran di Google trend, sempat memperoleh skor 100 alias masih paling diminati terutama di pekan keempat jelang lebaran 2019.

Untuk tahun ini, meningkatnya tren belanja konsumtif dibanding tahun-tahun sebelumnya juga telah diprediksi survei Snapchart—aplikasi digital, dan MOKA—perusahaan rintisan teknologi penyedia layanan Point of Sale.

Menurut Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung, peningkatan itu dipicu momentum selebrasi Idul Fitri dan menjalankan puasa, sekaligus berbagai promo e-commerce semisal bebas ongkos kirim.

Terkait selebrasi dan promo tersebut, platform belanja daring Shopee mencatat peningkatan transaksi sampai tiga kali lipat dibanding tahun 2018 sejak awal Ramadan dan semakin meningkat lagi dipicu penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR). Kategori fesyen muslim,kecantikan dan pakaian perempuan adalah yang paling diminati.

Tak ketinggalan, riset google juga mengungkap lima tujuan domestik teratas yang dicari selama Ramadan 2018. Yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.

Sementara itu, tren pencarian kata kunci semisal tiket mudik lebaran 2019 meningkat tajam per tanggal 31 Mei, atau sekitar seminggu menjelang lebaran.


BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR