Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul Izzah Anwar, saat ditemui di Bangunan Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu siang (18/7/2018)
Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul Izzah Anwar, saat ditemui di Bangunan Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu siang (18/7/2018) Beritagar.id / Wisnu Agung Prasetyo
BINCANG

Nurul Izzah: Mahathir tak seperti Soeharto

Dalam wawancara eksklusif ini ia mengungkap kedekatannya dengan Habibie dan bagaimana dirinya akan mati bahagia jika Radiohead jadi ke Malaysia.

"YB Nurul Izzah? Di dalam, first floor," jawab seorang penjaga sambil menunjuk arah tangga. YB (dilafalkan waybi) adalah panggilan kebesaran di Malaysia. Itu singkatan dari Yang Berhormat. Nurul memang disapa YB oleh media sana. Mungkin karena dia personifikasi politisi Melayu masa kini: muda, vokal, terkenal.

Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat ini seperti Siti Nurhalizanya pentas politik Malaysia. Begitu masyhur. Tapi wajahnya lebih mirip Dhini Aminarti, aktris Indonesia, bukan Nurhaliza. Siang itu Nurul hadir di hari ketiga sidang parlemen di Bangunan Parlimen Malaysia. Dia mengenakan baju panjang hijau dan tudung merah muda.

Hari ketiga sidang itu sama riuhnya dengan hari pertama, yang ditandai walk out. Berisik. Di sana-sini terdengar anggota parlemen teriak-teriak. Suara itu terdengar dari pengeras suara yang dipasang di mana-mana, bahkan terdengar hingga toilet, saat Anda pipis. “What the hell man, you heard that,” kata Nurul mengomentari keriuhan itu pas wawancara, Rabu siang (18/7/2018).

Untuk masuk Bangunan Parlimen tak mudah. Syaratnya ketat: harus ganteng, alias pakai kemeja panjang polos, celana bukan jin, sepatu dan dasi. Tak bisa ditawar. Kami pun pergi ke beberapa toko untuk membeli itu semua—di penghujung malam sebelum wawancara Sang Putri Reformasi.

Sang Putri tak henti menaikkan dua sudut bibirnya kala itu. Satu per satu tamu datang menyalami. Mengajaknya foto bersama, termasuk media. Tapi Nurul mendadak jutek saat ada yang minta foto ulang berkali-kali. Kami menunggu giliran.

Peta politik memang telah berubah di sana. Nurul bak pahlawan. Tak lagi jadi pembangkang, sebutan oposisi di sana. Kini ia jadi bagian dari pemerintah dan punya andil mengantarkan Mahathir Mohamad merebut posisi Perdana Menteri—dengan mengalahkan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak.

Kepada Heru Triyono dan Wisnu Prasetyo, perempuan 37 tahun ini menjawab lugas dan gamblang tiap pertanyaan. Di antaranya soal Najib dan Thom Yorke. Ia mengesampingkan pertanyaan apakah dirinya kelak bakal jadi pengganti Sang Ayah. “Ini bukan tentang saya, tapi Malaysia,” ujarnya. Berikut perbincangannya:

Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul Izzah Anwar, saat ditemui di Bangunan Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu siang (18/7/2018)
Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul Izzah Anwar, saat ditemui di Bangunan Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu siang (18/7/2018) | Wisnu Prasetyo /Beritagar.id

Publik Malaysia menaruh harapan tinggi terhadap pemerintahan baru Mahathir Mohamad…
Sudah tentu, kita mengalahkan birokrasi kerajaan (pemerintahan) yang 61 tahun di bawah Barisan Nasional. Kita butuh bergandengan and we explain to the public that we are doing something. Termasuk menunaikan janji-janji kampanye 100 hari kerja.

Tapi di media, Mahathir mengaku sukar merealisasikan janji-janji 100 hari kerja itu?
Kita sedang proses transisi. Kita hadapi sama-sama semua soal. Sebentar lagi diumumkan proyek-proyek yang dikaji ulang karena kesalahan masa lalu. Ada yang dilanjutkan, ada yang tidak.

Janji menghapuskan pajak barang dan jasa (GST) juga sudah. Itu diharapkan meningkatkan pendapatan negara.

Bagaimana dengan janji Mahathir untuk menjadikan Anwar Ibrahim sebagai perdana menteri?
Saya tak ada baca itu. Kenyataan bersama yang kami tanda tangani itu perdana menteri terus bekerja dan ada proses transisi di masa depan. Ini disetujui semua pihak. Perdana menteri akan kerja dan usaha tanpa diganggu.

Artinya tidak akan ada estafet kepemimpinan ke Anwar dari Mahathir?
Kita harus paham lah bahwa sudah ada kepemimpinan sekarang ni. Bila tiba masa pasti akan ada perubahan. Biar beliau melakukan tugas dengan baik lah dulu.

Usia Mahathir nyaris mendekati satu abad, apakah mampu bekerja dengan baik?
Ada peribahasa Inggris, the proof of the pudding is in the eating. Which means you have to eat the pudding to know what's inside of it. Jadi pada saat ini Malaysia sedang mewujudkan pekerjaannya, dan ada saatnya lah pembuktiannya nanti.

Yang sudah berjalan, Mahathir tak pernah terkendala dari segi kesehatan?
Beliau itu sosok yang bekerja keras lah. Dari pagi sampai malam. Kita akan pantau semua tindakan dan keputusannya.

Menurut Anda, ada kesamaan tidak antara Mahathir dengan Soeharto, yang merupakan dua sahabat dekat?
Beliau tidak seperti Soeharto. Setiap pemimpin punya karakter sendiri-sendiri lah.

Saya menangkap isu-isu politik di Malaysia saat ini mirip dengan Indonesia jelang reformasi 1998 ketika Soeharto jatuh?
Agak berlainan. Setiap negara mempunyai keunikan tersendiri. Saya tekankan di sini, pengalaman Indonesia waktu itu tidak terlepas dari jasa Presiden Habibie yang telah membantu melaksanakan beberapa pekerjaan. Beliau meletakkan batu asas reformasi.

Kita tak menyangka dan rakyat Indonesia juga pun, Presiden Habibie mampu melakukannya. Sama dengan di Malaysia sekarang. Kita tak menyangka dapat melakukan perubahan. Padahal sejak 1998 Anwar sudah menggariskan agenda reformasi, tapi baru sekarang dapat kesempatan mewujudkan.

Mahathir menang, ayah Anda akhirnya bebas…
Sesungguhnya Partai Keadilan Rakyat tidak hanya fokus pembebasan Anwar. Ini bukan soal Anwar Ibrahim saja. Kita ingin reformasi yang wujud-wujudnya masuk ke eksekutif, legislatif dan undang-undang, agar semuanya adil dan independent.

Apakah upaya-upaya perbaikan pada pemerintahan sebelumnya tidak berjalan?
Belum berjalan. Contoh ya. Masalah speaker (pembicara di parlemen). Jangan diamkan pembangkang (oposisi) dengan cara sembrono dan fitnah. Harus kita perbaiki hal ini dengan cara yang lebih parlementeris dan demokratis.

Dulu, Anda juga tampak keras dalam mengkritik pemerintah jika di parlemen?
Tengok yang betul. Saya memilih isu kalau mau keras. Kalau ada isu yang tidak terkait saya, tidak akan saya layani—meski itu provokasi. Tapi kalau provokasi terkait dengan fitnah, menyerang, sembrono, tentu saya bangkit dan lawan.

Sekarang kondisinya berbalik ya, Anda berada di kubu pemerintah?
Saya merasa tanggung jawab saya lebih besar. Tapi saya ingin keadilan di pemerintahan ini. Saya tidak mau banyak penghakiman dan penghukuman yang tidak adil kepada rakyat, seperti yang saya rasakan dulu. Keadilan harus hidup, media juga harus baik, tidak dikekang.

Yang jadi pertanyaan besar adalah soal bersatunya dua lawan, kubu Mahathir dan kubu Anwar, kok bisa?
Mula-mula saya juga bertanya. Tapi sebab utama kami bersatu adalah agenda reformasi. Kita senantiasa utamakan itu. Agenda itu untuk negara dan Mahathir menunjukkan kesediaan melaksanakannya.

Anda sudah memaafkan perlakuan Mahathir pada masa lalu ke Anwar?
Beliau mengaku salah. Sistem negara ini juga dibangun oleh beliau. Dari situ kita minta rakyat tidak dendam dan menjalin kebersamaan untuk mewujudkan Malaysia baru.

Secara pribadi apakah Anda merasa berat memaafkan?
Mula-mula janggal. Tapi beliau datang dan menunjukkan kesungguhan untuk melakukan reformasi.

Apa yang ditawarkan Mahathir sehingga Anda percaya kepadanya?
Kita sepakat dengan agenda reformasi. Kita ingin bergerak bersama. Juga dalam pemberantasan korupsi. Ini agenda wajib. Kita melihat dana milik rakyat hilang. Kita tak boleh biarkan segelintir orang ambil dana yang bukan milik mereka.

Korupsi ini marak pada pemerintahan sebelumnya ya, harta Najib Razak yang disita saja mencapai Rp3,8 Triliun…
Beliau harus diadili dan dibawa ke mahkamah. Bila tengok nilai begitu besar, saya marah dan kecewa. Bagaimana pemimpin bisa melakukan hal itu tanpa merasa salah. Sejak dulu Anwar amat menginginkan pemberantasan korupsi.

Sebenarnya, siapa tokoh Indonesia yang paling dekat dengan Anwar?
Tak tahu saya.

Dengan Prabowo? Ketika berkunjung ke Indonesia, kan Anwar menemuinya…
Mungkin, tapi beliau dekat dengan banyak tokoh di Indonesia, termasuk Pak Habibie. Keduanya dekat. Ketika Anwar ditahan, Pak Habibie mendukung dan memberikan simpati. Saya pernah menemuinya di Batam.

Kalau Anda dekat dengan siapa?
Hmm. Saya suka dengan pemikiran Adi Sasono. Kalau dengan Pak Jokowi saya bertemu semasa dia menjadi wali kota.

Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul Izzah Anwar, saat ditemui di Bangunan Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu siang (18/7/2018)
Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat, Nurul Izzah Anwar, saat ditemui di Bangunan Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu siang (18/7/2018) | Wisnu Prasetyo /Beritagar.id

Anda bertekad berpolitik selamanya?
Tidak ada orang yang selamanya ingin jadi politisi. Kita pun tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Saya hanya mau konsisten dan istikamah, juga berani menyuarakan pendapat.

Ini anjuran kepada setiap khalifah di bumi. Jangan hanya berdiam diri dan lupa apa yang berlaku di luar sana. Sudah 20 tahun saya jadi politisi dan membuktikan bila politisi bisa melakukan kerja-kerja kebajikan.

Tidak jenuh?
Sedikit. Karena hidup di depan mata umum (publik) kadang mengganggu, tapi itu adalah masa yang saya syukuri. Saya bersama ayah memilih jalan yang keras untuk mewujudkan reformasi.

Ada trauma dengan kasus sodomi yang menimpa Anwar Ibrahim?
Seluruh keluarga marah karena kejahatan itu luar biasa. Mahkamah melakukan banyak ketimpangan dalam dakwaan.

Apakah Anda pernah berpikir bahwa ayah Anda seorang biseksual?
Itu merupakan kabar jahat dan fitnah.

Soal kehidupan di depan mata umum tadi, Anda nyaman privasi Anda menjadi konsumsi publik?
Syukurnya media di sini tak seperti di Indonesia. Media Malaysia ya alhamdulillah. Saya masih ada ruang untuk bernapas.

Itu risiko politisi, termasuk berita soal perceraian Anda yang banyak ditulis oleh media, bagaimana Anda menyikapinya?
Saya cukup bilang ke medianya, that’s my private affair, shut up!, mudah. Perceraian adalah hakikat hidup, kita usaha sama-sama yang baik untuk wujudkan rumah tangga. Tapi kadang kala tidak berlangsung demikian. So what? Islam memberikan peringatan untuk sabar dan meneruskan hidup tanpa rasa benci dan marah.

"Perceraian adalah hakikat hidup, kita usaha sama-sama yang baik untuk wujudkan rumah tangga. Tapi kadang kala tidak berlangsung demikian. So what?"

Nurul Izzah

Anda berjanji akan membawa Radiohead bila Pakatan Harapan menang kan, jadi?
Insya Allah, sedang diusahakan. Ada satu kendala. Yaitu tentang Radiohead yang beraksi di Tel Aviv tahun lalu. Itu dinilai tak sensitif terhadap Palestina. Saya sudah memohon secara resmi kepada pihak Radiohead untuk datang. Insya Allah saya umumkan sekejap masa lagi.

Saya akan bahagia setengah mati jika mereka datang. Karena saya memandang ada nilai sentimentil pada band itu. Mereka sering aktif memperjuangkan hak asasi manusia, tidak cuma soal musik semata.

Anda fan besar Radiohead?
Especially ya, di masa saya. Waktu muda saya suka dengan lirik dan alunan lagu mereka. Evolusi musik band ini matang. Bisa dilihat dari album Pablo Honey dan OK Computer, kemudian beralih ke In Rainbows dan tentunya The King of Limbs. Mereka bahkan memuat kritik untuk George Bush.

Saya menyukai Thom Yorke. Dia tidak ramai isunya di media, dan bertumpu pada karya saja. Dia berbakat dari segi suara dan kreativitas. Pada masa itu saya juga suka Eddie Vedder and Chris Cornell.

Punya bakat bermain musik dan bernyanyi?
Tidak pada masa sekarang, kalau dulu iya. Saat ini musik saya pinggirkan, karena nanti bikin gaduh. Saya main musik tahun 2003 dan 2009, ketika masih muda.

Btw kabinet Perdana Menteri Mahathir saat ini banyak diisi anak muda ya?
Sudah tentu. Tapi anak muda sekarang tak meminati lagu-lagu yang sama (dengan saya). Contohnya Syed Saddiq (Menpora-nya Malaysia), dia itu meminati Selena Gomez, yang bukan referensi musik saya ha-ha.

Anda berambisi jadi perdana menteri?
Perubahan di Malaysia ini bukan tentang saya, tapi Malaysia. Itu dibicarakan nanti.

Mahathir dan reformasi di mata Nurul Izzah /Beritagar ID
BACA JUGA