RINGKASAN SEPEKAN

7 kabar seputar gaya hidup di pengujung 2017

Ilustrasi
Ilustrasi | Icsnaps /Shutterstock

Pekan terakhir 2017 menyajikan tujuh kabar layak simak seputar gaya hidup. Beberapa dapat menjadi pengingat yang dapat mengantar Anda memasuki tahun baru dengan fisik dan mental yang lebih sehat.

Sila simak ringkasan sepekan berikut ini.

Sayuran hijau cegah demensia dan perlambat penuaan otak

Kemampuan kognitif secara alami akan menurun seiring bertambahnya usia. Meski penuaan memengaruhi orang secara berbeda, ingatan mereka yang berusia 80-an tak akan setangkas Anda yang berusia 30-an.

Kabar baiknya, keadaan terkait demensia sekaligus penuaan otak tersebut bisa dicegah dengan mengonsumsi seporsi sayuran berdaun hijau setiap hari. Begitu garis besar studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology.

Lebih rinci, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin makan satu porsi sayuran berdaun hijau tiap hari mengalami penurunan kognitif lebih lambat dibandingkan mereka yang jarang makan sayuran hijau, bahkan tidak pernah sama sekali.

Secara statistik, nilainya setara memiliki otak berusia 11 tahun lebih muda, yang masih mampu mengingat dan berpikir jauh lebih baik.

Kenapa sebaiknya Anda tidak pensiun dini

Pensiun adalah hal yang dinanti oleh sebagian orang. Tak perlu lagi bangun pagi atau terbirit-birit berangkat kerja. Tiada lagi teror dari atasan, juga persaingan tak sehat dengan rekan kerja. Intinya, Anda bebas.

Namun layak diingat bahwa ibarat koin, segala hal memiliki dua sisi. Soal pensiun juga tak luput.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara orang-orang yang mengklaim jaminan sosial pada usia 62 tahun dan risiko kematian lebih tinggi sampai dengan 20 persen.

Oleh karena itu, periset dari Cornell University dan University of Melbourne berkesimpulan, akan lebih baik jika pekerja kini tak buru-buru pensiun.

Terlalu sering googling tingkatkan risiko demensia

Sebelum ada internet, saat seseorang bertanya tentang sesuatu dan orang yang ditanyai tak tahu, ia punya beberapa pilihan untuk mencari tahu jawabannya. Google, pada masanya bukanlah sebuah opsi.

Kini lain soal. Orang tinggal mengakses mesin pencari Google, memasukkan kata kunci, dan klik, sederet jawaban pun tersedia.

Tanpa disadari sebagian orang mungkin tak membayangkan betapa menggunakan mesin pencarian di internet sudah menjadi ketergantungan tersendiri.

Sampai-sampai kerap kali orang tidak memberi waktu bagi otak untuk berusaha mengingat dan memanggil kembali ingatan tentang suatu hal.

Baru-baru ini, seorang peneliti demensia terkemuka mengatakan bahwa menggunakan mesin pencari seperti Google alih-alih menggunakan otak kita dapat meningkatkan risiko demensia.

Bahaya tren diet ''puasa air''

Para ahli menyarankan Anda untuk berhati-hati dalam memilih diet yang bakal dijalankan. Jangan hanya karena ingin mencoba diet jenis terbaru yang tengah populer, Anda malah merusak kesehatan.

Salah satu program diet yang kini tengah populer, namun mendapat sorotan negatif dari para ahli nutrisi, adalah water fasting (puasa air) yang ramai dibicarakan di media sosial dengan tagar #waterfast.

Nama puasa air bukan berarti Anda tidak minum. Sebaliknya, selama melakukan program tersebut, Anda hanya diperbolehkan minum air putih, tanpa menyantap sedikit pun makanan lain.

Mengapa ini berbahaya? Sila baca artikel berikut.

Mengenal sindrom moyamoya

Zach Kilkenny, bocah laki-laki berusia 10 tahun asal Doncaster, Inggris mengalami kondisi yang sangat langka, sindrom moyamoya.Penyakit moyamoya merupakan kelainan di pembuluh darah otak atau serebrovaskular.

Sejenis penyakit langka disebabkan karena tersumbatnya arteri di dasar otak, di area yang disebut dengan basal ganglia. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak menjadi sangat terbatas.

Meniup balon, mengendarai sepeda, bahkan sekedar terlalu bersemangat atau bersenang-senang, bisa memicu strok yang dapat membahayakan nyawa Zach. Informasi selengkapnya bisa Anda baca di sini.

Baby blues dan gangguan otak

Bagi seorang ibu baru, baik itu yang telah berkali-kali melahirkan ataupun pertama kalinya, kehadiran bayi mampu menghadirkan serentet emosi yang kuat.

Mulai dari kebahagiaan dan perasaan senang hingga kecemasan dan rasa takut, serta satu yang paling tidak diharapkan: baby blues atau gangguan pascamelahirkan--kita sebut saja begitu.

Gangguan pascamelahirkan bervariasi pada tiap ibu baru, berkisar dari yang ringan yaitu baby blues postpartum, memasuki tingkat menengah yaitu postpartum depression (PPD), dan paling parah yakni psikosis postpartum.

Baby blues dan PPD disebabkan perubahan hormon. Namun, studi baru mengidentifikasi kekurangan protein di otak juga memicu kondisi tersebut.

Mengenal aphantasia, ketidakmampuan berimajinasi

Saat membayangkan kantor, Anda akan melihat visual meja kerja dengan tumpukan pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Atau saat membayangkan pasangan, Anda akan melihat rambutnya, wajahnya, pakaian yang sering digunakan, dan sebagainya.

Bagi sebagian besar dari kita, visual sangat penting untuk mengingat, melamun dan berimajinasi. Namun, tak semua orang bisa membayangkan sesuatu seperti itu.

Ada sebuah kondisi yang disebut aphantasia. Istilahnya merujuk pada orang-orang yang lahir tanpa "mata pikiran". Orang dengan aphantasia tidak dapat menghasilkan gambar visual di mata pikiran mereka.

BACA JUGA