Aero Sutan Aswar, atlet jetski Indonesia, di Mall FX, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (22/9/2017)
Aero Sutan Aswar, atlet jetski Indonesia, di Mall FX, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (22/9/2017) Bismo Agung Sukarno / Beritagar.id

Aero Sutan Aswar, Serupa Conan dan Raja Poseidon

Pemegang sabuk hitam taekwondo ini juga ingin menjadi ahli komputer dan fotografi.

Rambutnya tipis di samping dan ikal di atas. Ia pakai kaus buntung bertudung--menampakkan tato burung phoenix di tangan kanannya. Lehernya digelayuti miniatur jetski perak.

"Apa kabar?" sapa Aero Sutan Aswar, atlet jetski Indonesia, di Mall FX, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (22/9/2017) saat wawancara dengan Fajar WH, Heru Triyono dan fotografer Bismo Agung.

Umurnya baru 22, tapi prestasinya mentereng. Ia meraih predikat atlet jetski peringkat satu dunia pada 2016 setelah tampil di seri penutup P1 AquaX USA di Pantai Laurderdalle Florida. Sebelumnya, prestasi Aero untuk negara ini juga cihui. Di antaranya medali emas Asian Beach Games 2010 dan 2014.

Jetski memang bukan dunia asing di keluarga Aero. Ayahnya, Saiful Sutan Aswar alias Fully, adalah Ketua International Jet Sport Boating Association (IJSBA) untuk Indonesia. Begitu pula adiknya, Aqsa Sutan Aswar, juga merupakan pembalap jetski. "Gelombang adalah kanvas dan kami adalah kuasnya," kata Aero, yang sejak usia dua tahun sudah menunggangi jetski.

Menurutnya satu-satunya di keluarga yang tidak tahu jetski adalah kakeknya: Sutan Aswar. Dia merupakan pencipta bensin pesawat (AFTUR) pertama di Indonesia. "Saya cukup dekat dengan kakek saat kecil," ujarnya.

Pemberian nama Aero, yang berarti udara, terinspirasi dari ketokohan sang kakek yang turut mendirikan Angkatan Udara di Indonesia.

Sejak kecil, sang ayah sudah menularkan virus jetski kepadanya. Ia kerap dibawa ke laut untuk mencoba olah raga air berkecepatan tinggi tersebut. Lambat laun pun Aero suka. Selain jet ski, sang ayah juga mengajaknya adu cepat gokar dan motor cross.

Aero ingat betul jetski pertama yang ia pakai: Yamaha Sea Doo GTX. Jet itu kepunyaan ayahnya. Dengan jet itu ia berlatih dari pagi hingga sore. Terpelanting dan kemudian terjatuh jadi hal biasa baginya. "Lo enggak bisa belajar kalau belum pernah menabrak," ujarnya.

Dari awal karier hingga kini, hampir semua bagian tubuhnya pernah cedera, termasuk tulang rusuk. Bahkan 10 jari tangannya sudah pernah patah. "Jari gue enggak ada yang lurus," tutur Aero.

Terakhir, jari manis tangan kirinya patah karena tertaut di setang saat tabrakan. Sekarang, ia juga masih pemulihan cedera ACL (jaringan sendi lutut). "Guenya juga bandel sih. Tetapi kalau mau juara, segalanya harus dilakukan," kata dia.

Lahir dan besar di lingkungan tentara tak membuat Aero kecil manut pada aturan. Ia juga bandel, seperti anak-anak pada umumnya. Dirinya kerap terlibat perkelahian, malah pernah membuat hidung orang patah. "Gue cuma membela diri," ujarnya.

Tetapi, ditambahkan Aero, perkelahian yang dia lakukan bukan didasari memperebutkan perempuan. "Enggak ada waktu saat itu mikir (pacaran), gue mending latihan di laut," ujarnya.

Laut adalah tempat Aero menghabiskan waktunya sejak memilih jalur hidup sebagai atlet. Siang dan malam, baik itu di hari balap atau bukan, ia selalu di sana untuk berlatih.

Tekun dan giat berlatih itulah yang membuatnya cepat adaptasi. Pada usia tiga, ia sudah bisa menunggangi jetski di Ancol. Satu tahun berikutnya Aero ikut balapan perlombaan "Baby Race" di Pantai Mutiara, Jakarta di tahun 1999.

Dengan mengendarai jetski ayahnya itu ia berhasil mendapatkan trofi pertama. Sejak itu Aero melang-lang buana mengikuti berbagai perlombaan di Indonesia dan luar negara, terutama kejuaraan jetski di Amerika Serikat.

Di awal karier, tak jarang ia diremehkan para pembalap asing yang menjadi lawannya. Ia dicap memble sebelum bertanding. Namun, itu justru memicunya untuk terus memotivasi diri latihan serius. Alhasil, Aero semakin berkibar dan memenangkan berbagai trofi.

Kemenangan itu dilalui Aero dengan tak mudah. Ia selalu fokus tiap jelang lomba. Jangankan mau ditemui orang, ayahnya saja dijamin tidak bisa bertemu dia jika sedang serius. Biasanya ia akan lari ke bukit untuk mencari ketenangan. "Di atas bukit itu gue selalu berpikir akan menang dan bagaimana caranya."

Aero Sutan Aswar, atlet jetski Indonesia, di Mall FX, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (22/9/2017)
Aero Sutan Aswar, atlet jetski Indonesia, di Mall FX, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (22/9/2017) | Bismo Agung Sukarno /Beritagar.id

Conan dan Poseidon

Selain bermimpi jadi juara dunia jetski, pemegang sabuk hitam taekwondo ini bermimpi menjadi ahli komputer dan fotografi. Alasannya, ia suka detail. Apalagi untuk memprogram jetski--yang memerlukan juga penguasaan ilmu komputer. "Kesalahan program atau soal mekanis, bisa mengubah performa," ujarnya.

Dari kecil sampai sekarang ia juga masih kecanduan film kartun Detektif Conan. Aero menyukai rangkaian kasus Conan yang rumit. Ia dibuat kagum, bahkan ingin meniru gaya tokoh dalam cerita itu dengan memecahkan teka-teki kasus lewat pengumpulan data atau observasi yang detail. Dan itulah yang sedikit terbawa dalam kehidupannya. "Gue nonton sambil berpikir, sampai terkadang menebak pembunuhnya, dan benar," tutur Aero.

Tetapi Aero enggan membaca komik Conan. Ia lebih suka nonton serialnya. Kalau urusan baca, ia lebih suka buku, bukan komik. Aero menyukai buku-buku biografi seperti Elon Musk, Jeff Bezos atau Ashlee Vance. Orang-orang ini, menurut dia, tepat dalam mengambil keputusan dalam hidup.

"Nothing but the best is good enough"

Aero Sutan Aswar

Nilai baik dari mereka itu yang dia rasa bermanfaat dalam kariernya. Ia terbiasa harus berpikir cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Misalnya saja saat butuh keputusan untuk uber orang atau diuber orang. Kalau kehilangan waktu dan momen, sudah pasti kalah. "Gue harus pressure orang terus untuk membuat kesempatan menang itu terjadi," katanya.

Sama seperti Conan, Aero tipikal orang yang optimistis mengatasi teka-teki dan masalah. Ketika menghadapi masalah kegemukan, dalam 3 bulan ia bisa menurunkan berat badan dari 96 kilogram menjadi 66 kilogram. Saat itu, di usia 16 tahun, demi tekad mendapatkan badan bagus, Aero lari selama 4 jam saban hari di Gelora Bung Karno. "Dan berhasil," katanya.

Ambisi Aero menjadi raja air /Beritagar ID

Aero memang amat ngotot jika ingin dapatkan sesuatu. Saat merasa tidak akan bisa menang di podium puncak, ia akan melakukan persiapan secara gila-gilaan. Setiap akan menghadapi kejuaraan, Aero akan bangun pukul 4 pagi untuk lari di gunung dan hutan, kemudian tes jetski, dan itu berlangsung setiap hari sampai pukul 7 malam, dilanjutkan rapat.

Aero memang berambisi jadi raja air, seperti Poseidon-dewa penguasa laut. Di kaki kirinya telah bertengger tato lambang tongkat milik Poseidon: Trisula. Tato itu ia buat saat sekolah menengah pertama di Jakarta. Tongkat itu dilingkari ombak Jepang yang diketahuinya sebagai ombak paling ganas di dunia. "Ini tato pertama gue, dan jadi kekuatan gue bergerak di atas air," tutur Aero.

Moto hidupnya yang ia pegang sampai kini adalah nil satis nisi optimum (latin) yang artinya nothing but the best is good enough. Jadi dirinya selalu ingin jadi yang terbaik. "Kalau cuma jadi nomor dua, buang-buang waktu," katanya.

Aero Sutan Aswar, atlet jetski Indonesia, di Mall FX, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (22/9/2017)
Aero Sutan Aswar, atlet jetski Indonesia, di Mall FX, Senayan, Jakarta, Jumat lalu (22/9/2017) Beritagar.id /Bismo Agung Sukarno
BIODATA Diperbarui: 02 November 2017

Aero Sutan Aswar

Tempat dan tanggal lahir:

Jakarta, 4 Desember 1994

Prestasi tertinggi:

— 1st, Pro Enduro, Round 2 AquaX, Sarasota, FL, USA (2017)

— Gold Medal, Endurance Open, 4th Asian Beach Games 2014, Phuket, Thailand (2014)

— 1st, Pro Runabout Stock, US National Tour, Round 6, Charleston, WV, USA (2014)

— 1st, Pro Runabout Open, US National Tour, Round 5, Lake Hartwell, GA, USA (2014)

— 1st, Pro Runabout Open, US National Tour, Round 4, Colonial Beach, VA, USA (2014)

— 1st, Pro Runabout Open, US National Tour, Round 3, Sparks, NV, USA (2014)

— 1st, Pro Runabout Stock, US National Tour, Round 1, Pensacola Beach, FL, USA (2014)

— 1st, Overall Champion, Pro-Am Ski Lites, R5 Regional Championship, Madisonville, TX, USA (2014)

— 1st, Pro-Am Ski Lites, R5 Regional Championship, Round 5, Madisonville, TX, USA (2014)

— 1st, Endurance Open, World Jetrace Challenge 2011, Terengganu, Malaysia (2011)

— 1st, 4 NA (Naturally Aspirated) Open Endurance World Endurance 500km, Lake Havasu (2011)

— 1st, Endurance Open, 2nd Asian Beach Games 2010, Muscat, Oman (2010)

— 1st, Pro-Am 4 Stroke Runabout Open, Jet Sport Challenge, Selangor, Malaysia 7 (2010)

— 1st, Runabout Open, Sail Bunaken Watercross Race 2009, Manado, Indoensia (2010)

— 1st, Pro-Am Runabout Open, The 2nd Asian Watercross Super Cup 2009, Terengganu, Malaysia (2010)

— 1st, Runabout Offshore Open, Bhayangkara Jetsport Race ke-IV HUT- 62nd, Pantai Mutiara, Jakarta, Indonesia (2010)

— 1st, Pro-Am Runabout 1200cc Open, Sea Fox Gathering, Ancol, Jakarta, Indonesia (2007)

— 1st, Pro-Am Runabout 1200cc Limited, Bhayangkara Jetsport Race ke-III, HUT- 61st, Ancol, Jakarta, Indonesia (2007)

— 1st, Pro-Am Runabout 1200cc Limited, Bhayangkara Jetsport Race ke-II, HUT-60th, Pulau Untung Jawa, Jakarta (2006)

— 1st, Pro-Am Runabout 800cc Super Stock, Eco Tourism Sports, Danau Toba, Medan, Indonesia (2005)

— 1st, Junior Open, Kejurnas Round 1, Danau Toba, Medan, Indonesia (2004)

— 1st, Rising Star Runabout, Kejurnas Round 1, Ancol, Jakarta, Indonesia (2002)

— 1st, Baby Race, Pantai Mutiara, Jakarta, Indonesia 2. 1st, Baby Race, Ancol, Jakarta, Indonesia (2001)

— 1st, Baby Race, Kejurnas Round 2, Ancol, Jakarta, Indonesia 2. 1st, Baby Race, Kejurnas Round 1, Ancol, Jakarta, Indonesia (2000)

— 1st, Baby Race, Pantai Mutiara, Ancol, Jakarta, Indonesia (1999)

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR