3 peristiwa penting di NYFW 2017

Anna Wintour saat menghadiri pertunjukan untuk Calvin Klein.
Anna Wintour saat menghadiri pertunjukan untuk Calvin Klein. | Diane Bondareff /AP

New York Fashion Week (NYFW) untuk musim gugur/dingin 2017 baru saja usai. Seperti biasa, pameran mode ini tak hanya menampilkan puluhan perancang dan ratusan model kelas dunia, namun juga deretan tamu dari kalangan para pesohor.

Tak heran jika acara yang kerap membuka rangkaian pergelaran ini menjadi perhatian banyak orang. Acara yang berlangsung sejak tanggal 9 hingga 16 Februari ini sukses membuat beberapa pertunjukan menjadi topik pembicaraan di berbagai media, termasuk beberapa berita berikut ini.

Politik di dalam mode

Ya, menurut Popsugar tahun ini banyak perancang yang memasukkan unsur politik ke dalam pagelarannya.

Misalnya saja Prabal Gurung, yang membuat kaus dengan tulisan-tulisan seperti "I'm a feminist" atau "I am an immigrant". Hal yang sama juga dilalukan oleh Jonathan Simkhai dan Christian Siriano yang mengkampanyekan feminisme lewat rancangan kausnya.

Council of Fashion Designers of America (CFDA) juga membagikan bros merah muda kepada para model dan tamu yang hadir dengan tulisan-tulisan yang bertujuan untuk mendukung gerakan Planned Parenthood. Seperti yang dilakukan rumah mode Marchesa dan jenama Tomo.

Ya, 2017 bisa dikatakan tahun bangkitnya aktivisme di panggung mode, karena daftar perancang yang menampilkan karya dengan pernyataan politik belum berhenti sampai di sini. Masih ada jenama Alice + Olivia dan perancang Claudia Li yang lantang menantang orang-orang untuk menjadi lebih vokal menyuarakan aspirasi mereka.

Selain itu ada pula desainer Jeremy Scott, Jenny Packham, dan Joanna Coles, juga jenama Public School dan Chloe and Parris of Beaufille.

Perancang yang paling dinanti

Dari Indonesia, tentu saja peragaan dari Anniesa Hasibuan yang paling dinanti. Perancang busana muslim dari Indonesia ini sukses menggelar peragaannya yang kedua dengan tajuk "Drama" di panggung New York Fashion Week, Amerika Serikat.

Dalam pergelaran kali ini nama Anniesa populer di media negeri Paman Sam. Bukan hanya karena karyanya, tapi juga pemilihan para model yang membawakan karyanya. Ya, Anniesa khusus memilih model yang juga para imigran dari berbagai negara.

Nama-nama besar seperti Thom Browne dan Calvin Klein masuk daftar peragaan yang paling dinanti. Pasalnya, Calvin Klein untuk pertama kalinya akan menampilkan rancangan direktur kreatifnya, Raf Simons, Ia banyak menginjeksi koleksi siap pakainya dengan gaya adibusana yang unik.

Ada juga Altuzarra yang pada peragaannya kali ini sekaligus meluncurkan koleksi tas terbarunya. Lalu ada Proenza Schouler yang mengucapkan selamat tinggal dan menggelar peragaan terakhirnya bagi New York Fashion Week karena mereka akan berpindah ke Paris, Prancis yang dirasa lebih cocok untuk gaya busananya.

Kembalinya mode masa lampau

Dunia mode memang tak ubahnya mesin waktu. Apa yang Anda kenakan saat ini bisa saja menjadi tren besar 20 tahun mendatang.

Di New York Fashion Week kali ini, beberapa tren dari zaman dulu pun dipamerkan kembali dengan gaya yang lebih modern.

Dalam wawancaranya dengan Vogue, Anna Wintour, direktur artistik majalah Vogue mengatakan, tahun ini merupakan tahun kembalinya pantsuit. Setelan jas untuk perempuan ini berjaya di era 80-an. Tahun lalu, setelan ini mulai ramak diberitakan. Lalu sepanjang 2016, mantan calon presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton sering kali terlihat mengenakan setelan tersebut dalam berbagai warna dan model.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR