7 hal tentang Ayu Gani pemenang Asia's Next Top Model

Indonesia patut berbangga dengan Ayu Lestari Putri Gani, atau yang lebih dikenal dengan Ayu Gani. Dara 23 tahun ini berhasil menjadi juara pertama di ajang Asia's Next Top Model siklus ketiga yang berlangsung di Singapura.

Tahun ini Indonesia mengirimkan tiga peserta. Adapun 2 peserta lainnya adalah Ayu Ramdhany yang pulang pada episode ke-3 dan Tahlia Raji yang pulang pada episode ke-9.

Dalam acara Asia's Next Top Model Ayu Gani memiliki karakter kuat dan sangat konsisten. Ia berhasil tampil memukau di antara 14 peserta Asia's Next Top Model siklus ketiga ini.

Bagi Georgina Wilson yang menjadi presenter sekaligus Ketua Juri, Gani sangat mewakili wajah Asia yang sangat eksotik. Tak heran Gani mendapatkan foto terbaik pada episode ke-6 saat pemotretan dengan Zalora dan pada episode ke-12 bersama Harper's Bazaar.

Seperti apa sebenarnya sosok Ayu Gani? Berikut tujuh hal tentang dirinya:

Ayu Gani merupakan pemenang favorit Wajah Femina pada 2011. Sebelumnya, ia pernah membintangi sejumlah iklan seperti menjadi Model Luvaze Saloon (2010), Biskuit Selamat (2009), Mayashi (2009), Biore (2009), SLI 007 (2009). Selain berprestasi di dunia modeling, dalam dunia pendidikan Ayu Gani juga pernah mendapatkan beasiswa sekolah performing art di Amerika Serikat.

Ayu Gani kuliah di Fakultas Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Namun pada semester 6 ia pindah ke LaSalle Collage Jakarta, di jurusan bisnis fashion, walaupun harus mengulang lagi kuliahnya. Ia mengaku senang dengan jurusan yang dipilihnya sekarang karena bermimpi memiliki label fashion sendiri.

Gani sangat dekat dengan Sang Mama. Saat di Yogyakarta ia sangat suka berkumpul di kamar mamanya untuk menonton TV dan mengobrol. Bahkan terkadang ia masih suka tidur dan dikeloni mamanya.

Siapa bilang kalau model selalu harus tampil glamour dan naik kendaraan pribadi? Ternyata Ayu Gani dalam kesibukannya menjadi model dan mahasiswi lebih suka naik ojek. Baginya ojek merupakan kendaraan yang paling dapat diandalkan untuk menghadapi kemacetan Jakarta.

Selain kuliah dan menjalankan karier sebagai seorang model, Ayu Gani sedang sibuk berbisnis overnight oats dengan jenama Dietory sejak November 2014 lalu.

Ide bisnis tersebut berawal dari kesulitannya dalam mencari sarapan pagi, terlebih ketika ia harus standby untuk acara fashion show sejak jam lima pagi. Untuk memasarkan produk oat yang dibuatnya sendiri, ia memanfaatkan media sosial Instagram.

Kesulitan yang ia rasakan adalah ketika harus keluar kota atau keluar negeri, Gani terpaksa harus berhenti menerima pesanan sementara. Namun suatu saat ia ingin mempekerjakan seseorang agar bisnisnya tersebut tetap berjalan.

Dara lahir di Solo ini jarang menggunakan high heels sebelum jadi model. Ia ternyata memiliki berbagai kemampuan memainkan alat musik. Salah satunya adalah contrabass. Keahliannya tersebut membuat ia mendapat beasiswa performing art selama satu tahun di Cincinnati, Ohio, AS.

Jika banyak model yang melakukan diet ketat untuk mendapatkan tubuh ideal dan terlihat langsing. Model dengan tinggi 173 ini malah mengaku doyan makan. Dia menyukai soto dan tempe, buktinya bisa dilihat lewat akunnya di Instagram.

BACA JUGA