Yayan Ruhian saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (21/5/2019).
Yayan Ruhian saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (21/5/2019). Wisnu Agung / Beritagar.id
BINCANG

Yayan Ruhian: John Wick sengaja tidak bunuh saya

Ia mengungkap bagaimana mengadaptasi gaya silat di film Chad Stahelski itu dan terkejut melihat singkong jadi makanan sehari-hari Keanu Reeves.

Sejak memerankan Mad Dog pada 2011 namanya terus melambung. Hollywood beberapa kali datang mengetuk, dan sekarang ia dikenal sebagai shinobi (ninja). Merupakan anak buah Zero, algojo utama organisasi The High Table yang diminta membunuh John Wick. “Sebuah kehormatan main dengan Keanu,” kata Yayan.

Yayan memang jadi perhatian pencinta film setelah mengeroyok Keanu Reeves bersama Cecep Arif Rahman di film John Wick: Chapter 3 – Parabellum. Keduanya ditugasi menghabisi John Wick di sebuah menara kaca, dengan menampilkan aksi pencak silat dan berdialog dalam bahasa.

Sebelum dengan Keanu, Yayan juga telah bekerja dengan beberapa bintang paling terang di Hollywood. Salah satunya Harrison Ford di film Star Wars: The Force Awakens.

Film besar lain yang melibatkan Yayan adalah Yakuza Apocalypse dan Beyond Skyline. “Saya ini belum apa-apa,” kata Yayan saat wawancara di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (21/5/2019).

Yayan merupakan aktor yang diharapkan para jurnalis: lucu, ramah dan rendah hati. Ia bersedia membuka bajunya saat sesi foto dan tak menunjukkan usianya sudah 50. Bahunya bidang dan perutnya masih mirip roti sobek.

Tapi ia mengeluh terhadap rambutnya yang rontok dan memutih. Menurutnya itu akibat salah penata rambut di film The Raid 2: Berandal. Rambutnya yang panjang nan tebal dibuat rusak. Begitu tumbuh, malah jadi agak putih. ”Alhamdulillah. Warnain rambut gak harus ke salon lagi, ha-ha,” kata Yayan berkelakar dengan Heru Triyono dan fotografer Wisnu Agung Prasetyo.

Dalam wawancara, ia bercerita tentang bagaimana koreografi silat saat melawan John Wick dan komunikasinya dengan Chad Stahelski lewat Skype yang membuat kariernya berubah. Berikut perbincangannya:

Yayan Ruhian saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (21/5/2019).
Yayan Ruhian saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (21/5/2019). | Wisnu Agung /Beritagar.id

Bagaimana Anda menyusun koreografi pertarungan dengan Keanu Reeves yang notabene jauh lebih tinggi dari Anda?
Dia memang tinggi banget. Jadi kita pakai teknik level. Kang Cecep ambil bagian atas John dan saya menunggu John lengah, kemudian sikat bagian bawahnya.

Begitu mundur, kita sama-sama sikat bagian tengah John. Ya bentuknya seperti di film itu.

Chad Stahelski sudah menyiapkan koreografi untuk kalian berdua atau masih bisa diubah-ubah lagi?
Itu dia. Chad sudah memakai 87Eleven, tim koreografi keren di Hollywood. Mereka orang-orang profesional dalam bela diri.

Film besar Hollywood pasti pakai 87Eleven. Di film ini pun sudah ada pola koreonya. Tapi kami diberi kebebasan mengeksplorasi karakter bela diri silat.

Memangnya Chad Stahelski ingin pertarungan yang seperti apa?
Dia ingin ada kolaborasi pertarungan dari berbagai karakter bela diri. Kami bawa pencak silat dan yang lain bawa judo, aikido atau jiu jitsu.

Chad juga ingin adegan Mad Dog Vs. Jaka terulang di John Wick. Ada pertarungan intens, tapi diisi joke yang bikin orang tertawa.

Apakah bantingan dan saling pukul dengan Keanu Reeves itu beneran?
Kalau pukulan beberapa kali kena. Biasa kan. Kalau bantingan, ya beneran he-he.

Ada satu adegan Kang Cecep dibanting ke arah kiri oleh Keanu. Lumayan keras. Sebelumnya adegan itu sudah take beberapa kali.

Oleh Chad, Cecep ditanya, mau pakai pelindung atau enggak. Akhirnya Cecep pakai pelindung di perut sebelah kiri pas take berikutnya.

Pas adegan, ternyata Kang Cecep dibanting ke arah kanan. Alhamdulillah indah banget melihat benturan badan dengan kaca dan ada besi gitu ha-ha. Sakit kayaknya.

Tapi kalau level Kang Cecep mah gak apa-apa. Kita sudah tahu dia ahlinya.

Butuh syuting berapa lama untuk pertarungan itu?
Kurang lebih 10 hari.

Gak pakai peran pengganti?
Bantingan itu kan dilatih terus. Kami bilang tidak usah pakai pelindung atau peran pengganti, kecuali adegan yang butuh spesialisasi.

Misalnya jatuh dari lantai yang tinggi. Dan, ini pengalaman saya dibanting di atas kaca. Selama teknik bantingan bagus, Insya Allah aman.

Anda dan Kang Cecep dibanting terus dan kalah. Kenapa enggak dibunuh sama John Wick ya. Aneh?
John Wick sengaja tidak bunuh saya. Dan maaf, pertanyaan itu tidak bisa saya jawab he-he. Semua orang boleh menebak.

Kalau tidak mati, Anda terlibat lagi dong di film John Wick selanjutnya…
Amin ha-ha.

Sebagai shinobi atau ninja, karakter Anda memang dibentuk bengis dan kaku ya oleh Chad?
Dia (Chad) terus coba arahkan kami. Kalau kurang sesuai, dia akan datang kepada kami dan beri tahu. Enggak boleh begini atau begitu. Ya kita lakukan.

Dialog bahasa Indonesia dalam pertarungan itu permintaan siapa?
Itu keinginan Chad dan Keanu. Khusus dialog dengan Keanu Reeves, dia sendiri yang bertanya kepada kami.

“Apa bahasa Indonesia-nya see you again?” Kami bilang, “Sampai jumpa lagi atau sampai bertemu lagi”. Di film, akhirnya dia memakai kata sampai jumpa.

Apa pertimbangannya ya memakai bahasa?
Saya tidak tahu dan tak mau pusing dengan itu. Saya lebih berpikir positif. Yaitu kebanggaan buat saya bisa memperkenalkan silat dan bahasa Indonesia dan satu lagi: kerambit, senjata tradisional Minangkabau.

Senjata itu beli di Amerika atau bawa dari Indonesia?
Itu properti yang sudah mereka siapkan.

Puas enggak melihat adegan pertarungan dengan Keanu Reeves, ada yang kurang menurut Anda?
Yang pasti kurang lama ha-ha. Becanda. Saya berkali-kali bilang terima kasih untuk Chad. Sebuah kehormatan bisa memperkenalkan pencak silat dan bahasa dalam filmnya.

Yayan Ruhian saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (21/5/2019).
Yayan Ruhian saat ditemui di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pagi (21/5/2019). | Wisnu Agung /Beritagar.id

Bisa cerita. Apa reaksi pertama Anda saat bertemu Keanu Reeves?
Saya bilang kepada dia. Ini seperti mimpi. Saya suka film-filmnya, termasuk John Wick (2014) dan John Wick: Chapter 2 (2017).

Saya diperkenalkan dengan Keanu oleh Chad. Begitu bertemu, dia langsung menyapa saya, “Hello Mad Dog” he-he.

Diperkenalkan berdua dengan Kang Cecep?
Cuma sendiri. Kang Cecep menyusul 10 hari kemudian. Dia masih di Belanda waktu itu. Ada penundaan pengurusan visa. Jadi agak telat.

Saat syuting, Anda sering komunikasi apa saja dengan Keanu?
Tak terlalu banyak. Paling pas ketemu di set saja atau latihan. Dia benar-benar profesional. Mau memakai hari libur untuk latihan. Total. Tidak ada istilah bilang gue capek.

Langsung bisa adaptasi ya saat syuting dengan Keanu?
Keanu itu benar-benar kooperatif. Dari mulai latihan, kalau ada yang enggak enak, dia akan ajak diskusi. Jadi kita nyaman.

Saya juga kagum dengan Keanu. Makan ambil sendiri dan sama sekali tidak menggurui. Sangat rendah hati dan di luar dugaan.

Selama satu setengah bulan saya lihat cara kerja dia. Dan saya kaget juga, makanan kampung seperti singkong itu jadi makanan Keanu dan krunya.

Anda tidak request makanan singkong itu kan?
Bukan. Siapa saya. Ternyata saya dan Kang Cecep malah jarang makan singkong dan jagung. Di Hollywood justru makanannya singkong—saat syuting.

“Chad Stahelski ingin adegan Mad Dog Vs. Jaka terulang di John Wick.”

Yayan Ruhian

Oke. Bagaimana sih awalnya Anda bisa terlibat dalam John Wick: Chapter 3?
April 2018, Chad Stahelski menghubungi saya lewat Skype. Saat itu saya di Malaysia untuk syuting Mat Kilau.

Chad bilang, punya proyek John Wick 3 dan ingin saya bergabung pada Mei sampai Juni 2018. Saya bilang gak bisa, karena baru selesai syuting pada pertengahan Mei.

Seminggu kemudian, dia kembali menelepon saya. Dia tanya, bagaimana kalau setelah 15 Mei. Saya pun mengiyakan.

Artinya keberadaan Anda ditunggu ya?
Begitulah dan alhamdulilah mereka betul-betul memberi kelonggaran. Ini rejeki saya. Apalagi bergabung tanpa casting.

Ini bukti pemain Indonesia memiliki kualitas yang bagus. Saya rasa ini berkat film The Raid, yang diperhitungkan di industri film dunia.

Ditunggu dan tanpa casting pula, nilai kontrak Anda begitu tinggi dong?
Ha-ha. Saya rasa aktor yang pakai casting atau main di Hollywood pun banyak yang lebih sejahtera dari saya. Ukuran hidup dan prestasi saya bukan itu.

So far saya menikmati saja dan terima kasih kepada Tuhan.

Pasca-film John Wick: Chapter 3 tayang di bioskop, ada pesan-pesan dari Chad atau Keanu kepada Anda?
Saya masih berkomunikasi dengan Chad dan kawan-kawan 87Eleven. Mereka bilang scene kami luar biasa.

Mudah-mudahan bisa kerja sama lagi dan itu juga harapan saya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR