Menghalangi upaya cek fakta tak boleh dianggap sepele

Ilustrasi: Upaya memverifikasi informasi tak boleh dihalang-halangi.
Ilustrasi: Upaya memverifikasi informasi tak boleh dihalang-halangi. | Salni Setiadi /Beritagarid

Situs web CekFakta.com diretas. Menimbang tujuan kegiatan cek fakta itu di tengah kecenderungan hoax yang diproduksi dan disebarkan secara intens, peretasan CekFakta.com tak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Polisi harus mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan transparan.

CekFakta.com adalah situs yang lahir dari hasil kolaborasi sejumlah media untuk memerangi hoax. Ada 22 media massa yang terlibat dalam kolaborasi ini.

Ini menjadi semacam gerakan dari kalangan pers untuk meneguhkan kembali kerja verifikasi di tengah derasnya informasi yang beredar di masyarakat seiring dengan meluasnya penggunaan Internet –terutama media sosial.

Gerakan ini terlihat sebagai bentuk tanggung jawab pers yang bersandar kepada cara kerja jurnalistik dalam menangkal kabar bohong dan klaim tanpa dasar. Pada saat yang sama gerakan ini pun tampil sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi publik.

Dengan gerakan itu, publik dibiasakan untuk bersikap kritis atas informasi-informasi yang mendatanginya. Publik mempunyai tempat jujugan untuk memverifikasi berbagai klaim yang terkandung dalam informasi yang diterimanya.

Salah satu contoh kerja CekFakta tersebut terlihat pada saat debat yang kedua antar para calon presiden digelar oleh Komisi Pemilihan Umum pada Minggu (17/2/2019) malam lalu. Para jurnalis dan ahli bekerja memverifikasi setiap klaim yang muncul dalam debat tersebut.

Peretasan atas CekFakta.com terjadi pada Selasa (19/2/2019) pagi, dua hari setelah acara debat tersebut. Peretas mengubah Name Server cekfakta.com dan mengarahkannya ke salah satu channel di Youtube.com. Tak ada laporan tentang kerusakan data yang terdapat di dalam situs tersebut.

Karena terkait dengan sebuah situ yang punya peran dalam upaya penting mengatasi persoalan hoax serta klaim tanpa dasar, dan terjadi tak lama berselang dari acara debat capres, sangatlah perlu mengungkap kasus peretasan tersebut.

Apakah motif peretasan tersebut? Apakah peretas bertujuan menjajal sistem keamanan situs web itu saja? Ataukah juga melibatkan motif-motif yang lebih luas?

Motif pengujian keamanan dalam sebuah serangan peretasan harus membuat para pengelola situs web CekFakta menjadi lebih teliti dan waspada dalam menjaga sistemnya.

Namun jika bermotif untuk menghalangi publik mendapatkan akses ke sumber informasi yang memverifikasi berbagai kabar dan klaim, maka peretasan itu menjadi indikasi bahwa ada pihak-pihak yang tidak menghendaki masyarakat kita terbebas dari hoax dan klaim tanpa dasar.

Itu sebabnya, peretasan tersebut tak boleh dipandang sepele. Polisi harus menyelidiki dan mengungkap kasus ini.

Selain sebagai bagian penegakan hukum atas kejahatan siber, penyelidikan dan pengungkapan motif serangan dalam kasus ini sangat penting, terkait upaya memerangi hoax.

Jika dibiarkan tanpa pengungkapan yang jelas, godaan untuk berspekulasi atas kejadian tersebut semakin besar, yang bisa memunculkan saling curiga di tengah masyarakat –terlebih pada tahun politik seperti sekarang.

Penyelidikan atas peretasan ini akan bisa menghindarkan prasangka-prasangka yang berpotensi memicu kegaduhan –bahkan gesekan- dalam masyarakat kita.

Dengan tim cyber-nya, polisi seharusnya mampu mengungkap kasus ini secara tuntas. Bukan saja pada level teknis, namun mengungkap motifnya –bahkan jika itu terkait dengan pihak yang menghendaki masyarakat kita tetap dikepung hoax.

Jika itu terkait dengan pihak yang berkepentingan dengan penyebaran hoax, polisi harus lebih serius mengungkapkannya ketimbang kasus-kasus hoax yang pernah ditangani sebelumnya. Selama ini, dalam sejumlah kasus terkait penyebaran hoax, polisi hanya bisa mengungkapkan mereka yang terlibat dalam penyebarannya. Jelas, itu saja tidak cukup.

Polisi harus bisa mengungkap level yang lebih dalam: produsen dan dalang di balik itu semua.

Publik masih harus menunggu langkah pihak kepolisian dalam mengungkap kasus peretasan ini, sambil berharap bahwa kali ini polisi lebih berani dan tuntas dalam menyingkap kasus terkait hoax.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR