Cathy Sharon saat ditemui di kediamannya kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).
Cathy Sharon saat ditemui di kediamannya kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). Bismo Agung / Beritagar.id
BINCANG

Cathy Sharon: Robby Abbas minta maaf kepada saya

Ia bicara terbuka tentang prostitusi artis dan kehidupan pesohor yang menurutnya tak selalu glamor.

Sejak terjun ke industri mode 20 tahun lalu, Cathy Sharon merupakan model yang paling dicari—pada masanya. Dia kerap berpose untuk sampul majalah dan melenggak-lenggok di atas catwalk Jakarta, Hongkong, hingga Singapura.

Dia membawa merek-merek ternama kala itu: Office 2000, Baleno, atau karya desainer beken seperti Sally Koeswanto. “Saya itu pengagum Kate Moss,” ujar Cathy. Kate Moss adalah supermodel asal Inggris.

Namun, hidup bergerak dengan kecepatan tinggi untuknya. Cathy telah menjelma menjadi banyak hal.

Kini, selain model, ia juga berperan sebagai pengusaha, aktris, pembawa acara dan orang tua tunggal bagi dua anak. Baru tahun lalu ia berpisah dengan sang suami. “Kompleks, tapi saya masih bahagia,” katanya.

Sayang, kebahagiaan itu terusik. Baru-baru ini namanya dicatut ke dalam katalog prostitusi online. Dalam katalog itu Cathy disebut artis yang memasang tarif Rp60 juta. "Benar-benar hoaks," tuturnya.

Merasa difitnah, ia pun melaporkan ke polisi sejumlah akun media sosial yang memasang wajahnya di katalog itu.

“Saya mau kenalan deh sama yang di belakang akun-akun itu. Mau tahu motifnya,” kata Cathy saat wawancara dengan Heru Triyono, Sorta Tobing, Bismo Agung dan Tri Aryono di kediamannya, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Sore itu, ia berpakaian sederhana: kaos, celana J Brand dan sepatu putih Golden Goose. Rambut pirangnya dibiarkan meluncur di punggung. Ia datang bersama putranya, Jacob G Kusuma (5), yang lari-lari dan merebut alat rekaman milik kami. “Jacob ini enggak tahu kalau mamanya itu artis ha-ha,” tutur Cathy.

Kepada kami, perempuan berusia 36 ini menceritakan pengalamannya menghindari jebakan prostitusi dan juga kehidupannya sebagai selebritas sekaligus orangtua tunggal. Berikut ini yang ia katakan:

Cathy Sharon saat ditemui di kediamannya kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).
Cathy Sharon saat ditemui di kediamannya kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). | Bismo Agung /Beritagar.id

Nama Anda dikait-kaitkan kembali dengan prostitusi artis ya...
Saya juga disebut-sebut pada 2015. Waktu itu kasus Robby Abbas (mantan terpidana muncikari). Di situ nama saya muncul. Saya difitnah.

Kenapa melapor ke polisinya baru sekarang, enggak dari dulu?
Saat itu saya hamil dan sedang digugat cerai oleh suami. Jadi kalau buat laporan, hanya akan menambah urusan.

Kalau sekarang, saya harus lapor. Soalnya kehidupan saya terganggu. Ibu saya dan ibu-ibu di sekolah anak saya bertanya soal ini.

Orang-orang dekat itu percaya dengan berita Anda terkait prostitusi?
Kalau saya terus diam, mungkin orang akan percaya berita itu. Makanya keluarga menyarankan untuk membuat laporan.

Laporan ini untuk menunjukkan saya tidak terlibat prostitusi dan bisa jadi jejak digital yang baik untuk saya.

Mantan suami juga pernah menuding Anda terlibat prostitusi ya, dan hal itu yang dijadikan alasan dia menggugat cerai?
Iya, tapi kan dia kalah. Sudah saya somasi kalau soal itu. Memang, banyak orang enggak tahu bagaimana saya di belakang layar.

Saya ini model dan figur publik, yang mungkin terlihat glamor. Hidup itu proses. Tapi beberapa orang percaya berita hoaks tentang saya.

Memangnya bagaimana kehidupan Anda sebagai model?
Kalau model dulu lebih sederhana. Make up sendiri, belum ada Whatsapp, semua old school.

Terlihat glamor. Padahal enggak selalu. Di belakang itu tetap ada kerja kerasnya.

Tapi pertanyaan besarnya, mengapa nama Anda selalu muncul setiap ada kasus prostitusi artis?
Tepatnya dua kali. Enggak selalu. Saya juga kurang tahu siapa orang di belakang ini semua.

Saya pertama kali itu dikaitkan dengan jaringan Robby. Sudah saya klarifikasi juga saat saya diundang ke stasiun televisi baru-baru ini.

Anda enggak mencoba mengklarifikasi ke Robby Abbas mengapa dia menyebut nama Anda?
Nah, saya justru bertemu pertama kali dengan Robby di acara televisi itu. Kenalan, dan dia bilang enggak pernah memunculkan nama saya.

Robby minta maaf kepada saya dan bilang enggak sempat mengklarifikasi karena waktu itu masih ditahan.

Robby tahu siapa yang memasukkan nama Anda ke daftar prostitusi itu?
Dia mengaku enggak pernah omongin nama saya. Dia juga bilang enggak tahu siapa yang memasukkan nama saya.

Sebelumnya Anda pernah mendengar nama Robby Abbas di lingkungan selebritas?
Jujur saja. Saya baru tahu nama Robby pas tahun 2015 itu.

Kenapa sosok seperti Robby Abbas ini begitu mudahnya masuk ke lingkungan artis?
Kurang tahu.

Apakah praktik prostitusi itu dekat dengan lingkungan selebritas?
Google saja. Prostitusi itu sudah ada sejak zaman kapan. Mungkin sudah lama sekali. Praktik ini kan bukan hanya di kalangan artis. Profesi lain pun ada.

Kebetulan saja artis itu figur publik, yang pastinya menarik minat media.

Tawaran dengan nominal besar untuk artis dari jaringan prostitusi itu memang ada ya?
Pasti ada lah.

Tawaran itu pernah datang juga kepada Anda?
Sekarang enggak. Tapi pada zaman ketika saya model sih ada. Sudah lama banget. Saya bilang enggak untuk tawaran itu.

Bagaimana cara Anda menolaknya?
Waktu itu saya masih umur 19 tahun dan masih banyak belajar. Mata saya terbuka bahwa dunia seperti itu memang ada. Saya menolak dan bilang tidak. Saya enggak tertarik.

Anda sering mendapat penawaran itu?
Baru sekali doang, ketika jadi model itu.

Tapi ada juga kan artis yang justru menawari dirinya ke jaringan prostitusi itu?
Kayaknya enggak cuma artis yang seperti itu. Semua profesi bisa jadi ada juga.

Apakah manajer artis tahu soal praktik ini?
Mungkin harus tanya Mas Sulung. Dia manajer saya selama 13 tahun. Kalau saya sih enggak tahu banyak.

“Prostitusi lebih enggak apa-apa ketimbang korupsi”

Cathy Sharon

Sejauh yang Anda tahu, apakah tawaran itu bisa lewat manajer?
Tergantung artis dan manajernya. Tapi lagi-lagi ya, mau itu artis, sekretaris, wartawan atau profesi lain, asal punya sikap enggak, ya enggak.

Bisa terdeteksi enggak artis yang terlibat praktik itu. Atau tahu sama tahu saja?
Saya enggak mau menghakimi. Who am I to judge? So what jika ada artis seperti itu. Terserah dia. Semua orang punya aib sendiri.

Masih enggak apa-apa prostitusi ketimbang korupsi, yang merugikan orang banyak. Ini pemikiran saya saja.

Anda kenal dekat dengan Vanessa Angel?
Kebetulan enggak. Dunia entertainment memang sempit. Tapi enggak semua saling kenal juga.

Sekarang dia menjadi tersangka, ada komentar?
Enggak.

Menurut Anda apakah ada kaitannya antara tuntutan hidup glamor selebritas dengan praktik prostitusi itu?
Enggak ada tuntutan glamor. Di semua profesi juga ada tuntutan itu. Ini hanya bagian dari sistem kehidupan manusia zaman now.

Anda percaya ada tarif dari sederet artis itu, dari Rp25 juta sampai Rp300 juta?
Saya sih cuma ingin nama saya enggak dibawa-bawa saja he-he.

Cathy Sharon saat ditemui di kediamannya kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).
Cathy Sharon saat ditemui di kediamannya kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). | Bismo Agung /Beritagar.id

Ada kekhawatiran pemberitaan ini berimbas ke anak-anak?
Makanya ini soal jejak digital. Saya takut kalau diam saja mereka akan percaya hoaks.

Apalagi dia (Jacob). Tahun depan sudah SD. Sudah buka-buka Youtube. Kalau ada klarifikasi kan akan lebih clear.

Anda enggak mau menelusuri siapa sih di balik akun yang membuat daftar artis itu?
Actually that’s why saya buat laporan kan? Karena saya mau tahu motifnya dan mau kenalan.

Repot juga jika menjadi target berita hoaks ya…
Kita yang tahu mungkin bisa bedakan berita benar atau enggak. Tapi ternyata, ada juga orang termakan berita hoaks, bahkan orang dekat.

Banyak respons miring dari para sahabat terkait berita ini?
Sahabat sih tahu saya bagaimana. Paling hanya ibu-ibu teman sekolah anak saya bertanya. Ya saya jawab kalau itu hoaks.

Kenapa para artis yang jadi target berita hoaks prostitusi ini enggak kumpul untuk konsolidasi?
Belum sempat ketemu juga. Rumit, karena ini kan isu tabu. Sekarang fokus urus anak-anak dan bisnis saja.

Kayaknya sibuk di dunia politik juga ya?
Itu hanya kontribusi saya saja kepada negara he-he. Tapi saya memang enggak aktif di partai manapun.

Ada niat nyaleg seperti artis-artis lain?
Saya dukung orang baik terjun ke politik. Tapi kalau untuk maju (nyaleg) ya enggak. Passion saya ada di dunia kecantikan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR