Dino Patti Djalal saat ditemui di kantor Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Mayapada Tower 1, Jakarta, pada Jumat sore (19/7/2019).
Dino Patti Djalal saat ditemui di kantor Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Mayapada Tower 1, Jakarta, pada Jumat sore (19/7/2019). Wisnu Agung / beritagar.id
BINCANG

Dino Patti Djalal: Rich Brian amat pantas dikritik

Ia kekeh pertahankan pendapatnya soal pemuda berpengaruh versi Forbes itu dan mengaku tak takut dengan persekusi dari netizen.

Lini masa Twitter tengah riuh oleh cuitan Dino Patti Djalal. Ketua Dewan Pengawas Indonesia Diaspora Network Global ini menyerang sosok Rich Brian, dengan mengatakan penyanyi rap itu bukan sosok panutan karena cuitannya kasar dan merendahkan perempuan.

Alih-alih dapat dukungan, Dino malah diserang balik netizen. Salah satunya dari Sonia Eryka yang juga kakak Brian. Sonia menampilkan kicauan lawas Dino yang isinya permintaan bantuan untuk mengundang Brian dalam acara Supermentor.

Tak hanya Sonia, pembelaan untuk Brian juga disampaikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf di Twitter. Triawan ini yang menemani Brian saat menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

Dus. Saling sahut ini tak selesai cuma seharmal. Malah melebar hingga sampai ke kuping Ali Mochtar Ngabalin--yang juga nimbrung membela Brian. Intinya Ngabalin bilang tak mungkin Dino mencoba mengundang Brian jika Brian tidak berprestasi.

“Begitulah Twitter. Tapi saya tidak takut diserang dan tidak akan mundur satu senti pun dengan pendapat saya,” kata Dino saat wawancara dengan Heru Triyono dan fotografer Wisnu Agung di kantor Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Mayapada Tower 1, Jakarta, pada Jumat sore (19/7/2019).

Sore itu, Dino baru saja selesai rapat persiapan Kongres Diaspora Indonesia ke-5 yang akan digelar di Jakarta bulan depan. Jalur-jalur keriput di pipinya tampak bertambah. Rambutnya juga hampir perak semua. Namun, perubahan itu tak membuat kegiatannya terbatas. "Saya harus ke Australia minggu ini,” kata pria berusia 53 tersebut.

Berikut percakapan kami selama hampir satu jam soal dasar ketidaksukaannya terhadap Brian dan tudingan politis atas cuitan yang dibuatnya:

Dino Patti Djalal saat ditemui di kantor Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Mayapada Tower 1, Jakarta, pada Jumat sore (19/7/2019).
Dino Patti Djalal saat ditemui di kantor Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Mayapada Tower 1, Jakarta, pada Jumat sore (19/7/2019). | Wisnu Agung /Beritagar.id

Ada kegelisahan apa sih sampai mengkritik Rich Brian di Twitter?
Spontan saja. Kebetulan saya lagi di New York saat buat cuitan itu. Sehabis joging di Central Park, ngecek-ngecek berita mengenai Rich Brian dan kemudian saya menuliskan pendapat di Twitter.

Maksudnya berita Rich Brian bertemu Presiden di Istana Bogor?
Aduh saya lupa. Pokoknya berita terkait dia.

Sebenarnya, apa yang menjadi keberatan Anda dari sosok Rich Brian ?
Profinity. Itu jelas. Profinity is not cool. Ngomong jorok itu gak keren, memalukan. Saya ingin orang tua lain menyatakan itu.

Saya juga minta Brian berhenti ngomong jorok, karena itu akan ditiru anak-anak.

Ucapan-ucapan Rich Brian itu ditiru oleh anak-anak Anda?
Mudah-mudahan enggak ha-ha. Makanya saya menulis cuitan itu. Saya tahu saya akan di-bully. Tapi saya enggak gentar sedikit pun. Satu senti pun saya enggak gentar.

Ini prinsip, dan pengkritik saya harus tanya pada diri sendiri soal profinity di ruang publik. Mereka dukung atau menolak profinity.

Rich Brian kan penyanyi rap. Bisa jadi kata-kata kasar itu untuk membangun emosi dalam lagunya. Eminem juga memiliki citra yang lekat dengan profinity, dan itu tidak jadi masalah kan?
Kalau perilaku dan ucapan-ucapan Eminem itu kan bagian dari budaya Amerika. Ya kan? Di Amerika itu, ngomong apapun, sekotor apapun, gak apa-apa.

Tapi saya bicara sebagai orang Indonesia. Sebagai ayah dari anak Indonesia dan soal rapper Indonesia.

Oke. Tapi Rich Brian kan tinggal di Los Angeles. Tentu dia paham kultur rap di sana dan pasar pendengarnya siapa…
Tapi cuitannya tidak perlu begitu. Lihat Agnes Monica. Dia tinggal di LA juga. Apakah pernah dia bicara jorok? Kan enggak.

Intinya begini. Untuk menggarap pasar Amerika bisa-bisa saja dan kalau konteksnya memang di sana.

Tapi, kalau orang Indonesia bilang dia adalah panutan, sementara dia bicara seperti itu, saya enggak setuju. Penggemarnya kan banyak di Indonesia. Termasuk anak-anak kecil.

Kalau dia ngomongnya tetap cool, enggak jorok, dia enggak akan kehilangan pasar. Malah dia dapat respek termasuk dari saya sebagai orang tua.

Rich Brian punya segmentasi pendengarnya sendiri. Beda dengan musisi lain kan?
Bagi saya, jangan selalu pakai ukuran budaya di Amerika. Kalau ada yang bilang rapper harus ngomong kasar dan jorok, saya gak setuju.

Coba dengar lagu-lagu Will Smith. Dia rapper dan enggak ada itu kata-kata jorok dan kasar di media sosial.

Misalnya Rich Brian harus berbaik-baik dan sopan, agak rancu. Dia juga bukan pendeta atau ustaz?
Saya tidak minta dia berbaik-baik. Saya hanya minta dia tidak bicara porno dan jorok. Anda baca sendiri saja cuitannya.

Itu kata-kata yang tidak pantas dikeluarkan di ruang publik. Saya pun juga bukan ustaz. Tapi setiap kata yang dikeluarkan di ruang publik harus dipikirkan dulu. Ada standar kepatutannya.

Kalau citra Rich Brian dipahami semacam gimik sebagai sebuah cara promosi karya-karyanya kan bisa saja mencitrakan seperti itu. Apalagi dia tinggal di Amerika?
Bisa saja. Ini kan konteksnya orang ini role model atau enggak di Indonesia. Yang saya khawatir akan banyak yang menirunya.

Bagaimana dengan soal kreativitas. Sebagai penyanyi rap tentunya dia punya cara penyampaian yang berbeda dengan penyanyi pop. Dalam lagu Dat $tick, dia menggambarkan tentang polisi dan orang kaya. Itu kan menarik…
Saya hanya baca cuitannya. Saya menyatakan ini berdasarkan cuitan. To be honest, saya belum dengar lagu dia.

Artinya, ketika dia menyatakan sesuatu yang jorok di Twitter, maka bersiaplah dapat respons dari orang yang tidak setuju.

Jangan ngomong seperti itu, kemudian berharap enggak ada apa-apa.

Saya rasa Rich Brian juga tidak minta dipahami. Sebagai rapper dia boleh saja menyampaikan pendapatnya dengan cara dia kan?
Ya dan saya akan selalu menentangnya. Bukan hanya sebagai ayah saja, tapi sebagai orang Indonesia.

Bukan saya yang harus mundur dari kata-kata saya. Dia yang harus mencoba memperbaiki diri. Mengapa? Karena anak-anak mudah terpengaruh.

Kalau begitu, kenapa Anda mencoba mengundangnya di acara Supermentor saat itu?
Benar saya dulu pernah coba mengundangnya. Tapi begitu cek cuitannya, saya langsung batalkan.

Saya kaget melihat isi cuitannya. Jelek sekali, meski prestasi musiknya baik sekali.

Undangan itu sempat sampai ke pihak Rich Brian?
Saya lupa. Tapi saya sempat cari orang yang mengenal dia segala macam. Begitu baca cuitannya, ya saya batalkan.

Siapa yang mengusulkan nama Rich Brian untuk jadi pembicara di Supermentor?
Ada staf saya. Ya saya sudah terlalu tua untuk tahu mengenai sosoknya. Dari usul itu saya coba follow Twitternya, dan terlihat kalimat kasar dan porno itu.

Akhirnya sosok Rich Brian diganti dengan yang lain. Seperti Ridwan Kamil dan tokoh lainnya.

Dino Patti Djalal saat ditemui di kantor Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Mayapada Tower 1, Jakarta, pada Jumat sore (19/7/2019).
Dino Patti Djalal saat ditemui di kantor Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Mayapada Tower 1, Jakarta, pada Jumat sore (19/7/2019). | Wisnu Agung /Beritagar.id

Menurut Anda, penyanyi rap yang ideal versi Anda bagaimana. Dari Indonesia ya?
Aduh. Saya tidak ikuti dunia rap. Saya musiknya hanya pop. Misalnya Michael Jackson.

Anak-anak Anda tahu Rich Brian?
Tahu, dan saya harus terus terang kepada mereka dengan bilang, profinity is embrassing, not cool.

Saya pernah tinggal di Amerika, dan memang ada budaya ngomong jorok itu keren. Maka itu, saya enggak mau budaya itu masuk ke Indonesia.

Anda mau bilang bahwa Rich Brian tidak sesuai dengan kultur di sini dan pantas dikritik?
Ya. Amat pantas. Saya enggak takut di-bully dan banyak orang tua kirim pesan dukungan kepada saya.

Somebody has to say very simple: profinity is not cool dan saya mau tahu siapa yang berani bilang kalau ngomong jorok itu keren.

Ada yang menduga cuitan Anda ini politis?
Saya tidak cari popularitas. Saya tidak cari kekuasaan. Saya hidup bebas. Saya enggak peduli orang menilai seperti apa--selama saya meyakini sesuatu itu benar.

Cuitan Anda direspons oleh Triawan Munaf, hubungan Anda baik-baik saja dengan dia?
Baik. Tapi saya enggak tahu kenapa beliau menjawab. Sama sekali enggak ngerti. Kan saya tidak mengkritik Pak Triawan.

Triawan tentu jawab cuitan Anda, karena dia yang membawa Brian ke Istana sebagai musisi yang berprestasi di luar…
Oh begitu ya. Berarti beliau tidak memberitahukan kepada presiden the whole picture atau mungkin kurang meneliti cuitan-cuitan Brian.

Mungkin saja bagi beberapa orang cuitan adalah soal lain. Yang jelas kan Brian adalah pemuda berpengaruh yang diakui Majalah Forbes?
Saya senang sekali dengan itu. To be honest saya berharap dia akan semakin sukses. Tapi ingat, semakin sukses dia, maka akan semakin banyak orang meniru dia.

Layak enggak Rich Brian diundang di kongres diaspora yang akan digelar Agustus nanti?
Saya sih enggak undang dia. Tapi kalau yang lain mau mengundang ya terbuka saja. Tidak apa-apa.

Yang jelas kita mengundang sosok yang menginspirasi dan akan ada yang mengejutkan akan datang ke kongres.

Dua tahun lalu Obama. Sekarang siapa?
Masih rahasia.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR