PEMILU 2019

Laksanakan pemilu dengan keriaan

Sambut pemilu dengan keceriaan.
Sambut pemilu dengan keceriaan. | Salni Setyadi /Beritagar.id

Rakyat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah. Rabu (17/4/2019) untuk pertama kalinya pemilu Presiden, DPD, DPR, dan DPRD serentak dipraktikan.

Pemilu 2019 ini bukan saja terbesar tapi juga terpelik. Ukuran besar bisa dilihat dari anggaran yang mencapai lebih dari Rp24 triliun. Lebih besar dibanding anggaran pembangunan MRT (mass rapid transit) fase kedua –dari bundaran HI menuju kota dengan 7 stasion-- yang sebesar Rp22,5 triliun.

Ukuran besar yang lain adalah jumlah pemilih yang mencapai lebih dari 192 juta orang. Mereka secara serentak akan memilih 1 pasangan presiden dan wakil presiden; 575 legislator di tingkat pusat (DPR RI), 19.817 legislator tingkat provinsi, kabupaten dan kota (DPRD), serta 136 senator (DPD).

Pemilu terpelik? Tentu saja. Untuk kali pertama dalam pemilu, seorang pemilih di bilik suara harus menghadapi 5 lembar surat suara: Surat suara pilpres, DPD, DPR RI, DPRD tingkat I (Provinsi) dan DPRD II (Kabupaten dan Kota).

Dalam surat suara legislatif akan terpampang 16 logo partai peserta pemilu lengkap dengan nomer urut calon legislatifnya.

Membuka surat suara, mencoblos, melipat lagi, selanjutnya memasukkan kelima surat suara dalam 5 kotak suara yang tersedia di Tempat Pemungutan Suara (TPS), disimulasikan memakan waktu 3-4 menit. Setiap TPS dibatasi maksimal 300 pemilih, di situ bisa 4-5 bilik suara.

Bila pemilih datang tepat waktu, diperkirakan pada pukul 13.00, pencoblosan berakhir. Namun bila pun molor, pemilih yang datang di TPS sampai pukul 13,00 akan tetap dilayani.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) sesuai peraturan harus menyelesaikan penghitungan suara, pada hari yang sama. Bagaimana bila penghitungan suara di TPS selesai lewat dari jam 24.00? Komisi Pemilihan Umum memberikan pemakluman, surat suara harus tetap dihitung meskipun sudah lewat dari jam 24.00.

Kepelikan yang lain adalah menyiapkan dan distribusi logistik pemilu. Logistik ini antara lain kotak suara, kertas suara, beragam formulir, dan tinta. Sampai hari ini distribusi logistik ke 34 provinsi, dengan 809.699 TPS, relatif berjalan lancar.

KPU sebagai penyelenggara pemilu, harus mampu lekasanakan pemilihan dengan asas jujur dan adil (jurdil) serta langsung, umum, bebas, dan rahasia (luber). Asas itulah yang akan menjamin kredibilitas pemilu.

Memang sempat terjadi beberapa permasalahan khususnya pemilih di luar negeri. Penemuan surat suara yang sudah dicoblos di Selangor, Malaysia adalah peristiwa yang harus segera dituntaskan oleh KPU.

Peristiwa kekacauan terjadi di Di Sydney, Australia, pada Sabtu (13/4) juga harus menjadi perhatian KPU. Ratusan calon pemilih tidak dapat memberikan suara. Mereka dinyatakan tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Kepada mereka diberi kesempatan untuk mendaftar jadi DPT, baru kemudian diberi hak untuk mencoblos. Namun waktu yang tersedia hanya satu jam, membuat banyak calon pemilih belum sempat mencoblos saat TPS yang berada di gedung sewaan itu sudah ditutup.

Kita tentu berharap, KPU bisa melaksanakan pemilihan umum ini dengan baik. Memberikan hak yang sama kepada pemilih, dan menjamin netralitas pelaksana pemilu di setiap TPS. Kredibitas penyelenggaraan pemilu, akan menjamin kredibilitas hasil pemilu. Kepentingannya hanya satu, pemilu ini untuk kedewasaan demokrasi di Indonesia.

Selanjutnya para pemimpin yang terpilih harus menujukkan kepada rakyat bahwa mereka kredibel dan terpilih secara demokratis, untuk menjadi nahkoda dan awak kapal Indonesia Raya mengarungi samudra bernegara dan tantangan ombak sosial, politik dan ekonomi baik lokal maupun global.

Demokrasi sudah menjadi pilihan final dalam sistem kenegaraan kita. Beda pilihan calon presiden, juga partai politik tidak seharusnya menjadi permusuhan abadi. Karena demokrasi menjamin perbedaan dan kebebasan untuk memilih. Dan demokrasi pula lah yang seharusnya memperkuat persatuan keberagaman Indonesia.

Siapa pun calon presiden dan juga partai politik yang memenangi pemilu 2019, harus membawa Indonesia ke satu tujuan yang sudah digariskan oleh para pendiri negara, yaitu membawa kesejahteraan bagi seluruh bangsa.

Karenanya sudah seharusnya kita bisa berharap pemilu 17 April ini bisa kita laksanakan dengan riang gembira. Pemenang sesungguhnya dalam kontestasi pemilu serentak ini adalah bangsa Indonesia. Bangsa yang berhasil mempraktikan hajatan demokrasi secara bermartabat dan damai.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR