Ungkap segera pembakaran kendaraan bermotor di Semarang

Ilustrasi: Polisi harus segera mengungkap kasus-kasus pembakaran kendaraan bermotor di wilayah Semarang
Ilustrasi: Polisi harus segera mengungkap kasus-kasus pembakaran kendaraan bermotor di wilayah Semarang | Salni Setiadi /Beritagar.id

Rentetan pembakaran kendaraan bermotor terjadi di wilayah Semarang dan sekitarnya. Jumlah kasus-kasus serupa ini terus bertambah. Polisi harus segera mengungkap kasus-kasus itu sebelum menjadi bola liar mengobarkan kecemasan dan kepanikan di tengah masyarakat.

Aksi pembakaran kendaraan bermotor itu bukan satu atau dua kali terjadi sejak Januari lalu. Pada bulan Januari saja-–yang mulai dikabarkan pada minggu keempat--sudah terjadi 15 kasus. Karena terjadi berkali-kali dalam satu kurun waktu yang relatif pendek itu, kasus ini memang perlu mendapat perhatian khusus.

Bahkan sampai awal Februari ini, jumlah kasus terus bertambah menjadi 22 kasus. Di kota Semarang terjadi 14 kasus. Di Kabupaten Kendal terjadi 7 kasus, dan 1 kasus di Kabupaten Semarang.

Pada kasus-kasus awal, kendaraan yang dibakar adalah mobil. Belakangan terjadi juga pembakaran sepeda motor.

Apakah kasus-kasus itu hanyalah kasus kejahatan biasa?

Dengan mencermati rentetan kasus-kasus itu, sulit bagi kita untuk menilai kasus-kasus tersebut sebagai tindak kejahatan biasa. Meskipun target pembakaran terlihat acak, ada pola yang sama dalam kasus-kasus itu.

Pola itulah yang membuat kasus-kasus tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejahatan yang biasa. Pola itu terkait waktu dan cara aksinya.

Dari sisi waktu, pelaku pembakaran menjalankan aksinya di rentang waktu antara pukul 3 dini hari sampai menjelang subuh. Dari sisi cara, pelaku membakar kendaraan yang menjadi targetnya dengan menggunakan kain berapi-–kain yang dilumuri bahan bakar dan lalu disulut api. Kain itulah yang kemudian dilempar atau diletakan di kendaraan bermotor yang menjadi targetnya.

Dalam sebuah kejahatan, pola bisa merupakan cermin dari profil kejahatan atau pelakunya. Selain itu, pola juga bisa merupakan pesan yang hendak disampaikan pelaku untuk membangun sebuah persepsi kepada publik.

Jika tak segera diungkap, intensitas yang tinggi-–ditandai dengan frekuensi aksi yang sering terjadi--pola kejahatan dalam kasus-kasus tersebut sudah cukup untuk secara pelan tapi pasti menimbulkan kecemasan dan kepanikan di tengah masyarakat kita.

Kita tahu, kecemasan dan kepanikan adalah dua hal yang lazim menjadi target antara sebelum mencapai tujuan sesungguhnya dalam terorisme. Tanpa harus tergesa-gesa dan berlebihan menyebut kasus-kasus tersebut dilakukan oleh teroris yang berafiliasi kepada pandangan politik tertentu, sudah jelas bahwa pembakaran-pembakaran yang berpola itu bisa dirasakan sebagai teror oleh warga masyarakat.

Yang perlu disadari bersama, teror yang terjadi pada tahun politik adalah teror yang paling memiliki risiko fatal. Inilah yang perlu diwaspadai dan diantisipasi.

Potensi risiko yang cukup fatal itu itu bukanlah hal yang mengada-ada di tengah masyarakat dengan literasi sangat rendah. Meluas dan mendalamnya hoaks selama ini sudah cukup menjadi bukti rendahnya literasi sebagian besar warga masyarakat kita.

Dengan tingkat literasi yang payah, kecemasan dan kepanikan yang terjadi di masyarakat akan memudahkan prasangka-prasangka sosial tumbuh dan menguat. Pada tahun politik, eksploitasi atas prasangka-prasangka itu bisa menemukan momentum.

Yang patut diwaspadai, momentum itu bisa memicu gerakan bola liar. Apa jadinya jika kemudian bergerak ke arah gesekan sosial yang membabibuta dan fatal?

Di sinilah letak pentingnya Polri untuk segera mengungkapkan kasus-kasus pembakaran kendaraan tersebut. Publik perlu tahu, jenis kejahatan pada kasus-kasus pembakaran kendaraan itu.

Pengungkapan motif kejahatan menjadi sangat perlu. Hal itu akan mampu mencegah munculnya prasangka-prasangka sosial yang bergerak liar dan menggerogoti ketahanan kita sebagai masyarakat.

Apakah hal itu sejenis kejahatan dengan target acak terkait inisiasi terhadap anggota geng kriminal seperti klithih di Yogyakarta? Ataukah, ini adalah tindakan seorang psikopat? Ataukah ini kejahatan yang diorganisasikan dengan motif tertentu?

Polisi dikabarkan telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus-kasus ini. Kita berharap kerja tim tersebut segera membuahkan hasil. Kita ingin hukum ditegakkan. Siapapun pelakunya harus dihukum.

Kita ingin segera terbebas dari kecemasan dan kepanikan yang dipicu oleh serangkaian aksi kejahatan itu. Dengan begitu, tak ada alasan untuk memberi ruang kepada kepentingan-kepentingan manapun untuk mengeksploitasi prasangka-prasangka sosial politik ke arah situasi yang fatalistis.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR