Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).
Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019). Bismo Agung / Beritagar.id
BINCANG

Rizky Amelia: Pak, saya ingin kerja, bukan memenuhi nafsu

Ia berani lepas anonimitasnya untuk ungkap dugaan kekerasan seksual yang terjadi. Harapannya, mencegah kejadian serupa dialami perempuan lain.

Ia ramah, meski canggung. Kadang bibirnya gemetar dan berlagak tenang. Terang saja, kejadian mengerikan baru ia lewati: diduga diperkosa, kemudian memberanikan diri tampil ke publik. “Saya sekarang lebih kuat, meski awalnya mau bunuh diri,” katanya kepada kami.

Sosok Rizky Amelia memang sedang terkemuka saat ini. Ia menuduh bosnya, anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin, telah memerkosanya selama empat kali. Itu terjadi dalam kurun waktu dua tahun--saat ia jadi sekretaris pribadi Syafri.

Publik pun heboh. Sementara Syafri sampai harus mundur gara-gara kasus ini. “Saya merasa dipermalukan dan direndahkan,” kata perempuan berusia 27 ini kepada Heru Triyono dan fotografer Bismo Agung di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat sore (4/1/2019).

Amel, sapaannya, telah melaporkan mantan bosnya itu ke Badan Reserse Kriminal Polri. Syafri dilaporkan atas perkara dugaan perbuatan cabul.

Namun, tuduhan Amel dianggap janggal oleh Syafri. Melalui pengacaranya, Memed Adiwinata, Syafri akan melaporkan balik Amel. Di antaranya pencemaran nama baik, menyebarkan kabar bohong dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Logika saja. Masa diperkosa sampai empat kali,” kata Memed Adiwinata saat dihubungi via telepon Minggu malam (4/1/2019).

Sekarang, meski bebas dari cengkeraman fisik pelaku, Amel mengaku tetap cemas. Ia menggambarkan situasinya seperti mimpi buruk. "Dia (Syafri) itu pemarah," ujarnya.

Sembari duduk dengan wajah tertunduk, Amel menjelaskan tudingan pemerkosaan itu--didampingi Ade Armando. Beberapa jawaban diedit karena vulgar dan atas seizin Amel fotonya bisa ditampilkan. Berikut wawancara selama 60 menit itu:

Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).
Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019). | Bismo Agung /Beritagar.id

Kenapa baru sekarang melaporkan dugaan pemerkosaan itu?
Karena sudah muak. Saya bingung maunya dia apa. Berulang lagi, minta maaf lagi, tapi mengulangi lagi.

Tapi kenapa menunggu sampai empat kali terjadi? Maaf…
Dia selalu mohon-mohon dan menangis. Berjanji enggak melakukannya lagi. Dia bilang, ya sudah, sebatas kakak-adik saja. Jadi dia minta dipanggil Mas.

Kenapa mau memanggilnya mas?
Posisi saya lemah. Dia bisa hentikan saya kapan dia mau. Di klausul kontrak kerja itu ditulis, kalau tiap saat dewan pengawas bisa mecat kapan saja.

Memangnya apa yang terjadi kalau ada penolakan dari Anda?
Sering berujung pada kekerasan. Ia menggunakan kekuatannya. Saya sempat ingin bunuh diri karena stres. Saya ingat, SAB minta dilayani sebulan sekali. Saya tidak mau.

Saya berpikir, pak, saya ingin kerja, bukan memenuhi nafsu.

Apakah tindakan bernuansa seksual ini sudah terjadi di awal Anda bekerja?
Enggak muncul di awal. Baik-baik saja. Tapi mulai aneh-aneh ketika perjalanan dinas ke Bali. Saat itu saya baru bekerja empat bulan.

Maksudnya Anda mencium adanya modus?
Iya. Di taksi dia bilang sayang ke saya. Maaf, padahal dia sudah berumur, bahkan lebih tua dari orangtua saya.

Saya khawatir. Tapi di sisi lain saya baru dapat kerjaan impian saya. Saya enggak ingin kehilangan itu.

Ketika itu Anda gak bisa mengondisikan gak berdua dengan dia?
Dia punya kuasa. Waktu di Bali sebenarnya ramai. Namanya rapat anggaran. Tapi SAB bisa mengondisikan hanya berdua.

SAB ajak saya karaoke. Saya mau karena mengira seperti Inul Vista. Ternyata banyak cewek-cewek berpakaian mini di sana.

Saya enggak mau dan minta ke kafe yang ada live music saja. Saya pura-pura muntah, alasan sakit dan minta ke klinik. Dokter anjurkan saya istirahat dan saya selamat.

Sebelum menyatakan sayang di taksi, bagaimana bentuk komunikasi Anda dengan SAB?
Biasa. Seperti atasan bawahan. Hanya, sayang yang dia sampaikan itu beda. Karena sambil menyentuh bagian tubuh tertentu. Saya risih.

Job desk Anda sebagai sekretaris pribadi memang harus menemani dia terus?
Sebagai PA (personal assistant), saya harus dampingi dia. Termasuk notula dan hal-hal bersifat pribadi. Mulai dari jadwal kerja, pakaian, hingga isi kulkas.

Dugaan pelecehan yang Anda maksud tadi, terjadi di kantor atau di luar?
Keduanya. Kalau di kantor dia suka pegang-pegang, saya menghindar. Bukan membolehkan, tapi saya tidak kuasa melawan.

Dia atasan yang disegani dan orang yang dominan di sana.

Anda bilang empat kali dipaksa berhubungan badan. Mengadu ke siapa awalnya?
Saya cerita ke Pak Adit, anggota dewas yang lain. Pak Adit bilang, enggak akan biarin saya berdua dengan SAB—setelah kejadian (dugaan pemerkosaan) di Pontianak.

Tapi saya enggak detail cerita dipaksa berhubungan badan. Saya cuma bilang kalau SAB minta hal itu ke saya.

Waktu kejadian pertama, kenapa enggak langsung laporkan saja?
Saya masih percaya dia. Dia bilang, “please jaga kehormatan saya, jaga kehormatan kamu”. Dia minta maaf sungguh-sungguh.

Tapi cerita selanjutnya dia mengirimkan link tip dokter Boyke tentang manfaat cium puting pada perempuan. Saya balas saja, “Mas enggak salat Jumat?”. Begitu.

Kenapa enggak tegas saja sehingga tidak berlanjut?
Saya ada ketergantungan sama dia soal pekerjaan. Tidak mudah situasinya. Ini pekerjaan impian. Tiap setahun sekali diperpanjang atau diberhentikan.

Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).
Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019). | Bismo Agung /Beritagar.id

Tapi kalau sampai ada pemaksaan hubungan badan, kenapa tidak kabur saja. Dari hotel misalnya…
Dilematis. Dia tahu saya suka banget kerja di BPJS. Tapi perlakuan itu diulangi terus. Saya stres. Sakit sekali. Pada akhirnya saya muak dan pergi.

Ade Armando: Ini lazim terjadi pada kasus pemerkosaan. Di mana ada hubungan relasi kuasa atasan dan bawahan. Bekerja di sana sesuatu yang berharga buat Amel. Dia takut kehilangan dan coba menghindari situasi seperti itu.

Maaf, enggak bisa ya mempersenjatai diri dengan semprotan merica, begitu?
Dia atasan saya. Kalau saya menempuh jalur itu ya pasti dipecat. Saya masih ingin kerja.

Ketika itu apa hasil aduan Anda ke Pak Aditya Warman?
Enggak ada tanggapan. Anggota Komite Audit Anggaran dan Aktuaria (KAAA) itu isinya merupakan saudara dan kenalan para Dewan Pengawas BPJS.

Saya ini anggota KAAA dan Ketua KAAA itu SAB. Kalau pun mengadu, apa ada yang percaya?

Ade Armando: Amel ini takut dipecat, disakiti, dipermalukan dan takut kehilangan pekerjaan. Yang ia hadapi ini orang terhormat.

Bahkan Bapak SAB ini mengklaim kalau BPJS Ketenagakerjaan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK itu gara-gara dia.

Anda merasa menyesal karena baru mengungkap ini setelah dua tahun?
Dua tahun itu saya coba bangun keberanian. Puncaknya saya ingin bunuh diri dan sekarang dikasih kesempatan hidup lagi.

Mau apa lagi? Saya ini sudah paling rendah. Mau diinjak enggak bisa, karena sudah di terlalu bawah dan rendah.

Oke. Apakah Anda sering menerima pemberian atau semacam hadiah dari SAB?
Kalau bentuknya oleh-oleh iya, dan enggak hanya saya yang dikasih. Yang lain juga.

Apa hadiah spesial dari SAB?
Banyak berbentuk barang. Jam tangan dua kali. Tapi pemberian jam yang kedua saya kasih OB (office boy). Ada saksinya.

Ada juga hadiah bra dan lingerie. Itu bentuk pelecehan kan. Saya kasih orang saja.

Kenapa enggak menolak sehingga menguatkan posisi Anda di mata dia?
Saya menolak uang pemberiannya. Dia marah. Mungkin tahu saya gak bisa dirayu duit. Jadi dia kasih dalam bentuk oleh-oleh, pendidikan dan manfaatin feeling guilty saya kalau menolak.

Anda senang diberi hadiah?
Enggak. Saya sering bilang begini saat dia menawarkan oleh-oleh, “tidak usah, yang penting bawa diri saja dengan selamat”.

“Kalau dia pegang-pegang, saya menghindar. Bukan membolehkan, tapi saya tidak kuasa untuk melawan.”

Rizky Amelia

Bagaimana ceritanya saat Anda mengadukan dugaan pemerkosaan ini kepada Ketua Dewan Pengawas Guntur Witjaksono?
Saya ketemu langsung di ruangan Pak Ketua dan disaksikan sekretarisnya. Saya cerita semua, karena merasa sudah cukup dan merasa rendah.

Anda menunjukkan bukti-bukti?
Enggak, saya cerita saja. Itu di hari yang sama saat kejadian pelemparan gelas oleh SAB ke saya. Saya langsung menangis ke toilet.

Sebelumnya saya menyebarkan chat Whatsapp dengan SAB di status WA saya. Sepertinya itu dilihat banyak orang.

Kira-kira Pak Guntur tahu apa yang terjadi ketika itu?
Enggak ngerti apakah sudah terinfokan oleh Pak Adit atau belum. Gak ada responsnya dan seperti dibiarkan.

Sebenarnya Anda ini sudah di-PHK atau skors saja?
Ya diskors ya di-PHK juga.

Ade Armando: Mereka men-deny kan, dengan bilang enggak pernah mengeluarkan surat PHK. Kita bisa kasih lihat suratnya lho.

Tidak jadinya itu karena Amel enggak mau tanda tangan. Tapi jangan bilang enggak pernah PHK dong. Kamu pernah akan mem-PHK, tapi Amel enggak mau.

Masuk per kapan kalau diskors?
Harusnya masuk minggu ini. Ya bayangin saja kalau masuk, saya pasti dibully. Anggota komite (KAAA) saja mengancam saya dengan bilang, “you mess with me”.

Apakah bisa dikatakan karena melaporkan dugaan pemerkosaan itu Anda malah diskors atau PHK?
Ade Armando: Iya. Kita mau tahu kenapa melaporkan dugaan itu justru diskors. Apa pertanggungjawaban SAB soal ini.

Harus ada pemulihan terhadap Amel, karena dia dibilang enggak profesional. Padahal performanya bagus.

Tidak mencoba diselesaikan secara internal dulu sebelum dilaporkan ke polisi?
Kejadiannya kan saya memang mau upaya internal dulu. Melibatkan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN).

Aduan itu lalu diterima sekretariat DJSN dan bilang SAB itu sudah direkomendasikan untuk dicopot dua tahun lalu.

Kok bisa?
Iya. Sebelumnya SAB ini sudah dilaporkan sama kepala-kepala divisi BPJS lewat petisi. Orang DJSN-nya saja bingung kenapa belum dicopot.

Setelah Anda mengungkap semua ini Anda sudah komunikasi dengan SAB lagi?
Enggak. Tapi SAB pernah suruh orang untuk beri uang ke saya. Amplopnya besar, berisi pecahan seratus ribu. Itu saya kembalikan.

Enggak takut? Anda tidak minta perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)?
Itu malah membuat saya depresi karena merasa sendiri. Bisa-bisa berpikir jelek untuk bunuh diri.

Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).
Rizky Amelia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019). | Bismo Agung /Beritagar.id

Wawancara Memed Adiwinata, pengacara Anggota Dewan Pengawasan BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin (SAB):

Rizky Amelia mengaku telah diperkosa oleh SAB sebanyak empat kali?
Itu tidak benar. Logika saja. Masa empat kali pemerkosaan terjadi dalam dua tahun. Kalau jumlahnya empat kali, apakah itu bisa disebut pemerkosaan?

Amel sudah menolak untuk berhubungan badan, tetapi dipaksa oleh SAB?
Menurut saya sih enggak match ya tuduhannya. Awalnya kuasa hukum RA menuduh klien saya dengan perkosaan, kemudian pelecehan, sekarang ganti lagi jadi pencabulan.

Bagaimana itu. Bukannya kalau terjadi pemerkosaan korban itu murung ya. Ini kenapa seperti tak ada apa-apa.

Keterangan Amel, dia gak bisa melawan karena adanya relasi kuasa atasan dan bawahan?
Tapi ini bicara kehormatan, aib dan harga diri. Kalau terjadi pemerkosaan, hari itu juga harusnya ia lapor.

Kan sudah dilaporkan ke salah satu Dewan Pengawas tapi tidak dapat respons?
Enggak ada kabar seperti itu. Jangan menggiring opini. Kenapa ada Ade Armando di situ. Ini tahun politik.

Dia bukan ahli hukum dan juga ahli teknologi informasi, kenapa Ade tiba-tiba mendampingi RA. Patut diduga itu.

Kalau memang merasa benar, kenapa SAB memilih mengundurkan diri?
Ya dia justru tidak mau abuse of power. Dia mundur itu agar fokus ke kasus hukumnya.

Bagaimana dengan bukti percakapan Whatsapp antara SAB dan RA?
Tidak ada yang dibantah. Malah itu jadi bukti bahwa mereka suka sama suka.

Sebenarnya Amel ini dipecat atau diskors?
Diskors. Karena dia berantem dengan pacarnya di lobi kantor BPJS. Banyak saksinya. Bukan karena dilempar gelas oleh SAB, itu salah besar. Intinya ini suka sama suka.

Rencananya kami akan melaporkan balik Amel. Di antaranya pencemaran nama baik, menyebarkan kabar bohong dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR