Surat dari Jatibaru: Pemred

Selamat pagi pembaca.

Hari ini, 13 September 2016, ada yang berubah dalam daftar pengelola Beritagar.id. Pada baris Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab, tak ada lagi nama Wicaksono.

Ya, Wicaksono, pamit meninggalkan media ini. Tepatnya, pada 6 September lalu, Ndorokakung, demikian kami biasa menyebut, telah mengirim surat pengunduran diri kepada Direksi dan Komisaris PT Lintas Cipta Media (LCM). Pengunduran diri tersebut efektif per hari ini.

Pengumuman langsung dari Ndorokakung kepada awak Beritagar.id, dilakukan saat rapat harian, Kamis, 8 September 2016. Sambil tetap bercanda seperti biasa, ia mengatakan: "Karena ini bukan jumpa pers, jadi tidak ada tanya jawab."

Wicaksono bergabung dengan LCM sejak 1 Agustus 2015. Selama setahun lebih dua pekan, sebagai pimpinan sekaligus kawan sekerja, kami bahu membahu membangun Beritagar.id. Di manapun tempat baru yang nanti ditempati, semoga sukses menyertai.

Dalam sebuah organisasi media, Pemimpin Redaksi mempunyai fungsi strategis. Dia tidak sekadar memegang komando dalam kebijakan redaksi. Namun ia juga menjadi penanggung jawab bila terjadi sengketa akibat pemberitaan. Karenanya, pos tersebut tidak bisa dibiarkan vakum terlalu lama.

Sebagai penggantinya, rapat pimpinan LCM bersama awak Beritagar.id, memilih Yusro M. Santoso, sebagai Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab yang baru. Yusro bukan orang baru, ia sejak awal ikut mengawal inisiatif media ini. Selama ini ia menjadi Redaktur Senior.

Meski terjadi pergeseran dalam organisasi, tidak ada perubahan dalam kebijakan redaksional. Beritagar.id masih terus memperkuat posisinya sebagai situs berita pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi computer-assisted reporting -- teknologi pelaporan dengan bantuan komputer. Mengolah data dengan bantuan komputer, memaknainya, dan melaporkan cerita di baliknya.

Selama ini mesin khusus untuk mengumpulkan dan menganalisis beragam konten kualitatif yang bertebaran di internet--sebagai data untuk diolah dan diceritakan kembali--mengandalkan teknologi berbasis Machine Learning (ML) dan Natural Language Processing (NLP).

NLP adalah bidang ilmu komputer yang berhubungan dengan kecerdasan buatan dan komputasi linguistik, seputar interaksi antara bahasa manusia dan komputer. Sedangkan ML adalah bagian ilmu komputer yang berfokus pada pengenalan pola dan pembelajaran oleh kecerdasan buatan.

Memang tidak semua data dan konten di internet bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika datanya tak cukup atau meragukan, redaksi akan melakukan verifikasi dan melengkapinya dari sumber lain yang kredibel. Nah di situlah peran awak redaksi, memperkaya bahan, menyunting dan menceritakan kembali sebuah konten yang layak untuk Anda.

Selama setahun berjalan, serangkaian uji coba terus kami lakukan untuk melengkapi teknologi dan aplikasi mesin sebagai penyedia aneka belanja data di dapur redaksi. Pada 24 Agustus lalu, persis pada ulang tahun pertama Beritagar.id, secara internal kami meluncurkan fitur baru. Fitur tersebut adalah Lokadata.

Lokadata adalah sekumpulan data kuantitatif yang kami dapatkan dari berbagai sumber. Data tersebut diolah sedemikian rupa dengan mesin yang dirancang tim teknologi Beritagar.id. Hasilnya bisa Anda nikmati dalam bentuk visual. Lokadata sebagai panggung pengolah data, merupakan implementasi metode pelaporan dengan bantuan komputer. Beberapa contoh terkumpul melalui tautan ini.

Berkas, adalah salah satu eksperimen besar kami dalam menyajikan kisah, fakta dan data tentang sebuah peristiwa atau masalah secara komprehensif. Peristiwa atau masalah tersebut bukan sesuatu yang mesti aktual. Namun kami anggap penting untuk referensi Anda, pembaca, agar bisa melihat duduk persoalan sebuah isu secara lebih jelas.

Berkas tentang korupsi, menjadi topik pilihan kami. Korupsi teramat penting untuk diketahui masyarakat. Karena korupsilah, negara ini susah merealisasikan salah satu cita-cita kemerdekaan yang termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945, yaitu mewujudkan "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

Untuk mewujudkan Berkas Korupsi ini, kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Data disajikan dalam bentuk visual, dengan fitur interaktif untuk melahirkan informasi. Fitur-fitur tersebut belum semuanya tampil, karena Berkas dimaksudkan sebagai sebuah situs yang hidup (living data); data dan fiturnya akan terus dimutakhirkan seiring waktu.

Melalui fitur-fitur di Berkas, kami berharap pembaca dapat memahami bagaimana korupsi terjadi di Indonesia, berdasarkan data yang ada. Memang masih jauh dari paripurna. Kami sungguh sangat senang bila mendapatkan respons Anda untuk melengkapi aneka data yang kami sajikan dalam Berkas.

Ke depan kami akan menyajikan topik-topik lain yang tentu saja memberi manfaat. Karena aneka fitur yang kami hasilkan tidak lain untuk memberikan kelengkapan informasi bagi publik. Masih banyak persoalan yang bisa diulik dan diulas, untuk terus ikut berperan dalam Merawat Indonesia.

Tabik.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR