7 hal produktif yang bisa dilakukan saat waktu senggang

Sepanjang hari kita sering mengalami waktu senggang, saat-saat ketika kita tidak bisa melakukan apapun kecuali duduk atau berdiri.
Sepanjang hari kita sering mengalami waktu senggang, saat-saat ketika kita tidak bisa melakukan apapun kecuali duduk atau berdiri. | Shutterstock

Waktu adalah komoditas yang paling terbatas jumlahnya. Siapapun, baik orang kaya maupun orang miskin, hanya mempunyai waktu 24 jam dalam sehari. Setiap waktu yang sudah terlewat tidak akan bisa diulangi lagi dengan cara apapun.

Orang-orang yang produktif mempunyai waktu yang sama dengan orang-orang yang tidak produktif. Bedanya, mereka yang produktif bisa memanfaatkan waktu dengan lebih efektif. Mereka memanfaatkan setiap detik yang mereka jalani dengan hal yang bermanfaat.

Sepanjang hari kita sering mengalami waktu senggang, saat-saat ketika kita tidak bisa melakukan apapun kecuali duduk atau berdiri.

Saat sedang antre menunggu pelayanan di bank; saat menanti angkutan umum yang akan membawa kita ke tempat yang berbeda; ketika terjebak kemacetan yang parah; atau ketika sedang beristirahat dari kerja; semua itu adalah waktu senggang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Daripada sekadar melepaskan waktu berlalu tanpa ada kegiatan apapun, Inc. dan Lifehack menawarkan sederet kegiatan yang bisa mengisi waktu senggang dengan kegiatan yang produktif.

1. Melatih otak memainkan games

Ada berbagai jenis permainan otak yang bisa diunduh dan diinstal di ponsel cerdas kita. Permainan Lumosity, misalnya, bisa membantu otak untuk mempertahankan kemampuan mengingat, keterampilan matematika, pengenalan pola, dengan cara yang menyenangkan dan mudah.

2. Belajar bahasa asing

Belajar cara menggunakan bahasa asing tidak akan pernah mubazir. Dulu, mempelajari bahasa asing harus dengan cara mencari orang yang bisa mengucapkan kata-kata asing itu. Tapi, zaman sudah berubah, teknologi sudah berkembang. Piranti seperti Skype dan Google Hangouts memungkinkan kita berhubungan dengan guru yang ada di belahan dunia lainnya untuk mengajari kita bahasa yang mereka kuasai.

Bayangkanlah Anda bisa mempelajari bahasa Spanyol di tengah kemacetan jalan di Jakarta. Anda bisa memilih pelajaran sesuai dengan kemampuan Anda dalam mengikuti pelajaran.

Orang yang menguasai banyak bahasa juga lebih jago menulis, berbicara dan mengerjakan banyak hal.

3. Menuliskan cita-cita masa depan

Sebuah studi dilakukan terhadap sekelompok mahasiswa Harvard yang meminta mereka untuk menuliskan cita-cita mereka di masa depan.

Hasil studi mengungkapkan bahwa hanya 3 persen dari mahasiswa itu yang menuliskan cita-cita dan rencana mereka, 13 persen mengatakan mereka mempunyai cita-cita di dalam otak mereka tapi tidak menuliskannya, dan 84 persen tidak mempunyai cita-cita sama sekali.

Setelah 10 tahun, kelompok mahasiswa yang sama diwawancarai kembali dan kesimpulan dari penelitian itu sungguh mengejutkan.

Mahasiswa yang masuk dalam kelompok 13 persen yang mempunyai cita-cita tapi tidak menuliskan cita cita tersebut ternyata berhasil mendapatkan penghasilan dua kali lipat daripada kelompok mahasiswa 84 yang tidak mempunyai cita-cita sama sekali.

Sementara itu kelompok mahasiswa 3 persen yang menuliskan semua cita-cita dan rencana mereka rata-rata mendapatkan penghasilan 10 kali lipat daripada gabungan dua kelompok mahasiswa lainnya (97 persen).

Jadi, gunakan waktu senggang untuk menuliskan cita-cita. Anda akan lebih bersemangat untuk mencapai cita-cita itu jika semuanya sudah direncanakan dan dituliskan dengan teliti.

4. Bertemu dengan kawan lama

Sebuah ulasan dari tahhun 2014 terhadap penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Social and Personality Psychology Compass mengungkapkan bahwa kesepian bisa memengaruhi kesehatan mental, tidur, dan kesehatan secara umum yang pada gilirannya meningkatkan risiko sakit dan mati.

Sementara itu penelitian lainnya yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa luasnya pergaulan memengaruhi kesehatan, sama faedahnya dengan gerak badan.

Jadi, jangan gunakan waktu senggang untuk melamun. Gunakanlah waktu senggang itu untuk bertemu teman-teman lama sehingga tidak ada lagi rasa sepi di dalam hati. Selain lebih produktif, bertemu teman lama juga akan mengusir kesepian.

5. Selesaikan tugas 2 menit

David Allen, seorang penulis buku Getting Things Done, memperkenalkan apa yang disebutnya sebagai menyelesaikan tugas dua menit.

Allen mengatakan kita semua mempunyai tugas-tugas kecil yang harus diselesaikan, namun karena sulit menentukan prioritas, semua tugas itu terbengkalai.

Tugas-tugas yang tempaknya sepele itu misalnya mengirimkan email, mengelola jadwal sepekan, memesan barang kebutuhan harian. Apapun tugas itu, selama bisa dilakukan kurang dari 2 menit, lakukanlah di saat senggang. Jika memungkinkan, kumpulkan semua tugas-tugas kecil itu dalam sebuah daftar. Lalu, selesaikan tugas itu satu per satu saat tersedia waktu senggang.

6. Berhubungan dengan seorang mentor

Seorang mentor yang baik akan membimbing Anda menuju sukses. Dia adalah orang yang tahu apa saja kesalahan yang pernah Anda lakukan dan bisa membantu Anda meraih cita-cita.

Kebanyakan orang tidak mempunyai sosok yang dianggap sebagai mentor. Biasanya mentor terlalu sibuk untuk bisa dihubungi sewaktu-waktu.

Sheryl Sandberg, seorang eksekutif Facebook, seperti dikutip Forbes menyarankan agar kita mencari mentor dari orang-orang yang telah lama berinteraksi dan bekerja sama. Mentor harus tahu potensi yang ada dalam diri kita.

7. Mendengarkan buku audio

Dengan kualitas internet yang makin kencang kecepatannya, mendengarkan buku audio menjadi lebih mudah. Aplikasi seperti Audible atau Audiobooks.com menawarkan berbagai jenis buku yang bisa disewa dan didengarkan kapan pun kita inginkan.

Daripada sekadar mendengarkan musik, buku audio menawarkan berbagai pengetahuan tentang kepribadian, marketing, biografi, bahasa asing, sejarah, nonfiksi, dan lain-lain.

Kita hanya perlu meluangkan waktu dan memasang headphone untuk mendengarkan buku di saat waktu luang.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR