KARIER

5 Manfaat menjaga penampilan bagi karier Anda

Keahlian atau keterampilan yang baik dan kualitas kerja yang tinggi memang sangat dibutuhkan, akan tetapi kesan yang buruk bisa menutupi keahlian Anda yang paling sempurna sekalipun.
Keahlian atau keterampilan yang baik dan kualitas kerja yang tinggi memang sangat dibutuhkan, akan tetapi kesan yang buruk bisa menutupi keahlian Anda yang paling sempurna sekalipun. | Shutterstock

Citra atau image seseorang merupakan lukisan diri yang ditampilkan kepada orang lain. Orang sering kali tidak menyadari pentingnya kesan atau citra diri ini.

Keahlian atau keterampilan yang baik dan kualitas kerja yang tinggi memang sangat dibutuhkan, akan tetapi kesan yang buruk bisa menutupi keahlian Anda yang paling sempurna sekalipun.

Citra yang buruk dapat juga memmengaruhi penerimaan rekan kerja terhadap ide-ide dan permintaan-permintaan Anda, bahkan akhirnya karir Anda.

Selain itu citra diri yang terpancar pada penampilan tidak bisa dimungkiri merupakan cerminan sosok dan citra diri yang sangat berperan terhadap penilaian orang lain terhadap seseorang.

Bagi profesi tertentu, misalnya sekretaris atau orang yang bekerja sebagai sales (penjual), penampilan bahkan merupakan salah satu "modal utama" agar tidak dipandang sebelah mata oleh relasinya.

Rachel Gillet, reporter yang mengkhususkan diri pada bidang karier di Business Insider, memaparkan lima manfaat menjaga penampilan yang menarik bagi karier Anda.

Orang yang menarik cenderung bergaji lebih tinggi

Ada istilah dalam ilmu psikologi sosial yang disebut "efek halo" yaitu kecenderungan seseorang menganggap orang lain mempunyai keterampilan positif karena dia mempunyai sisi positif lainnya. Jadi, apabila seseorang berpenampilan baik, maka kita akan menganggap dia sebagai orang yang baik pula. Tidak mengherankan jika orang yang berpenampilan menarik cenderung dibayar lebih banyak.

Ahli ekonomi pernah melakukan survei terhadap orang Amerika dan Kanada mengambil kesimpulan bahwa orang yang berpenampilan menarik biasanya dibayar 14 persen lebih banyak daripada orang yang tidak menarik.

Orang yang menarik cenderung lebih percaya diri

Karena adanya "efek halo", eksperimen juga telah menunjukkan bahwa kita menganggap orang yang menarik "lebih ramah, dominan, hangat secara seksual, sehat secara mental, cerdas, dan terampil secara sosial" daripada orang yang tidak menarik.

Orang yang menarik cenderung mempunyai keterampilan sosial yang lebih baik

Markus Mobius dan Tanya Rosenblat dari University of Michigan yang menulis studi berjudul "Why Beauty Matters" menyebutkan bahwa daya tarik fisik akan meningkatkan keterampilan sosial dan komunikasi. Pada gilirannya hal ini akan meningkatkan anggapan bos dalam memperkirakan produktivitas seorang pekerja.

Riset membuktikan bahwa keterampilan sosial seorang anak yang meningkat bisa dijadikan prediksi yang lebih baik pendapatannya selama hidupnya daripada meningkatkan kemampuan intelektualnya.

Perempuan yang menarik mempunyai daya tawar yang lebih kuat

Riset membuktikan bahwa lelaki cenderung menenggang ketidakadilan yang dilakukan oleh perempuan yang menarik.

Sebuah studi yang dilakukan di Zhejiang University's School of Management di Tiongkok mengungkapkan sebuah eksperimen. Para lelaki yang berumur 18-26 diminta melihat 300 foto dari wajah-wajah perempuan Tiongkok yang sebelumnya dianggap menarik atau tidak menarik. Kemudian kepada para lelaki itu ditunjukkan sebuah foto dari salah seorang perempuan dan diminta untuk memutuskan apakah mereka bersedia untuk berbagi uang dengan perempuan itu.

Riset itu membuktikan bahwa para lelaki cenderung menerima tawaran yang tidak adil ketika perempuan itu berwajah menarik daripada keika perempuan itu berwajah tidak menarik.

Orang yang menarik lebih cenderung tidak mendapatkan tawaran pekerjaan jika yang mewawancarai tidak menarik

Heidi Grant Halvorson dalam bukunya yang berjudul "No One Understands You And What To Do About It" menyebutkan bahwa ego pewawancara kerja mungkin merasa terancam jika ternyata orang yang diwawancarainya berwajah lebih menarik daripada dirinya. Tidak mengherankan jika sang pewawancara kerja lebih memilih untuk menghindari kompetisi dengan cara tidak merekrutnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR