Nurhadi saat ditemui di rumahnya, kawasan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu siang (9/1/2019).
Nurhadi saat ditemui di rumahnya, kawasan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu siang (9/1/2019). Bismo Agung / Beritagar.id
BINCANG

Nurhadi 'Dildo': Cita-cita saya menjadi Arnold Schwarzenegger

Ia bicara tentang kenakalan kala puber, pemimpin yang berdosa dan pengalamannya diburu kaum gay.

Ketika menyebut nama Nurhadi, bagaimana Anda membayangkannya?

Seperti Idrus Madani yang sok bijak di sinetron Para Pencari Tuhan atau Mat Solar di Bajaj Bajuri, yang kocak dan nyeleneh. Selama kami bersamanya, Nurhadi tampil sebagai gabungan dua karakter itu.

Matur nuwun sudah datang. Aku lebih ganteng dari Prabowo kan,” kata Nurhadi terkikik, di rumahnya, kawasan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu siang (9/1/2019).

Rumahnya itu berada di jalan kecil Desa Golantepus. Berdempetan dengan rumah lain—yang kebanyakan terbuat dari kayu atau batu bata yang belum disemen. Heru Triyono dan fotografer Bismo Agung menemuinya di sana.

“Saya ini capres serba bisa. Mau diurut atau diramal?,” ujar Nurhadi cengengesan.

Pernyataan Nurhadi soal ganteng tentu hoaks. Namun, soal dirinya jago urut, itu benar adanya. Ia telah berprofesi sebagai tukang urut sejak 15 tahun lalu. “Kios pijat aku di Pasar Brayung. Sudah banyak yang tahu,” katanya.

Tapi, yang membuatnya tenar itu bukan karena profesinya. Melainkan karena ia didaulat menjadi kandidat presiden 2019, disandingkan dengan Aldo, sebagai wakil.

Tentu pasangan ini fiktif. Hanya guyonan. Tapi nyatanya direspons luas. Jumlah pengikut Instagram Nurhadi-Aldo alias Dildo terus membesar. Per Ahad ini (13/1/2019), jumlahnya mencapai 374 ribu.

Pria berusia 49 ini pun tak menyangka bakal fenomenal. Ia mengaku menikmati ketenaran itu, meski kadang hidupnya terganggu.

Saat wawancara saja, ada 20-an telepon video ia layani. Motifnya macam-macam. Ada yang minta kenalan, tanya kabar atau yang paling mengganggu: sambil onani. “Langsung saya blok nomornya,” kata dia.

Berikut tanya jawab dengan Nurhadi, yang kerap mengucapkan TST, kepanjangan dari tahu sama tahu:

Nurhadi saat ditemui di rumahnya, kawasan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu siang (9/1/2019).
Nurhadi saat ditemui di rumahnya, kawasan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu siang (9/1/2019). | Bismo Agung /Beritagar.id

Gerakan Dildo ini dituduh menghidupkan sikap apatis dan golput?
Saya pikir itu berlebihan. Semua tahu ini guyon. Hanya capres lucu-lucuan.

Tapi bisa saja Dildo mengarahkan orang jadi golput. Apalagi mereka yang skeptis terhadap dua capres yang asli?
Gimana maksudnya. Skeptis? Pakai Indonesia saja. Kalau pakai bahasa luar itu kadang kemana-mana. He-he.

Skeptis, maksudnya kurang percaya atau ragu-ragu...
Saya selalu bilang pilih pemimpin itu wajib, walau pemimpin itu pendosa. Harus ada pemimpin. Jangan sampai enggak. Sekali pun karakternya tidak baik.

Antara Jokowi dan Prabowo, mana yang karakternya baik dan mana yang enggak?
Sama baiknya. Kalau soal pilih siapa, itu rahasia.

Kalau ada kelompok masyarakat yang memandang keduanya tidak baik?
Tetap harus memilih. Ada pemimpin saja masih tidak baik, apalagi tidak ada, bakal amburadul ini negara.

Anda enggak berminat jadi capres betulan?
Kalau masyarakat enggak ada pilihan, saya baru terjun. Sekarang bekerja untuk dumay dulu he-he. Menjadi calon presiden dunia maya itu asyik.

Timsesnya muda-muda dan kreatif. Walau guyon, tetapi tetap cerdas. Pokoknya nanti pilih nomor 10 ya. Kami ini maha asyik.

Apakah Anda merasa lebih baik dari Jokowi dan Prabowo?
Tentu, saya lebih ganteng kan dari Prabowo? He-he. Jokowi dan Prabowo enggak punya kumis.

Kumis Anda itu tidak pernah dicukur habis ya?
Ini sudah ada sejak SMP. Dipotong, tapi cuma tipis-tipis. Ketika bertemu cewek dikiranya saya sudah dewasa. Eh diajak kawin. Ya enggak mau.

Saya itu memang bercita-cita punya kumis dan badan seperti Arnold Schwarzenegger. Ha-ha.

Kenapa Arnold?
Lelaki itu harus berotot. Seperti Arnold. Itu tanda kesehatan. Lelaki itu harus pemberani dan jadi pemaaf pada saatnya.

Di mata saya, apapun yang menarik, itu jadi hobi. Termasuk angkat beban, bernyanyi dan lukisan. Apapun yang bikin enak. (Mendadak nyanyi Indonesia Pusaka).

Sejak kecil memang sudah absurd begini ya? Ha-ha
He-he. Masa kecil saya menyenangkan. Mandi di kali kayak sapi. Pernah, pas orang-orang lagi mandi, saya taro kotoran saya dalam plastik dan menghanyutkannya di kali.

Mereka malah berebutan. Ha-ha. Dikiranya sabun.

Nakal juga ternyata?
Dibilang nakal ya enggak. Hidup kan mengalir. Yang penting senang. Kita cari uang untuk apa? Kesenangan. Kita cari cewek untuk apa? Kesenangan juga. Tapi yang diridai agama.

Apa latar belakang pendidikan dan keluarga Anda?
Saya ini lulusan madrasah aliyah. Bungsu dari dua bersaudara. Bapak saya buruh rokok, yang selalu menekankan agama dalam hidup.

Nama saya itu pesanan kiai Jawa Timur. Nur itu artinya cahaya, hadi itu petunjuk.

Semoga capres nomor 10 mampu memberikan cahaya dan petunjuk. Seperti tugas nabi. Asyik gitu lho.

"Hidup ini ndak bisa dipisahkan dari keburukan. Ketika ada orang memberantas korupsi, ya itu bukan orang hebat"

Nurhadi

Sebenarnya sejak kapan Anda aktif di media sosial?
Tujuh tahun lalu, sebelum ada android. Saya itu sudah main Facebook.

Berbagai foto Anda sangat absurd di Facebook, malah sampai telanjang dada…
Itu spontan saja. Fan saya minta begitu. Kebetulan kan habis memijat. Jadi telanjang.

Di Facebook itu lah pertama kali saya dipanggil pakde oleh Anggi, fan dari Medan. Sampai sekarang panggilan pakde itu berlaku. Tapi saya belum bertemu dengan Anggi secara langsung.

Termasuk dengan Edwin ya, admin media sosial Dildo. Anda juga tidak pernah bertemu dia kan?
Belum. Yang jelas dia menawari saya jadi calon presiden pada awal tahun baru ini.

Saya bersedia asal tidak melanggar hukum agama dan negara. Satu lagi, tidak menyakiti orang lain. Harus asyik.

Ternyata responsnya positif. Belum satu minggu sudah 100 ribu pengikutnya. Saya komunikasi dengan Edwin via aplikasi messenger. Misalnya membahas postingan.

Penamaan dildo dan tronjal-tronjol itu dari siapa?
Dari saya. Arti tronjal tronjol kan kurang akal atau goblok. Bisa diartikan juga orang cari muka.

Maksudnya?
Orang kalau sedang goblok akan melakukan dua hal: yang tidak berguna dan dosa. Mereka lupa untuk jadi cerdas dan asyik. Padahal asyik itu perlu.

Lalu, makna dildo untuk kondisi politik Indonesia itu apa?
Seperti karet. Banyak orang tampak pintar dan baik, tapi kelihatannya saja. Padahal antara hati dan mulut beda.

Begitu pun karet. Karet ya tetap karet. Berapa kali pun karet dildo dicuci, tetap kotor juga. Tidak usah menuduh siapa-siapa. Begitu kan? Ha-ha.

Tapi gara-gara dildo jadi terkenal, saya malah didekati gay lagi.

Nurhadi saat ditemui di rumahnya, kawasan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu siang (9/1/2019).
Nurhadi saat ditemui di rumahnya, kawasan Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu siang (9/1/2019). | Bismo Agung /Beritagar.id

Kok bisa. Mungkin foto-foto Anda memancing mereka untuk hubungi Anda?
Saya enggak tahu. Tadi saja ada telepon dari beberapa gay. Di antaranya video call sambil onani. Edan. Saya dibilang seksi. Padahal saya normal.

Awal-awal main Facebook mereka ada juga. Tapi sekarang muncul lagi. Ndak sopan banget.

Mereka ini siapa, anak muda, mahasiswa atau…
Bapak-bapak. Mereka bilang, dengar suara saya saja sudah puas. Saya ndak mengerti.

Bagaimana jika mereka yang gay ini jadi pasien pijat Anda, akan ditolak?
Ya enggak. Kalau pijatnya di hotel saya lapor ke sekuriti dulu bahwa saya ada di kamar sekian. Biar dipantau.

Saya ini tahu yang dipijat itu gay atau bukan. Masa baru dipijat, sudah nongol. Kalau maksa, otot saya gede. Gajah saja saya banting, apalagi manusia.

Kenapa Anda memilih profesi sebagai pemijat?
Saya suka interaksi. Itu luar biasa. Apalagi kalau keluhan pasien teratasi. Ada kepuasan batin. Saya ini bisa sembuhin penyakit strok sampai gay. He-he

Belajar dari siapa ilmu pijat memijat itu?
Dari yang bisa lah dan buku. Kebetulan saya punya banyak kenalan. Saya senang baca buku, baca itu penting.

Buku apa yang terakhir Anda baca?
Sudah lupa ha-ha. Sekarang sibuk. Balas Whatsapp saja bisa lebih dari 200 pesan tiap hari. Saya balas semua. Belum lagi video call.

Tenar begini, banyak dong partai politik yang pedekate ke Anda?
Ada. Tapi kan kami ya kami, kamu ya kamu. Begitu saya bilang ke mereka (partai).

Anda takut berpolitik?
Hidup itu ada yang berperan sebagai sumur, bak air dan comberan. Sumur dan baik air itu bermanfaat. Comberan? Baik juga, karena mengalirkan air meski kotor.

Hidup ini enggak bisa dipisahkan dari keburukan. Makanya ketika ada orang yang berantas korupsi, yaitu bukan orang hebat.

Banyak perubahan dalam hidup Anda saat ini?
Ya, order pijat makin sering. Banyak orang datang ke rumah dan TST lah (tahu sama tahu) ha-ha.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR