Warganet tak percaya Setnov sakit

Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9/2017).
Aksi Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto di depan Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9/2017). | Wahyu Putro A. /Antara Foto

Sebuah foto yang diunggah akun Twitter @imanlagi (28.400 pengikut) pada Rabu (27/9/2017) menjadi viral. Foto itu memuat Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov).

Setnov terlihat berbaring di sebuah kamar perawatan, dengan mata tertutup, berpakaian putih, berselimut, dan beberapa peralatan medis elektronik berada di sebelahnya. Tidak lupa jarum infus menempel di tangan kanannya dan alat bantu pernapasan (CPAP).

Saat artikel ini ditulis, Kamis (28/9), foto itu sudah di-retweet sebanyak 2.200 kali dan menuai 475 balasan (replys). @imanlagi pun seolah memancing warganet untuk mengamati foto dengan jeli.

Setnov merupakan tersangka kasus KTP elektronik, tapi belum pernah diperiksa karena alasan sakit. Sebaliknya, Setnov justru menggugat KPK melalui praperadilan yang hingga kini masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Apa sebenarnya penyakit yang diderita Setnov? Kumparan melalui infografik menyebutkan sedikitnya ada lima gangguan penyakit.

Dokter Heri Suseno, yang berwenang menangani kesehatan para pemimpin dan anggota DPR RI, mengatakan Setnov mengalami vertigo. Penyakit itu diketahui setelah Ketua Umum Partai Golkar ini bermain tenis meja di kediamannya pada 10 September.

Sementara Wakil Ketua Umum Golkar, Mahyudin, mengatakan kondisi sang ketuanya memang kurang bagus. "...ada gangguan jantung, ginjal, fungsi ginjal terganggu, juga gula darah, mungkin karena beban kerja terlalu berat juga ada vertigo, sekarang lagi diobservasi...," kata Mahyudin usai menjenguk Setnov di RS Siloam Semanggi, Rabu (13/9).

Deisti Astriani Tagor membenarkan bahwa sang suami memiliki penyakit yang disebutkan Heri dan Mahyudin. "Kemarin baru diperiksa jantungnya ada pengapuran," kata Deisti dikutip CNN Indonesia, Jumat (15/9).

Sementara Ketua DPP Partai Golkar, Nurul Arifin, menjelaskan sang ketua terpaksa menjalani operasi jantung di RS. Premier Jakarta selama dua jam. Bahkan Nurul sempat mengatakan bahwa fungsi jantung Setnov tersumbat 80 persen.

"...jantungnya ada penyempitan dan sudah dipasang dua ring," kata mantan aktris film era 80-90-an ini dalam Tribun Jateng.

Namun warganet tidak percaya begitu saja. Apalagi setelah muncul foto yang dikicaukan @imanlagi itu.

Sebenarnya ada dua foto yang menampilkan Setnov di kamar perawatan. Foto yang viral menunjukkan pula Endang Srikarti Handayani, anggota DPR Fraksi P-Golkar.

Lantas foto kedua yang diperoleh Beritagar.id lewat pesan berantai (broadcast) WhatsApp menampilkan swafoto Mahyudin dengan latar Setnov sedang berbaring.

Sebagian besar warganet menilai foto itu "buatan" (setting). Mereka berusaha menganalisisnya, termasuk dengan bertanya ke kerabat tenaga medis.

Mayoritas merujuk pada kejanggalan alat medis. Misalnya, alat pemantau jantung dalam kondisi menyala tapi tak ada cardio pad yang menempel di dada Setnov.

Peralatan infus juga dinilai janggal. Setelan syringe pump (infus) 20 detik per menit seharusnya cukup manual, tak perlu pompa bantuan.

Alat bantu pernapasan juga tak berfungsi sebagaimana mestinya. Flowmeter oksigen tidak tersambung ke CPAP alias menurut mereka hanya tempelan (demi aksi foto).

Lantaran tak dipercaya, tidak sedikit warganet yang meminta agar KPK menjemput paksa Setnov dan langsung menahannya. Ada pula yang mendoakan Setnov karena alat pemantau jantungnya menampilkan garis lurus (flat) yang biasanya menunjukkan kegagalan jantung.

Tentu saja ada pula yang menjadikan foto itu sebagai meme atau lelucon. Namun sebagian bernada satire.

Di sisi lain, Endang membenarkan dirinya ada dalam foto itu. Kepada Kompas.com, Rabu, Endang menjelaskan bahwa foto itu diambil beberapa hari sebelum 21 September.

Sementara Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid, mengaku sudah memperoleh dan melihat foto termaksud. Namun mantan Ketua Umum PSSI ini enggan berkomentar.

"Saya ada juga fotonya, ya kan sakit, masak orang sudah sakit begitu (dikomentari). Kalian persepsikan sendiri. Saya terima foto itu dari salah satu pengurus Partai Golkar Jawa Barat," katanya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR