PILKADA 2018

Tingkatkan kewaspadaan atas kerawanan Pilkada 2018

Ilustrasi: Tenaga relawan menunjukkan surat suara pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang telah disortir, di kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6/2018)
Ilustrasi: Tenaga relawan menunjukkan surat suara pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar yang telah disortir, di kantor KPU Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (13/6/2018) | Darwin Fatir /Antara Foto

Kabar tentang konflik yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mengingatkan bahwa, selain perihal Hari Raya Idulfitri yang semakin dekat, kita harus cukup punya perhatian atas kerawanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Pada Selasa (12/6/2018) kemarin, terjadi bentrokan antar dua kubu pendukung pasangan calon (paslon) Bupati Empat Lawang di Desa Simpang Perigi, Kecamatan Ulu Musi. Bentrokan itu membuat situasi politik di kabupaten tersebut dipandang tidak lagi kondusif.

Namun polisi menyatakan, usai bentrokan tersebut, Kabupaten Empat Lawang sudah aman. Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan, seperti dikutip Detikcom. menyatakan kondisi sudah aman dan kondusif.

Usai bentrokan itu, dua peleton Brimob dari Polda Sumatera Selatan dan puluhan prajurit TNI diturunkan ke daerah tersebut. Pengerahan tim keamanan tambahan itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

Kewaspadaan itu memang patut dilakukan. Bentrokan antar kubu pendukung yang terjadi di Kabupaten Empat Lawang sangatlah serius; melibatkan penggunaan senjata api rakitan dan korbannya cukup fatal. Dilaporkan, 1 orang tewas dan 3 orang lainnya terluka dalam keadaan kritis.

Konflik dalam Pilkada 2018 pernah terjadi sebelumnya. Sejak dimulainya masa kampanye, media melaporkan sejumlah kasus konflik antar pendukung pasangan calon dalam Pilkada 2018. Konflik di Empat Lawang itu tampaknya memakan korban paling parah.

Bulai Mei lalu, media melaporkan sejumlah konflik di beberapa daerah pemilihan. Pada awal Mei bentrokan nyaris terjadi antar pendukung paslon di Kabupaten Janeponto dan di Kota Makassar.

Bentrokan antar kubu pendukung paslon Bupati di Kabupaten Dairi benar-benar terjadi pada Jumat (4/5/2018). Bentrokan itu memakan korban luka di masing-masing kubu pendukung, dengan jumlah total 5 korban. Tiga minggu kemudian, Jumat (25/5/2018), bentrokan juga terjadi di Kabupaten Parepare.

Pada awal April, terjadi perang lempar batu antar kubu pendukung paslon Walikota di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. Akibat kericuhan itu, dua orang terluka dan dirawat di rumah sakit.

Perang lempar batu antar pendukung paslon kepala daerah juga terjadi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Bentrokan yang terjadi pada Sabtu (14/4/2018) itu pun mengakibatkan sejumlah orang terluka.

Kerawanan dalam Pilkada sebetulnya telah dipetakan oleh sejumlah pihak: Kementerian Dalam Negeri, Polri, dan TNI. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) juga menerbitkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2018.

IKP Pilkada 2018 merupakan upaya untuk melakukan pemetaan dan deteksi dini atas potensi pelanggaran dan kerawanan demi kesiapan menghadapi pelaksanaan Pilkada 2018. IKP Pilkada 2018 menghitung bobot aspek penyelenggaraan (30 persen), kontestasi (35 persen), dan partisipasi (35 persen). Indeks disajikan dengan skor penilaian kerawanan rendah 1-1,99; skor kerawanan sedang 2-2,99; dan skor kerawanan tinggi 3-5.

Berdasarkan IKP Pilkada 2018, berapakah skor daerah pemilihan yang telah mengalami konflik tadi?

Kabupaten Empat Lawang mendapat skor 2,90. Kabupaten ini tergolong sebagai salah satu daerah kerawanan sedang dengan skor tertinggi; selain Kabupaten Lebak (2,98), Kabupaten Lombok Timur (2,97), serta Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Paniai yang masing-masing memperoleh skor 2,95.

Dari sejumlah daerah pemilihan yang tercatat oleh pers telah mengalami konflik dalam Pilkada 2018 itu, Kabupaten Empat Lawang memang merupakan daerah dengan skor IKP tertinggi. Selebihnya, memiliki IKP lebih kecil.

Kabupaten Dairi memiliki skor 2,01. Kabupaten Jeneponto berskor 1,85. Kota Kotamobagu mendapat skor 1,80. Kabupaten Sidrap berskor 1,59. Skor Kabupaten Parepare adalah 1,37. Sedangkan Kota Makassar berskor 1,35.

Data itu memperlihatkan, di antara daerah pemilihan itu, tak ada satupun yang tergolong kerawanan tinggi. Hanya dua saja yang tergolong kerawanan sedang. Selebihnya, masuk dalam kategori daerah dengan kerawanan rendah.

Jika di daerah pemilihan dengan kategori kerawanan sedang dan rendah saja potensi konflik itu sudah muncul ke permukaan, maka kewaspadaan atas kerawanan Pilkada 2018 harus semakin ditingkatkan-–terutama di daerah berkategori kerawanan tinggi.

Kewaspadaan itu semakin perlu mendapat perhatian dari semua pihak pada masa mudik lebaran seperti sekarang. Pada saat para pemilih terkumpul lebih banyak di suatu daerah pemilihan –dengan mudik, jika konflik terjadi maka dampaknya akan jauh lebih besar.

Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas keamanan Pilkada 2018 hendaknya sungguh bisa mengantisipasinya. Kita tidak ingin Hari Raya Idulfitri dinodai oleh konflik antar pendukung paslon kepala daerah. Kita ingin Pilkada 2018 berjalan dengan kegembiraan demokratis, pikiran jernih, dan hati yang sejuk.

BACA JUGA