Keterangan Gambar : Ratu Tisha Destria di Kantor PSSI, Lantai 17, Gedung Grand Rubina, Kompleks Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017). © Beritagar.id / Wisnu Agung Prasetyo

Tisha enggan menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk tanpa runtutan langkah yang jelas pada tataran implementasi.

Eureka, Eureka, atau saya menemukannya, saya menemukannya. Itu kata yang diucapkan Archimedes saat lari telanjang--setelah berhasil menguji kadar emas mahkota seorang raja.

Sama dengan Archimedes, Ratu Tisha Destria juga pernah merasakan momen "menemukan" serupa yang mampir di hidupnya. Momen seperti itu sering disebut Eureka moment. "Yaitu momen ketika saya mulai mencintai bola," ujar Tisha, sapaan akrabnya.

Menurutnya, Eureka moment ini tidak serta merta muncul. Tisha menemukan Eureka saat sering berkutat dengan sepak bola. Misalnya, ketika ia mendirikan ekstrakurikuler sepak bola di SMA-nya dan menjadi manajer tim--bahkan diteruskan hingga kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tisha sempat bekerja di Schlumberger. Namun memutuskan berhenti dan lebih memilih membesarkan perusahaan yang telah didirikannya, Labbola--perusahaan penyedia data analisis spesifik olahraga.

Dia kemudian semakin terbenam dalam dunia sepak bola ketika pada 2013 melanjutkan kuliah S-2 di FIFA Master di Inggris, Italia, dan Swiss selama 1,5 tahun.

Namanya menjadi dikenal ketika menjabat sebagai Direktur Kompetisi PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS).

PT GTS adalah operator kompetisi yang ditunjuk menjadi operator Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Setelah kompetisi ISC selesai, dibentuk PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) yang menjadi operator Liga 1 2017.

Tisha pun kembali ditunjuk memegang jabatan yang sama seperti di GTS di LIB yang menggantikan PT Liga Indonesia itu.

Puncaknya, ia kini jadi Sekretaris Jenderal PSSI yang baru dengan menorehkan sejarah: menjadi perempuan pertama yang menjabat Sekjen PSSI--jabatan yang lowong sepeninggal Ade Wellington yang mundur.

"Saya beruntung dapat Eureka moment pada usia muda, sehingga punya waktu panjang untuk terus melangkah," kata perempuan berusia 31 itu kepada Fajar WH, Heru Triyono, Andya Dhyaksa dan fotografer Wisnu Agung di Kantor PSSI, Lantai 17, Gedung Grand Rubina, Kompleks Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).

Ia datang dengan tubuh berbalut kaos yang dibungkus parka. Wajahnya agak pucat, ada lingkaran hitam di bawah matanya. Meski begitu ia jawab semua pertanyaan dengan lugas dan hampir selalu mengakhiri ucapannya dengan kata misterius: kira-kira begitu. Berikut wawancaranya:

Ratu Tisha Destria di Kantor PSSI, Lantai 17, Gedung Grand Rubina, Kompleks Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).
Ratu Tisha Destria di Kantor PSSI, Lantai 17, Gedung Grand Rubina, Kompleks Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).
© Wisnu Agung /Beritagar.id

Apa prioritas yang harus segera dituntaskan di tubuh PSSI?
Kita sedang restrukturisasi organisasi biar bisa running lebih cepat, dinamis dan sesuai dengan kebutuhan. Satu pekan kemarin kita menyusun sistem, struktur dan orang-orangnya.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk restrukturisasi ini?
Tanggal 25 Juli ini saya harap sudah mulai dengan struktur baru.

Struktur itu sudah terbentuk?
Sudah, tinggal penempatan orangnya saja. Saya butuh tenaga yang bisa lari. Tetapi saya juga butuh bantuan publik. Karena, kalau pada sibuk dengan urusan internal di sini, kasihan sepak bola kita. Musuh kita yang sebenarnya itu Thailand, Filipina atau Vietnam itu sudah berlari cepat.

Struktur baru ini dalam arti Anda merekrut orang baru atau tetap mempertahankan orang-orang lama...
Susah mendefinisikan orang lama atau baru. Kalau berputar di situ terus beritanya pasti miring. Enggak usah dipikirkan lah baru atau lama. Pusing. Prinsipnya, yang profesional itu akan terpakai dan yang enggak fit ya enggak dipakai. Begitu saja. Saya tidak bedakan orang lama dan orang baru. Kira-kira begitu.

Oke. Tetapi seberapa banyak orang lama yang keluar, lalu seberapa banyak juga orang baru yang masuk?
Kita jangan bicara orang. Kita bicara tahapan saja: sistem, struktur dan orang. Dalam bayangan saya, dua hingga tiga tahun ke depan, PSSI harus digerakkan oleh seratus orang, yang semuanya sibuk karena tahu produk apa saja yang harus dikembangkan. Contoh saja FA Japan yang running dengan 200 orang dan semuanya sibuk.

Kira-kira berapa persen orang baru yang akan masuk dalam struktur?
Enggak ada gunanya juga berapa persen, itu no use. Mau dia dari background apapun, yang penting orang itu sesuai dengan sistem dan struktur yang ditetapkan.

Orang-orang yang sesuai itu yang mau bekerja 24 jam--seperti kata Ketua umum PSSI, Edy Rahmayadi ya...
Ha-ha-ha. Saya saja lah itu, yang lain jangan. Yang saya lakukan saat ini lebih ke arah pembenahan organisasi biar ready dan langsung jumping ke program.

PSSI dibenahi, apakah ada yang salah di internal organisasi ini?
Ya pasti dong. Bagaimana bisa lari cepat untuk melaksanakan program kita kalau enggak ada pembenahan di dalam.

Apa-apa saja aspek yang perlu dibenahi di PSSI?
Semua urgen dan important ya. Saya harus membantu ketua umum memetakan ini. This is managerial things. Potretnya adalah Timnas, itu pasti. Tetapi semua tahu kita enggak bisa membangun sepak bola hanya dalam hitungan tiga bulan, bahkan setahun.

Setelah Timnas, yang jadi soal adalah integritas, misalnya wasit. Kemudian yang ketiga adalah infrastruktur. Ya, ini bicara makro, kalau kita breakdown malah nantinya dongeng, enggak selesai-selesai. Kira-kira begitu.

Wacana penggunaan wasit asing pada putaran kedua Liga 1 musim 2017 itu upaya memulihkan integritas tadi?
PSSI sudah menerima surat dari PT Liga Indonesia Baru tentang permintaan itu. Upaya itu ya oke, tapi kita ingin fokus jangka panjang. Ketika Anda berkomentar wasit itu tidak benar, tapi kita sendiri enggak mau berkecimpung di dalamnya (jadi wasit), ini kan ada yang salah.

Kita harus kembalikan wasit sebagai elite job. One day harus ada anak-anak bercita-cita jadi wasit. Kita ingin wasit jadi profesi yang membanggakan.

Jadi, PSSI akan menyetujui penggunaan wasit asing?
Kita exercise dulu, jangan buru-buru. Kalau sudah ada keputusan maka kita rilis. Ini lagi diformulasikan, soal siapa, kapan, dari mana wasit itu dan bagaimana nanti caranya wasit Indonesia belajar dari mereka.

Bicara integritas, ada yang masih menganggap terdapat mafia di PSSI, bagaimana Anda meyakinkan mereka agar percaya kepada PSSI yang sekarang?
Memang butuh kedewasaan masyarakat untuk menyadari bahwa kita dan sekitar kita adalah sesuatu yang tidak terpisah. Jadi judgement, early judgement dan distrust, bukan cuma PR sepak bola semata, tapi PR seluruh masyarakat.

Saya sadar PSSI memang jadi sorotan publik. Ya kami sabar, telan saja dan dewasa. Yang jelas PSSI terus bergerak dan masyarakat akan tumbuh dewasa ketika melihat hasil pekerjaan kami nantinya.

Lalu, apa yang bisa Anda janjikan kepada masyarakat?
Saya enggak bisa jual janji. Ini soal profesionalitas. Bahwa saya akan mencapai ini itu di bulan apa, no enggak ada. Saya juga enggak bisa bilang kepada publik please percaya kepada PSSI. Ya enggak bisa juga saya statement gamblang begitu.

Saya rasa dibutuhkan kedewasaan yang lebih untuk menyadari bahwa ini past, ini present dan this is the future.

Ratu Tisha Destria di Kantor PSSI, Lantai 17, Gedung Grand Rubina, Kompleks Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).
Ratu Tisha Destria di Kantor PSSI, Lantai 17, Gedung Grand Rubina, Kompleks Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).
© Wisnu Agung

Apa yang mendorong Anda melamar menjadi Sekjen PSSI?
Sederhana saja. Sepak bola adalah hal yang saya cintai sejak lama. Saya terus melangkah dan melangkah pada hal yang saya cintai. Orang kan punya milestone. Sehingga bukan sekejap mata, atau dalam hitungan bulan. Semua ini melalui proses yang panjang. Kira-kira begitu.

Ada pihak yang mendorong Anda untuk mendaftar atau mencalonkan diri?
Enggak ada mencalonkan atau dicalonkan. Ini kan pendaftaran terbuka, ya saya apply. Hindari kata mencalonkan, karena secara status, Sekjen PSSI adalah profesional yang dipilih atas kewenangan ketua umum.

Jadi mau ketua umumnya ganti, Sekjen dan ke bawahnya ini masih bisa lanjut. Its not a political position. Kalau di perusahaan, Sekjen ini CEO-nya.

Sebagai Sekjen muda, bagaimana Anda bekerja sama dengan para senior, seperti Danurwindo?
Di sepak bola, ada jargon respek. Saya ibarat kapten di tim. Mereka sangat respek, sehingga memudahkan saya adaptasi. Kultur seperti itu belum tentu ada di perusahaan. Yang pasti, saya tahu kapan say no, say yes, kapan mendengarkan, dan kapan wis pokoknya nurut.

Di PSSI masih ada yang skeptis terhadap kemampuan perempuan?
Saya heran, kenapa hal ini terus ditanya. Apakah isu ini masih harum? Di sepak bola itu enggak ada sama sekali sentimen gender. Sepak bola kita itu bukan ada di zaman purbakala. Kita ini punya modal sportivitas yang cukup baik di balik layar.

Kalau tidak ada diskriminasi gender, lebih mudah dong melakukan konsolidasi?
Bukan jadi lebih ringan juga. Jelas tidak ringan ha-ha-ha. Kita itu mau meluruskan sepak bola Indonesia.

Tugas-tugas sebagai Sekjen PSSI sesuai dengan bayangan Anda sebelumnya?
Seperti saya bilang tadi, Sekjen PSSI seperti CEO. Penggeraknya organisasi, ya kami ini. Tugasnya menjalankan arahan, visi, dan misi ketua umum. Mencakup soal administrasi, kompetisi, standardisasi, pelatihan, pengembangan atlet, wasit dan lain-lain. Banyak.

Anda sempat berkomunikasi dengan bekas Sekjen PSSI Ade Wellington yang mundur?
Enggak sempat. Kalau enggak salah, dia cukup cepat mundurnya ya.

Apakah Anda harus selalu meminta izin dulu ke ketua umum dalam membuat kebijakan, misalnya mengganti orang?
Segala macam yang berhubungan dengannya pasti saya konsultasi. Tetapi saya juga enggak mau merepotkan Pak Ketum untuk urusan ini itu. Buat apa ada sekjen?

Kewenangan untuk menentukan segala macam itu ada di sekjen. Pasti Pak Ketum tahu apa yang saya lakukan. Tapi kalau monitoring keseharian ya enggak perlu, itu sudah jadi tugas saya. Ya seperti perusahaan saja, kapan harus bicara ke komisioner, kapan harus diputuskan, tata kramanya bagaimana, semua ada garisnya.

Edy Rahmayadi, yang merupakan Pangkostrad TNI pasti kerap sibuk di luar, apakah dia sering mengunjungi Kantor PSSI?
Pasti beliau menyempatkan. Kan kantor dia juga. Dia biasanya kasih pengarahan. Cuma kalau rutinitas harian ya saya saja yang melakukan.

Artinya Anda mendapat mandat penuh dari beliau?
Ya, termasuk berkomunikasi dengan FIFA, AFC, AFF atau organisasi lain juga.

“Kewenangan untuk menentukan segala macam itu ada di sekjen”

Ratu Tisha Destria

Usai lulus dari ITB tahun 2008, Anda langsung menerima tawaran bekerja pada perusahaan minyak Schlumberger. Kenapa keluar, enggak sayang?
Bukan masalah sayang. Kalau enggak sesuai dengan tujuan hidup buat apa juga. Konyol.

Enggak betah?
Betah sih, saya itu suka data dan engineering. Tetapi kalau tujuan kita mau ke Bandung, kenapa harus ke Surabaya dulu, buat apa? Kira-kira begitu. Ini keberuntungan saja menemukan tujuan hidup di early age. Sepak bola bagi saya seperti Eureka moment.

Saat SMA saya dan teman-teman mendirikan ekstrakurikuler bola--yang ketika itu enggak masuk akal. Apalagi SMA 8 dikenal kutu buku. Kita dibantai 9-0, berkali-kali kalah, tetapi suatu waktu kita bisa juara. Ini adalah magic of football. Memberikan satu momen di mana orang menemukan jati dirinya. Yaitu menerima kekalahan dan menghargai kemenangan.

Dan, ketika kuliah matematika di ITB saya semakin banyak belajar mengenai sepak bola. Khususnya soal manajemennya.

Apakah terbayang di benak Anda sebelumnya apa hubungan dan keterkaitan dua bidang yang berbeda: matematika dan sepak bola?
Jelas ada kaitannya. Kalau boleh promosi, matematika adalah bahasanya ilmu pengetahuan. Apapun bidangnya, dasarnya adalah matematika, termasuk sepak bola. Misalnya sport science, ya atau bahkan social science yang sedang berkembang pesat.

Apakah Anda saat kecil termasuk fan berat salah satu klub sepak bola lokal?
Nah, itu enggak bisa saya sebutkan sekarang. Enggak boleh. Nanti langsung ditelepon (ketua umum), kacau he-he.

Tetapi Anda bisa bermain sepak bola?
Bisa dong sedikit-sedikit.

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.