Wilayah timur Indonesia punya lahan pasif terluas

Potensi lahan pasif di Indonesia Timur.
Potensi lahan pasif di Indonesia Timur. | Lokadata /Lokadata

POTENSI | Meski berbentuk negara kepulauan, lebih dari setengah penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa. Jumlah penduduk di Pulau Jawa mencapai 149 juta atau 56 persen dari seluruh populasi Indonesia pada 2018.

Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada kebutuhan lahan tempat tinggal. Hal yang memaksa perubahan sejumlah fungsi lahan pertanian produktif atau jenis lahan garapan kebutuhan lain.

Terdapat dua jenis lahan dalam Statistik Pertanian (berkas PDF). Lahan aktif (diusahakan) dan pasif (tidak diusahakan). Persamaan keduanya, jenis tanahnya sama-sama dimanfaatkan. Namun, lahan pasif tidak dikelola dalam rentang satu sampai dua tahun.

Secara nasional, luas lahan pasif mencapai 12 juta ha pada 2017. Dengan tingkat populasi dan industrialisasi lahan pasif di Jawa, tidak sampai enam persen.

Lahan pasif Papua dan Kalimantan terluas.
Lahan pasif Papua dan Kalimantan terluas. | Lokadata /Lokadata

Dominasi lahan pasif paling tinggi di Indonesia Timur. Seperti Papua Barat (20 persen), NTT (16 persen), dan Maluku (15 persen). Dominasi ini menggambarkan perbandingan lahan pasif dan luas provinsi.

Akan tetapi, jika dilihat berdasarkan luas lahan secara absolut, Papua Barat dan Kalimantan Tengah paling luas lahan pasifnya. Dilihat dari klasifikasi pulau, lima provinsi teratas berada di Papua dan Kalimantan.

Dari 10 provinsi dengan lahan pasif tertinggi, Maluku memiliki penurunan lahan pasif tertinggi. Maluku mampu menurunkan 25 persen, 938 ribu ha menjadi 697 ribu ha pada 2019.

Banyak sebab jumlah lahan pasif di berbagai wilayah di Indonesia meningkat. Tidak adanya kepastian dan ketersediaan pupuk bagi petani membuat lahan menganggur. Faktor lain, degradasi lahan dan rotasi tanaman serta semakin turunnya minat anak muda pada pertanian.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR