7 kesalahan diet keto yang perlu diwaspadai

Menu diet keto
Menu diet keto | Elena Shaskina /Shutterstock

Meski banyak orang tengah mencoba melakoni diet ketogenik, sebenarnya diet ini bukan hal baru.

Dirancang pada tahun 1924 oleh dokter Russell Wilder dari Mayo Clinic untuk mengatasi epilepsi, dan terbukti efektif. Namun, penemuan obat anti kejang pada tahun 1940-an membuat diet ketogenik menjadi tidak populer.

Diet ketogenik merupakan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Experimental & Clinical Cardiology, dalam jangka panjang, diet ini aman dan dipercaya dapat menurunkan berat badan, mencegah diabetes, kanker, epilepsi dan Alzheimer.

Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh mereka yang mempraktikkan diet keto, sehingga justru menimbulkan masalah kesehatan.

Dokter Anna Cabeca, dari Emory University, di Atlanta, Amerika Serikat menunjukkan tujuh jenis kesalahan dalam menjalankan diet keto yang sering dilakukan pasiennya, seperti yang dilansir dari situs Mind, Body and Green, yaitu:

1. Terlalu banyak protein, ternyata berisiko sama seperti terlalu banyak karbohidrat, akan menjauhkan Anda dari kondisi ketosis--tujuan dari diet keto.

Protein memang menduduki peran penting dalam diet. Namun, dalam diet keto, terlalu banyak protein dapat menghalangi tubuh dari ketosis.

Kita hanya membutuhkan asupan protein sebesar 20 persen dari makanan dan mendapatkan sekitar 70 sampai 80 persen makanan dari lemak baik.

2. Terlalu banyak makanan asam, karena saat melakukan diet ketogenik, tubuh kita menjadi lebih asam. Hal ini menyebabkan inflamasi kronis yang dapat membakar lemak.

3. Mengonsumsi makanan atau minuman beralkalin seminggu sebelum menjalankan diet keto menurunkan lemak, dan Anda akan merasakan manfaat kesehatannya.

4. Tidak mengonsumsi lemak baik. Hindari mengonsumsi daging dengan lemak, pilihlah daging yang berkualitas tinggi sehingga mengandung sedikit lemak, dari sapi yang hanya mengonsumsi rumput segar.

Begitu juga dengan ikan hasil tangkapan, bukan diternakkan.

Atau, telur ayam kampung yang dibiarkan bebas sehingga dapat makan rumput. Lengkapi juga dengan lemak berkualitas yang berasal dari tumbuhan seperti kelapa, minyak zaitun, avokad, kacang-kacangan dan biji-bijian.

5. Terlalu banyak kalori. Kita memang tetap membutuhkan kalori untuk membakar lemak dalam diet keto.

Namun, beberapa jenis makanan tinggi lemak yang disukai, seperti kacang-kacangan sangat mudah dikonsumsi berlebihan, hal ini akan meningkatkan asupan kalori dalam tubuh.

6. Masalah makanan. Alasan "beberapa gigit lagi" atau "beberapa teguk lagi" dapat menyebabkan Anda gagal melakukan diet keto. Membuat jurnal makanan adalah cara yang tepat untuk memastikan makanan tidak mengambil alih peran lemak.

Lakukan pengukuran dengan menggunakan strip tes PH dan keton untuk mengukur tingkat alkalin dan keton dalam tubuh, untuk mengetahui apakah terjadi ketosis atau tidak

7. Selain itu, sikap perfeksionis juga dapat menghalangi Anda dari manfaat diet ini. Ingat saja, tidak ada orang yang bisa tetap berada dalam keadaan ketosis 100 persen.

Sediakan satu hari untuk memberikan kesempatan pada tubuh agar dapat menikmati aneka makanan atau minuman yang disukai.

Yang terpenting adalah faktor gaya hidup lainnya. Mempertahankan diet keto bukan hanya tentang makanan. Tetapi begitu juga hidrasi yang tepat, tidur yang nyenyak, pengaturan stres, olahraga, buang air besar yang lancar dan sehat.

Lebih dari itu, hubungan antar personal yang sehat ternyata juga berkontribusi menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR