7 hal penting tentang kesehatan gigi

Ilustrasi kesehatan gigi.
Ilustrasi kesehatan gigi. | Africa Studio /Shutterstock

Dibanding bagian tubuh lain, masalah kesehatan gigi paling sering diabaikan. Padahal semakin usia bertambah, risiko gigi berlubang, penyakit gusi, dan kanker mulut jauh lebih besar.

Berdasar keterangan National Institute of Dental and Craniofacial Research, puncak kanker mulut terjadi di usia 60 tahun ke atas. Namun, 40 persen orang dewasa justru tidak mengunjungi dokter gigi dalam satu tahun terakhir.

Berikut 7 hal penting tentang kesehatan gigi yang perlu Anda ketahui.

Gigi berhubungan dengan penyakit jantung

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit periodontal (gusi) dapat memicu masalah jantung. Peradangan di gusi bisa menyebabkan penumpukan plak dalam arteri. Akibatnya risiko strok, Alzheimer, dan arthritis juga meningkat.

Mulut kering memengaruhi kesehatan gigi dan mulut

Air liur berfungsi menjaga mulut dan gigi tetap sehat, kuat, dan lembap. Namun masalahnya, seiring bertambah usia, produksi air liur berkurang. Begitu pula efek samping dari obat, penyakit tertentu yang menyebabkan mulut kering.

Ini bisa merusak gigi, meningkatkan risiko gingivitis (penyakit gusi), dan infeksi mulut seperti sariawan. Agar tetap terhidrasi, banyak minum air putih bisa sangat membantu.

Memilih sikat gigi harus tepat

Jika Anda kesulitan menyikat gigi akibat osteoporosis, arthritis, atau masalah kesehatan otot lain, sikat gigi elektrik bisa jadi pilihan. American Dental Association merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi tiap tiga bulan.

Sebab, bulu yang aus tidak melindungi gigi optimal. Simpan sikat gigi dalam posisi tegak, dan pastikan tetap kering setelah digunakan agar tidak mudah terpapar kuman bakteri.

Lindungi gigi dengan Fluoride

Tiap kali makan gula dan karbohidrat, mulut menghasilkan asam. Asam ini bisa mengikis lapisan luar gigi yang disebut enamel. Secara alami, mineral dalam air liur seperti fluoride, kalsium dan fosfat akan mengganti enamel yang hilang dalam dosis tertentu.

Jika tidak cukup, ini akan merusak gigi. Untuk itu, bantu lindungi gigi dengan menyikat gigi menggunakan odol berfluoride.

Asupan makanan memengaruhi gigi

Pertambahan usia membuat kebutuhan kalsium dan vitamin D meningkat. Inilah sebabnya banyak orang kekurangan nutrisi tersebut. Padahal, kekurangan kalsium dan vitamin D memicu osteoporosis yang nantinya memengaruhi kekuatan gigi.

Perbanyak nutrisi tersebut sejak dini, dan hindari gula berlebih. Gula yang mengendap menyebabkan gigi membusuk, dan jika Anda jarang menyikat gigi, kerusakan gigi bisa bertambah parah.

Kunjungi dokter gigi

Meskipun tidak ada riset yang meneliti apakah frekuensi kunjungan memperkecil risiko kerusakan gigi atau penyakit gusi, kebanyakan dokter gigi merekomendasikan waktu ideal untuk kontrol adalah 6 bulan sekali. Berikut beberapa alasannya:

  • Agar dokter dapat memeriksa masalah gigi yang mungkin tidak terlihat atau terasa.

  • Untuk menemukan tanda-tanda awal dari kerusakan gigi atau mulut sebelum terasa sakit dan bertambah parah.

  • Agar lebih mudah mengobati masalah kesehatan mulut lainnya.

Kesehatan gigi berhubungan dengan kesehatan tubuh

Gigi dan mulut perlu dirawat sejak dini. Sebabnya kesehatan mulut yang buruk di hari tua bisa jadi masalah besar. Ada hubungan antara kesehatan gigi dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Mayo Clinic menyebutkan beberapa kondisi penyakit terkait kesehatan mulut:

  • Endokarditis (infeksi lapisan dalam jantung), terjadi ketika bakteri di mulut menyebar melalui aliran darah dan menempel pada daerah yang rusak di dalam hati.

  • Periodontitis berkaitan dengan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

  • Diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki penyakit gusi kesulitan mengontrol kadar gula darah.

BACA JUGA