Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Selasa (9/10/2018).
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Selasa (9/10/2018). Beritagar.id / Bismo Agung Sukarno
BINCANG

Gamal Albinsaid: Ini bukan soal angka data, tapi luka

Ia membuka diri untuk bicara politik, idealisme dan tentang mereka yang saat ini berkuasa.

Duduk-duduk bersama Gamal Albinsaid adalah hal menyenangkan. Ia baca menu makanan dengan teliti dan membiarkan percakapan berjalan bebas. Tapi, aksi tutup mulut dan kata no comment selalu jadi andalannya begitu menyangkut pertanyaan sensitif. “Kalau bukan kompetensi saya, no comment,” ujarnya tersenyum.

Gamal adalah sosok yang tenang dan santun. Ia bicara dengan nada rendah, sambil sesekali menyeruput tehnya—sebelum menopang dagu dengan satu tangan. Mirip patung The Thinker buatan Auguste Rodin.

Pria berusia 29 ini memang pemikir. Ia inovator kesehatan yang mencetuskan Klinik Asuransi Sampah. Caranya, masyarakat cukup bawa sampah sebagai ganti biaya berobat. Ia juga membuat Homedika dan Siapa Peduli, platform digital yang menghubungkan tenaga dan fasilitas kesehatan dengan masyarakat.

Penghargaan yang ia terima pun sejibun. Salah satunya HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Prize 2014 dari Cambridge University, Inggris. Inovasinya itu diapresiasi Presiden Vladimir Putin, yang kemudian jadi perbincangan nasional.

Kini nama Gamal kembali jadi sorotan. Kali ini bukan karena inovasi, tapi karena ia memiliki tanggung jawab besar: menjadi Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia menggantikan Ratna Sarumpaet, yang diberhentikan setelah diketahui menyebar berita dusta.

“Saya bukan pengganti Bu Ratna, yang pasti surat keputusannya adalah jadi juru bicara,” katanya saat wawancara dengan Fajar WH, Heru Triyono, fotografer Bismo Agung dan videografer Aulia Rahma di sebuah kedai kopi, samping hotel THE 1O1 Darmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (9/10/2018).

Selama satu jam lebih ia menjawab banyak pertanyaan dari kami. Di antaranya soal kedekatannya dengan Sandiaga Uno dan apa peran selanjutnya yang ia lakukan sebagai juru bicara. Berikut perbincangannya:

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Selasa (9/10/2018).
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Selasa (9/10/2018). | Bismo Agung /Beritagar.id

Apakah kasus hoaks Ratna Sarumpaet merugikan pihak Prabowo?
Sebenarnya saya tidak ingin bahas ini. Bukan kompetensi saya juga menjelaskan. Jadi no comment.

Tapi ini menyangkut kredibilitas serta kepercayaan masyarakat kan…
Kasus ini memang menyita perhatian, tenaga dan waktu kita semua. Tapi kalau di situ terus, maka sia-sia nanti, tidak produktif.

Melihat kasus Ratna ini, narasi bagaimana yang harus dibangun Tim Prabowo-Sandi untuk mengembalikan kepercayaan publik ke depan?
Saya suka pertanyaan ini, yaitu soal narasi yang dibangun. Komitmen kita itu jelas, yaitu narasi soal ekonomi. Itu digambarkan oleh kemiskinan dan kesenjangan saat ini.

Kemudian adalah narasi tentang persatuan. Saya benar-benar ingin membawa kesejukan ke politik. Saya ingin munculkan rasa persaudaraan dalam kontestasi ini. Jangan sampai konflik jangka pendek membuat kita semakin jauh dan renggang.

Menurut Anda kasus hoaks Ratna adalah sebuah "kecelakaan" Tim Prabowo-Sandi atau memang by design?
No comment he-he.

Apa yang dibaca Anda ketika Prabowo pasang badan untuk Ratna dan minta maaf karena mengonsumsi berita bohong?
Luar biasa, Anda memancing saya untuk bicara ha-ha.

Oke, bagaimana ceritanya Anda disiapkan menjadi pengganti Ratna?
Saya tidak berkapasitas menjawab pengganti atau bukan. Yang saya tahu, saya dapat surat keputusan jadi juru bicara. Itu saja.

Saya juga mendapat mandat untuk menyampaikan gagasan selama tujuh bulan ke depan. Sebelumnya saya banyak diskusi dengan Bang Sandi. Sudah satu bulan terakhir saya diskusi intens dengan beliau.

Maksudnya selama sebulan itu Anda berpikir untuk masuk Tim Prabowo-Sandi?
Enggak selama itu. Ini kan proses dari diskusi dan dari pertemuan-pertemuan di banyak kesempatan.

Ada hal-hal yang dijanjikan untuk Anda ketika menerima pinangan jadi juru bicara?
Sama sekali enggak. Dasarnya adalah kesamaan visi. Saya juga melihat track record personality. Saya bilang semuanya mission fit, cocok dengan kami yang masih muda.

Sebab itu saya membuat satu gerakan: Sobat Sandi. Kami mengumpulkan anak muda yang punya karya nyata di masyarakat.

Anda juga berada di balik konsep OK OCE?
Oh tidak.

Anda memang dekat ya dengan Sandiaga Uno?
Jadi juru bicara itu bukan soal kedekatan. Kalau bicara dekat, Pak Jokowi juga pernah beri saya penghargaan. Beliau juga perhatian kepada saya.

Saya pernah diundang ke Istana, meski saya berhalangan hadir. Ya, memilih pemimpin bukan soal kedekatan personal, tapi kepentingan personal dan keyakinan bahwa dia sosok yang kompatibel dengan permasalahan sekarang.

Apa spesialisasi yang diharapkan Tim Prabowo-Sandi dari Anda, maksudnya apa bidang yang diberikan untuk Anda?
Bidang yang sesuai kompetensi tentunya. Kalau di luar kompetensi, kita memilih diam. Saya tidak jarang bilang no comment, karena saya tidak kompeten menjawab.

Saya hanya menyampaikan domain yang saya kuasai. Jangan sampai jubir berakrobat dan menjawab begitu saja yang belum tentu menggambarkan pemikiran calon.

Target yang dibebankan untuk Anda?
Tidak ada. Kami fokus saja tujuh bulan ke depan. Pokoknya tugas kami sederhana. Menerjemahkan dan menyampaikan visi misi kandidat ke masyarakat.

Ada reaksi kurang menyenangkan dari masyarakat ketika Anda memutuskan masuk politik?
Ini menarik. Sebelum saya masuk, saya berpikir banyak pihak yang punya pilihan politik berbeda akan tidak suka dengan saya. Tapi ternyata tidak. Bahkan di media sosial saya banyak yang setuju dengan saya. Kalaupun tidak, mereka sampaikan dengan santun.

Begitu masuk, sudah langsung ada akun-akun mengatasnamakan Anda ya…
Semoga akun-akun palsu yang dibuat atas nama saya itu tidak terlalu pengaruhi masyarakat.

Keluarga setuju Anda jadi jubir?
Saya memohon izin ayah dan ibu. Pengorbanan mereka untuk saya begitu besar. Ketika kuliah kedokteran Bapak sampai jual tanah. Ketika ada tugas mengetik di sekolah, bapak juga yang membawakan mesin ketik dari toko ke rumah. Pengorbanan itu bukan sekali dua kali. Banyak.

Sebelum jadi jubir ini, apakah sebelumnya tawaran juga pernah datang dari partai politik?
Sering. Dari lama, partai pendukung Pak Prabowo dan juga pendukung Pak Jokowi beberapa kali menawari. Saya itu dekat dengan mereka. Mereka undang saya ke acara partai dan juga menawarkan jadi DPRD atau DPR. Bahkan formulirnya diantar ke rumah. Penawaran itu tanpa mahar.

Kenapa sekarang mau dan dulu enggak?
Saya mau jadi jubir, tapi kan bukan masuk partai. Saya hanya ingin ajak anak-anak muda terlibat untuk membuat perubahan. Saya tidak ingin anak muda hanya jadi komoditas. Saya ingin narasi, ide, dan gagasan mereka bergemuruh di panggung demokrasi 2019. Insya Allah ini momentum yang baik.

Anda merasa mewakili anak muda dan milenial?
Saya ini under thirty. Saya merasa berhak sekali untuk mengatakan saya ini bagian dari milenial.

Kalau hendak masuk partai, partai mana kira-kira yang Anda pilih, yang nasionalis atau agamis
Saya ndak berpikir itu sama sekali sekarang.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Selasa (9/10/2018).
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid, di THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, Selasa (9/10/2018). | Bismo Agung /Beritagar.id

Sebenarnya, apa narasi pribadi yang jadi dasar Anda hingga akhirnya masuk Tim Prabowo-Sandi?
Ya kesenjangan dan kemiskinan. Kita ini sedang berjalan ke arah sana, yang memicu ledakan sosial. Ini bukan soal angka data-data tapi soal luka kita. Ada ibu yang harus mengemis di rumah sakit supaya anaknya bisa berobat. Ada anak yang susah sekolah. Ini kan masalah utama kita sekarang.

Pihak lain memandang dramatisasi persoalan ekonomi ini malah melahirkan pesimisme…
Saya optimis sebetulnya. Tapi yang dipikirkan masyarakat kan dapur mereka, beras dan minyak. Mereka hanya ingin tetap bisa makan dengan tenang tiap hari, kesehatan terjamin dan anaknya bisa sekolah. Menurut Eyang Habibie, kita tidak menerapkan Ekonomi Pancasila secara menyeluruh, ditambah banyak VOC-VOC gaya baru muncul.

Siapa VOC-VOC gaya baru ini?
Ya VOC yang tidak membangun sebuah usaha untuk mencapai keadilan.

Selama empat tahun belakangan VOC-VOC yang Anda maksud ini semakin banyak?
Saya enggak mengatakan itu. Dari diskusi dengan Pak Habibie, VOC gaya baru itu sebetulnya perusahaan yang tidak pancasilais, tidak berpihak pada keadilan, mengambil sumber daya sebanyak-banyaknya, sehingga menyebabkan kesenjangan.

Apa yang bisa dilakukan Jokowi untuk memperbaiki kesenjangan itu?
Saya ndak kompeten menjawab itu.

Tapi sebagian pihak menilai Jokowi punya jawaban atasi kesenjangan itu, misalnya dengan pembangunan infrastruktur. Malah Tim Prabowo yang dianggap belum jelas konsepnya…
Oh jelas sekali. Satu, menurunkan harga bahan pokok, kedua, membuka lapangan pekerjaan—sehingga emak-emak bisa tenang, anak bisa sekolah dan para suami bisa pulang kerja untuk beli susu dan popok untuk anaknya.

“Prabowo-Sandi meneladani Nabi Sulaiman”

Gamal Albinsaid

Dari hasil beberapa survei, Jokowi masih unggul jauh, apakah berat mengangkat Prabowo ya?
Survei saat ini mungkin masih di bawah, sekitar 30 persen. Tapi akan jadi 40 persen dengan dukungan emak-emak dan jadi 50 persen dengan dukungan milenial. Tugas kita cuma kerja keras dan memberikan yang terbaik.

Tergerus enggak persentasenya akibat kasus hoaks Ratna Sarumpaet?
No comment he-he. Tapi begini, saya melihat Pak Prabowo itu punya kepemimpinan yang sangat kuat. Yaitu berani menanggung dan berani maju ke depan untuk pasang badan.

Kedua kandidat ini juga sudah selesai dengan urusan finansial. Nah kematangan finansial ini yang memungkinkan mereka meneladani Nabi Sulaiman. Mereka jadi bijak dan enggak bisa orang menyogok, iya kan?

Tapi sejumlah bekas buruh PT Kertas Nusantara milik Prabowo melakukan demo soal gaji yang belum dibayar…
Saya kurang bisa menjawab itu.

Bagaimana dengan kepemimpinan Jokowi menurut Anda?
Saya tidak akan menilai leadership Pak Jokowi he-he.

Apa kritik utama untuk dia?
Sulit ini. Yang jelas, banyak hal dari Pak Jokowi yang saya apresiasi. Dengan jadi jubir ini pun tidak mengurangi rasa sayang saya ke Kiai Ma’ruf. Prinsipnya, ketidaksepakatan bisa disampaikan dengan santun. Ya, mari membangun narasi yang menyejukkan dan mempersatukan.

Btw pada Pilpres 2014 Anda itu memilih siapa?
No comment.

Cerita 'dokter sampah' bersedia jadi juru bicara /Beritagar ID
BACA JUGA